Bisnis Hotel akan Bangkit 2021
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (12.46)   |   COMPOSITE 6241.8 (96.72)   |   DBX 1333.51 (-4.33)   |   I-GRADE 179.858 (4.62)   |   IDX30 503.524 (12.19)   |   IDX80 135.789 (3.05)   |   IDXBUMN20 398.467 (11.15)   |   IDXESGL 139.553 (2.87)   |   IDXG30 143.497 (2.32)   |   IDXHIDIV20 443.737 (10.85)   |   IDXQ30 144.387 (3.38)   |   IDXSMC-COM 295.459 (3.14)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (5.51)   |   IDXV30 133.969 (2.79)   |   INFOBANK15 1035.98 (42.34)   |   Investor33 433.033 (11.5)   |   ISSI 183.362 (0.39)   |   JII 631.454 (-0.28)   |   JII70 222.641 (0.54)   |   KOMPAS100 1216.23 (23.8)   |   LQ45 944.747 (22.97)   |   MBX 1692.89 (31.73)   |   MNC36 320.866 (7.93)   |   PEFINDO25 330.28 (-1.79)   |   SMInfra18 307.272 (6.07)   |   SRI-KEHATI 367.359 (11)   |  

Bisnis Hotel akan Bangkit 2021

Senin, 25 Januari 2021 | 23:16 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta, Beritasatu.com – Bisnis hotel akan bangkit tahun ini, seiring dimulainya vaksinasi Covid-19, yang membuat kepercayaan masyarakat terhadap dunia usaha meningkat. Itu sebabnya, pengusaha hotel harus bisa melihat, membaca perubahan lebih cepat, memanfaatkan momentum, dan bergerak untuk mendapatkan hasil maksimal.

“Optimisme kita harus meningkat, karena ekonomi akan membaik tahun ini,” ujar Dicky Sumarsono, pendiri dan CEO Azana Hotels & Resorts di sela CEO briefing bersama 100 pemimpin di Azana Hotels Group, belum lama ini.

Dicky menuturkan, momentum akan hilang jika tidak dimanfaatkan secara maksimal. Dia meyakini, bisnis hotel bakal bangkit secara bertahap, ditopang vaksinasi Covid-19 dan ekonomi yang dalam APBN 2021 diprediksi tumbuh 4,4%. Selain itu, modal besar Indonesia adalah populasi penduduk yang mencapai 270 juta jiwa dan banyaknya acara liburan maupun rapat yang tertunda tahun lalu, serta mobilitas yang tinggi.

Menurut dia, ada empat fase pertumbuhan bisnis hotel di Indonesia pada 2021. Pertama, selama Januari–Februari, bisnis hotel memasuki masa berat, karena libur akhir tahun 2020 menyebabkan lonjakan kasus Covid-19, ditambah PSBB ketat di Jakarta dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali yang sangat membatasi ruang gerak masyarakat dalam berkegiatan di hotel. Selain itu, secara siklus tahunan, Januari-Februari adalah low season.

Atas dasar tersebut, dia mengungkapkan, okupansi hotel nasional menjadi sangat rendah, yang menyebabkan banyak general manager dan pemilik hotel harus memangkas biaya secara besar-besaran. Ini sama sekali tidak diduga sebelumnya, karena mereka beranggapan, tahun ini, dengan adanya vaksinasi, bisnis hotel akan langsung pulih. Padahal, semua tetap ada proses.

Fase kedua, demikian Dicky, akan terjadi Maret–April 2021 yang disebut surfing menuju perbaikan. Vaksinasi Covid-19 mulai masif dilakukan di berbagai daerah, sehingga mendorong kegiatan bisnis serta mobilitas masyarakat. Selepas itu, acara rapat akan mulai banyak diselenggarakan di hotel, sehingga okupansi naik, apalagi jika PSBB dicabut.

Fase ketiga, dia menerangkan, Mei-Juli yang merupakan fase pengembangan. Pada fase ini, bisnis hotel akan terlihat mulai membaik, karena sudah semakin banyak masyarakat Indonesia yang divaksinasi. Selain itu, dua bulan itu periode musim orang berkegiatan, termasuk pernikahan, seminar, rapat dan lain-lain. Pemerintah dan perusahaan juga mulai menggelontorkan dana secara maksimal.

“Pada periode ini, akan banyak acara leisure yang di selenggarakan di hotel. Keyakinan masyarakat terhadap efektifnya vaksinasi di Indonesia akan lebih meningkat lagi, sehingga arus kas hotel pada periode tersebut sudah mulai terlihat bagus,” tegas dia.

Fase keempat, kata dia, adalah returning, yaitu Agustus-Desember. Pada fase ini, hampir semua hotel yang berhasil memanfaatkan momentum tahun lalu dan awal 2021 akan mencetak perbaikan pendapatan secara signifikan, kelancaran operasiona. Pengusaha hotel yang beradaptasi dengan teknologi digital sudah mulai dengan tim dan struktur organisasi baru yang lebih ramping serta licah, sehingga yang bisa menghasilkan arus kas lebih optimal. Pada fase ini, bisnis hotel bisa dibilang mulai bangkit (harvesting period).

Dicky menegaskan, dari 52 hotel yang dikelola, sebanyak 45 hotel okupansinya berada di atas 60%, sedangkan tujuh hotel bergerak naik. Laba kotor hotel grup ini rata-rata sudah berada di atas 40%. Azana Group, Dicky melanjutkan, meyakini, dalam situasi ekonomi naik ataupun turun, masih banyak kesempatan dan peluang. Sebenarnya, uang tidak hilang, tetapi hanya berpindah dari satu titik ke titik yang lain.

“Alhasil, pada 2021, Azana akan menambah 18 hotel baru lagi yang terdiri atas tiga Azana Style Hotels, tiga Front One Bed & Breakfasts, enam Front One Hotels, dua Front One Cabins, dan empat Votel Hotels. Sekarang saatnya melakukan strategi paling ambisius dalam sejarah bisnis perhotelan dengan mengorganisasi semua informasi yang penting, relevan, dan mengorkestarsi tim dengan semangat yang paling tinggi,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini 4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dipenuhi dengan Pinjaman Online

Hindari menggunakan pinjaman online untuk membayar uang muka pembelian kendaraan.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Industri Gelas Kaca Targetkan Pertumbuhan 5%

Asosiasi Gelas Kaca Indonesia (APGI) menargetkan pertumbuhan 5% tahun ini, ditopang harga gas murah, US$ 6 per mmbtu, dan kelancaran proses vaksinasi Covid-19.

EKONOMI | 25 Januari 2021

SPIL Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kalsel dan Sulbar

SPIL menaruh perhatian besar kepada para korban bencana di Kalsel dan Sulbar.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Hipmi Buka Jalur Ekspor Produk UMKM ke Pasar Australia

Hipmi menggandeng House of Indonesia (HOI) Sydney dalam rangka pembukaan akses ekspor produk UMKM ke Negeri Kangguru.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Baznas Luncurkan Buku "Jejak Kemandirian Peternak Mustahik"

Baznas luncurkan buku "Jejak Kemandirian Peternak Mustahik" yang berisikan tentang gambaran perjalanan serta profil program Balai Ternak Baznas.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Tajur Surya Abadi Luncurkan Menara Kedua Royal Heights Apartment

Royal Heights Apartment memberikan casback lebih tinggi dari deposito di masa tunggu pembangunan.

EKONOMI | 25 Januari 2021

RFB Catat Kinerja Positif di Masa Pandemi

RFB mampu meningkatkan volume transaksi dan tercatat sebagai perusahaan pialang berjangka teraktif di BBJ.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Tertekan Kekhawatiran Meluasnya Kasus Covid-19, IHSG Anjlok di Bawal Level 6.300

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/1/2021), ditutup anjlok di bawah level psikologis 6.300.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Gubernur BI Yakin Prospek Ekonomi Domestik Semakin Membaik

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 sebesar 4,8 persen hingga 5,8 persen

EKONOMI | 25 Januari 2021

Realisasi Anggaran Kemhub Capai 95,58%

Angka serapan anggaran tersebut, masih di bawah target yang ditetapkan bersama Kemhub dan Komisi V DPR.

EKONOMI | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS