2021, Prospek Investasi Energi Terbarukan Kian Menjanjikan
Logo BeritaSatu

2021, Prospek Investasi Energi Terbarukan Kian Menjanjikan

Selasa, 26 Januari 2021 | 07:59 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Hingga kini, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) masih menjadi tulang punggung pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia. Namun tahun 2021, prospek investasi energi baru dan terbarukan (EBT) kian menjanjikan karena kehadiran regulasi nasional dan global.

Pusat Data dan Informasi ESDM melaporkan bahwa pada 2020 capaian energi terbarukan masih positif meskipun ada pandemi Covid-19. Porsi energi terbarukan naik menjadi 11,51% dari 9,2% (2019) dalam bauran penyediaan energi nasional.

Prospek energi terbarukan tersebut dibahas dalam Webinar Catatan Awal Tahun 2021 dengan tema “Prospek Energi Terbarukan pada 2021: Tantangan dan Peluangnya di Indonesia” yang digelar Yayasan Perspektif Baru (YPB) pada Senin (25/1).

Webinar ini menghadirkan sejumlah pembicara yakni Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Harris, sekaligus Ketua Asosiasi Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) M. Riza Husni, dan Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Surya Darma. Tak ketinggalan Pendiri Yayasan Perspektif Baru Wimar Witoelar sebagai keynote speaker.

Harris mengatakan perkembangan teknologi energi terbarukan semakin lama semakin bagus dengan biaya semakin menurun dan tingkat keandalan semakin baik. Fenomena mendasari Indonesia untuk memaksimalkan energi terbarukan dengan potensi besar. Dari 400.000 MW, Indonesia baru pakai sekitar 10.467 MW atau 2 persen.

“Hingga 2030, diharapkan ada tambahan 16.800 MW komposisi paling banyak PLTA, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Yang lain menyesuaikan. PLTS mudah dipasang hanya setahun-dua tahun dan harganya semakin turun. Ini sangat strategis untuk dikembangkan ke depan. Kita sedang proses PLTS Terapung Cirata dengan kapasitas 145 MW dan sudah bisa dilakukan waterbreaking. PLTS atap sudah ada 3.000 pelanggan yang sudah memasang termasuk di ESDM dengan terbesar Coca Cola Amatil 7,2 MW yang merupakan terbesar di Asia Tenggara,” ujarnya.

Dikatakan, kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan dilaporkan mencapai 10.467 MW, naik dari 2019 sebesar 10.291 MW. Tambahan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) di antaranya diperoleh dari PLTA Poso sebesar 66 MW, PLTM Sion sebesar 12,1 MW, dan PLTS Atap sebesar 13,4 MW. Secara keseluruhan, PLTA masih penyumbang terbesar energi terbarukan di Indonesia mencapai total sekitar 6.150 MW.

Pada tahun ini, 2021, pertumbuhan energi terbarukan diperkirakan makin terang. Ada sejumlah sinyal positif yang mengindikasikan pemerintah memiliki keinginan yang kuat mendorong energi terbarukan. Di antaranya, pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Presiden mengenai energi terbarukan.

Perpres tersebut diyakini bakal memperbaiki iklim investasi energi terbarukan di Tanah Air. Kehadiran Perpres diharapkan iklim investasi energi terbarukan di Indonesia bisa lebih menarik lagi karena di dalamnya ada ketentuan harga yang lebih simpel, yaitu ada feed-in tariff untuk energi terbarukan.

Lebih jauh, Wimar Witoelar mengatakan bahwa dukungan penggunaan energi terbarukan tahun 2021 diawali 2 peristiwa historis. Pertama Covid-19 yang makin parah. Kedua adalah Joe Biden sudah menduduki kursi presiden Amerika Serikat. Keputusan pertama yang diambilnya adalah untuk aplikasi masuk kembali ke Perjanjian Paris.

Selain itu, kata Wimar, Biden juga telah mengeluarkan keputusan menggantikan pejabat Environmental Protection Agency (EPA) yang menjalankan keputusan-keputusan anti lingkungan Donald Trump dan proenergi fosil.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wall Street Mixed Menjelang Musim Laporan Keuangan

Dow Jones Industrial Average turun 0,12%, S&P 500 naik 0,36%, dan Nasdaq naik 0,69%.

EKONOMI | 26 Januari 2021

Bisnis Hotel akan Bangkit 2021

Bisnis hotel akan bangkit tahun ini, seiring dimulainya vaksinasi Covid-19.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Ini 4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dipenuhi dengan Pinjaman Online

Hindari menggunakan pinjaman online untuk membayar uang muka pembelian kendaraan.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Industri Gelas Kaca Targetkan Pertumbuhan 5%

Asosiasi Gelas Kaca Indonesia (APGI) menargetkan pertumbuhan 5% tahun ini, ditopang harga gas murah, US$ 6 per mmbtu, dan kelancaran proses vaksinasi Covid-19.

EKONOMI | 25 Januari 2021

SPIL Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kalsel dan Sulbar

SPIL menaruh perhatian besar kepada para korban bencana di Kalsel dan Sulbar.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Hipmi Buka Jalur Ekspor Produk UMKM ke Pasar Australia

Hipmi menggandeng House of Indonesia (HOI) Sydney dalam rangka pembukaan akses ekspor produk UMKM ke Negeri Kangguru.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Baznas Luncurkan Buku "Jejak Kemandirian Peternak Mustahik"

Baznas luncurkan buku "Jejak Kemandirian Peternak Mustahik" yang berisikan tentang gambaran perjalanan serta profil program Balai Ternak Baznas.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Tajur Surya Abadi Luncurkan Menara Kedua Royal Heights Apartment

Royal Heights Apartment memberikan casback lebih tinggi dari deposito di masa tunggu pembangunan.

EKONOMI | 25 Januari 2021

RFB Catat Kinerja Positif di Masa Pandemi

RFB mampu meningkatkan volume transaksi dan tercatat sebagai perusahaan pialang berjangka teraktif di BBJ.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Tertekan Kekhawatiran Meluasnya Kasus Covid-19, IHSG Anjlok di Bawal Level 6.300

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/1/2021), ditutup anjlok di bawah level psikologis 6.300.

EKONOMI | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS