Mendag Sebut Surplus Neraca Dagang 2020 Mengkhawatirkan, Kenapa?
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Mendag Sebut Surplus Neraca Dagang 2020 Mengkhawatirkan, Kenapa?

Selasa, 26 Januari 2021 | 18:55 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia pada 2020 mengalami surplus. Sayangnya surplus tersebut merupakan kondisi yang memprihatinkan mengingat kinerja impor turun sangat dalam, terutama bahan baku dan bahan penolong.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2020 neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 21,74 miliar. Surplus ini dihasilkan oleh kinerja ekspor yang mencapai US$ 163,31 miliar dan impor US$ 141,57 miliar.

Kinerja ekspor dan impor di 2020 ini memang sama-sama mengalami kontraksi. Namun, impor mengalami kontraksi yang lebih dalam. Total nilai ekspor Indonesia sepanjang 2020 turun 2,61% dibanding periode yang sama tahun 2019, sedangkan impor turun 17,34%. “Surplus US$ 21 miliar ini mengkhawatirkan, kenapa? Karena ekspor turun 2,6%, meskipun non-migas turun hanya setengah persen. Tetapi impornya turun lebih jauh menjadi 17,3%," kata Muhammad Lutfi dalam webinar "Akselerasi Pemulihan Ekonomi", Selasa (26/1/2021).

Jika dilihat lebih dalam pemicu surplus neraca perdagangan tersebut, Mendag Lutfi mendapati bahwa terjadi pelemahan karena 70,2% barang yang diimpor Indonesia merupakan bahan baku dan bahan penolong. "Jadi artinya kalau impor turun 17,3%, saya takut akan terjadi juga pelemahan terhadap sektor-sektor produksi yang dikonsumsi di dalam negeri," ujar Mendag Lutfi.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah saat memasuki pertengahan 2020 lalu juga turut berpengaruh pada sektor perdagangan. Mendag Lutfi menyampaikan, sektor perdagangan turun 5,3% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III-2020, serta transportasi dan pergudangan juga turun 16,7%. "Artinya perdagangan terganggu, stok terganggu, kemudian penyedia akomodasi dan makanan/minuman turun 11,86%. Ini menunjukkan juga bahwa orang tidak ke mana-mana. Jadi penerapan PSBB sukses, tapi perdagangan turun,” ungkapnya.

Mendag menyampaikan, kondisi surplus neraca perdagangan 2020 ini seperti berlari maraton di jalan tanjakan, tergopoh-gopoh dan terjadi cedera di dalam tubuh. Sehingga untuk bisa survive dari lari maraton ini, ada beberapa hal yang harus dikerjakan. “Yang pertama, kita harus membereskan yang cedera tadi. Kita harus memperbaiki struktur produksi dan konsumsi di dalam negeri. Apalagi konsumsi kita di gross domestic product (GDP) kontribusinya lebih dari 50%. Artinya kalau konsumsi dan produksi terganggu, ekonomi kita di 2021 akan terkena secara langsung,” kata Mendag.

Sehingga di tahun 2021, Mendag akan memastikan bahwa seluruh arus barang yang masuk ke Indonesia bisa kembali normal, atau lebih baik dari tahun sebelumnya. “Saya akan perbaiki tata kelola di Kementerian Perdagangan, barang impor siap melayani industri lagi. Sedangkan dari sisi konsumsi, upaya mendorong konsumsi tidak sekedar melalui berbagai insentif, tetapi juga kepercayaan kepada pasar untuk orang membeli lagi,” kata Mendag.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kisah Mitra Grab yang Buktikan Digitalisasi Tak Pandang Usia

Pedagang pasar dan mitra GrabMart Rosdiana Nainggalan membuktikan bahwa digitalisasi tidak pandang usia.

EKONOMI | 26 Januari 2021

Kemhub Terbitkan Surat Edaran soal GeNose Bisa Jadi Syarat Penumpang KA

Pengecekan kesehatan melalui GeNose pada moda kereta api akan dimulai pada 5 Februari 2020 yang akan dimulai di Jakarta dan Yogyakarta.

EKONOMI | 26 Januari 2021

Gandeng Bareksa, OVO Luncurkan Produk Reksa Dana Pasar Uang

Peluncuran fitur 'Invest’ bagian komitmen OVO membuka akses yang terjangkau, terpercaya, dan nyaman dalam pengelolaan investasi.

EKONOMI | 26 Januari 2021

Properti Mulai Bergairah, Pencari Rumah yang Tunda Transaksi Berkurang

Situasi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi kekhawatiran utama karyawan untuk mengambil KPR.

EKONOMI | 26 Januari 2021

ANTM dan BBKP Saham yang Paling Banyak Diburu Investor

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan frekuensi 119.493 kali.

EKONOMI | 26 Januari 2021

642 Cabang Pegadaian Raih Label SIBV Safe Guard

Label SIBV Safe Guard mengacu pada praktik global yang telah direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

EKONOMI | 26 Januari 2021

Penerapan ESG yang Baik Pacu Kenaikan Harga Saham Emiten

Jumlah reksa dana dan Exchange Traded Fund (ETF) mengalami peningkatan luar biasa dalam 6 tahun terakhir ini.

EKONOMI | 26 Januari 2021

Rupiah Ditutup Terkoreksi Jadi Rp 14.065 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.052- Rp 14.081 per dolar AS.

EKONOMI | 26 Januari 2021

Sepanjang Tahun 2020, Investasi Manufaktur Bergeliat Posetif

Sepanjang tahun 2020, investasi manufaktur mampu menunjukkan geliat positif, meskipun di tengah terpaan yang cukup berat akibat pandemi Covid-19.

EKONOMI | 26 Januari 2021

Jalan Tol Kayu Agung-Palembang Tingkatkan Efisiensi Distribusi Logistik di Sumsel

Presiden meresmikan Jalan Tol Kayu Agung - Palembang.

EKONOMI | 26 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS