OJK: Ramah Lingkungan Jadi Paradigma Baru Perusahaan Publik
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

OJK: Ramah Lingkungan Jadi Paradigma Baru Perusahaan Publik

Selasa, 26 Januari 2021 | 11:16 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong kesadaran dunia usaha untuk ikut serta secara aktif dalam pengembangan keuangan berkelanjutan dengan menerapkan konsep unsur lingkungan, sosial dan tata kelola atau environmental, social and governance (ESG) dalam menjalankan usahanya.

Anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengungkapkan bahwa pembangunan berkelanjutan seperti diketahui sudah menjadi paradigma baru dalam mengejar pertumbuhan ekonomi. Untuk memastikan stabilitas keuangan dan pembangunan ekonomi, lembaga jasa keuangan pun harus memainkan peranan kuncinya dalam mempromosikan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Apalagi, lembaga multilateral seperti PBB, OECD, G20 dan para regulator serta beberapa perusahaan besar dan investor berpendapat bahwa unsur lingkungan, sosial dan tata kelola harus diperhitungkan dalam sebuah keputusan investasi dan proses pembuat. Selain itu, perusahaan dengan profil ESG yang relatif dikelola dengan lebih baik cenderung memberikan potensi kinerja finansial yang lebih unggul.

“Kami berharap adanya inspirasi ke depan untuk ESG, sehingga dalam jangka panjang akan lebih banyak lagi emiten atau calon emiten yang tertarik dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan bisnis dan usahanya,” ujarnya dalam webinar dengan tema “Tren Investasi Kekinian Berbasis ESG” yang diselenggarakan Berita Satu Media Holdings, Selasa (26/1/2021).

Pemerintah, tambahnya juga serius dalam menangani persoalan perubahan iklim. Hal itu tercermin dari penerbitan regulasi, antara lain Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, dan UU No 26 Tahun 2007 tentang Penyediaan Ruang Hijau Terbuka.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, OJK selaku regulator, sambung Hoesen juga turut berpartisipasi aktif dengan menerbitkan kelanjutan Roadmap Sustainable Finance Tahap II tahun 2021-2025 sebagai upaya kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendukung tercapainya SDGs. Dalam roadmap ini, OJK mengintegrasikan tujuh komponen dalam satu kesatuan ekosistem keuangan berkelanjutan, yaitu kebijakan, produk, infrastruktur pasar, koordinasi kelembagaan, dukungan pemerintah, sumber daya manusia, dan awareness. Hal itu guna mencapai pembangunan lestari (Sustainable Development Goals/SDGs) dan Paris Agreement di bidang perubahan iklim.

Selain itu, dalam mendukung implementasi penerapan prinsip keuangan berkelanjutan di industri pasar modal, OJK terus melakukan inovasi serta pengembangan produk. Antara lain melalui efek penerbitan utang atau sukuk berkelanjutan hijau atau sustainable bonds dan sustainability index. Di mana, dalam implementasinya hingga saat ini sudah terdapat satu penawaran umum bersifat utang berwawasan lingkungan di Indonesia.

“OJK senantiasa mendukung Bursa Efek Indonesia dan para pelaku industri pasar modal lainnya untuk menerbitkan indeks yang berorientasi pada penguatan ESG,” ungkapnya.

Hoesen menyebutkan, saat ini sudah ada dua sustainability index yakni Sri Kehati dan Index ESG Leader yang baru-baru ini diluncurkan oleh BEI tanggal 14 Desember 2020. Melalui ini, investor dapat diberikan arahan dalam memutuskan investasinya, khususnya pada saham yang berorientasi pada ESG yang baik.

Sementara itu, OJK sudah merencanakan beberapa program misalnya terkait panduan implementasi keuangan berkelanjutan di pasar modal, pengembangan inovasi keuangan berkelanjutan, serta pengembangan primary dan secondary keuangan berkelanjutan. “Perubahan paradigma bisnis ke arah keberlanjutan akan menjadi kebutuhan masa depan kita bersama. Meningkatnya resiko lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi tantangan bagi industri keuangan untuk menciptakan peluang usaha baru yang inovatif dan mendukung ekonomi berkelanjutan,” ungkap Hoesen.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rupiah Terdepresiasi 20 Poin ke Rp 14.030

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Selasa (26/1/2021), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.030.

EKONOMI | 26 Januari 2021

Tanamduit Dorong Milenial Berinvestasi Sejak Dini

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor baru mengalami kenaikan sebesar 28 persen sepanjang tahun lalu.

EKONOMI | 26 Januari 2021

IHSG Dibuka Melemah Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,07% ke kisaran 6.254,2 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (26/1/2021).

EKONOMI | 26 Januari 2021

IHSG Berpotensi Mixed, Valbury Rekomendasikan 6 Saham Ini

Valbury Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham BMRI, BBRI, TLKM, GGRM, ANTM, ACES.

EKONOMI | 26 Januari 2021

Melemah, Bursa Asia Gagal Lanjutkan Penguatan Wall Street

Nikkei 225 Tokyo turun 0,78%, indeks komposit Shanghai turun 0,77%, Hang Seng Hong Kong turun 1,07%, dan Kospi Korsel turun 1,2%.

EKONOMI | 26 Januari 2021

2021, Prospek Investasi Energi Terbarukan Kian Menjanjikan

Namun tahun 2021, prospek investasi energi baru dan terbarukan (EBT) kian menjanjikan karena kehadiran regulasi nasional dan global.

EKONOMI | 26 Januari 2021

Wall Street Mixed Menjelang Musim Laporan Keuangan

Dow Jones Industrial Average turun 0,12%, S&P 500 naik 0,36%, dan Nasdaq naik 0,69%.

EKONOMI | 26 Januari 2021

Bisnis Hotel akan Bangkit 2021

Bisnis hotel akan bangkit tahun ini, seiring dimulainya vaksinasi Covid-19.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Ini 4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dipenuhi dengan Pinjaman Online

Hindari menggunakan pinjaman online untuk membayar uang muka pembelian kendaraan.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Industri Gelas Kaca Targetkan Pertumbuhan 5%

Asosiasi Gelas Kaca Indonesia (APGI) menargetkan pertumbuhan 5% tahun ini, ditopang harga gas murah, US$ 6 per mmbtu, dan kelancaran proses vaksinasi Covid-19.

EKONOMI | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS