BRI Group Economic Forum 2021 Bahas Strategi Pemulihan Ekonomi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

BRI Group Economic Forum 2021 Bahas Strategi Pemulihan Ekonomi

Kamis, 28 Januari 2021 | 18:24 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 merupakan sebuah hantaman yang begitu besar bagi perekonomian Tanah Air. Seiring dengan upaya penekanan penyebaran virus corona, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mendorong pemulihan ekonomi. Dengan dimulainya program vaksinasi di berbagai negara termasuk Indonesia, tahun 2021 kerap dicanangkan sebagai tahun pemulihan ekonomi dunia.

Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksikan dampak ekonomi akibat pandemi akan membaik secara gradual di tahun 2021. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diproyeksikan pada level 5,4% dengan asumsi pandemi ini berhasil ditangani.

Menurut Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sunarso, konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat memiliki pengaruh yang paling elastis dan signifikan untuk mendongkrak pertumbuhan kredit. Untuk itu, BRI mendorong efektivitas dan efisiensi penyaluran berbagai stimulus pemerintah.

Sepanjang tahun 2020, terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat Covid-19, BRI telah menyalurkan berbagai stimulus. Termasuk penempatan deposito pemerintah sebesar Rp 15 triliun di BRI.

"Dana ini telah kami salurkan menjadi kredit sebesar tiga kali lipat menjadi Rp 45 triliun dalam rentang waktu kurang dari tiga bulan. Dana ini sudah dinikmati 1,2 juta nasabah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)," kata Sunarso dalam acara BRI Group Economic Forum 2021 yang digelar secara virtual, Kamis (28/1/2021).

BRI juga menyalurkan subsidi bunga kepada UMKM sebesar Rp 5,5 triliun kepada 6,6 juta nasabah. Serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro dengan ticket size maksimal Rp 10 juta senilai Rp 8,6 triliun kepada 985.000 nasabah.

"Demikian juga ada subsidi gaji Rp 6,5 triliun kepada 5,4 juta penerima," lanjutnya.

Terdapat pula penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 18,6 triliun kepada 7,7 juta penerima.

“Untuk program penjaminan dari pemerintah, di mana bank didorong untuk tetap menyalurkan kredit dan diberikan jaminan oleh lembaga penjaminan, sampai 31 Desember 2020, kita sudah menyalurkan kredit dengan penjaminan kepada UMKM sebesar Rp 8,7 triliun kepada 14.000 nasabah,” papar Sunarso.

BRI juga telah melakukan restrukturisasi kredit berdasarkan arahan dan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Jumlah kredit yang direstrukturisasi telah menurun dibandingkan kuartal III-2020 yang mencapai lebih dari Rp 200 triliun, tetapi di Desember 2020, jumlah yang direstrukturisasi sudah melandai menjadi Rp 186 triliun. Itu atas nama 2,8 juta nasabah terutama UMKM," kata Sunarso.

Vaksinasi dan UU Cipta Kerja

Menurut Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, terdapat dua game changer dalam upaya pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2021. Pertama adalah intervensi kesehatan lewat vaksin Covid-19.

"Jadi, pemerintah berupaya mengamankan kebutuhan vaksin sejumlah 400 juta dosis lebih dan memberikan akses vaksin gratis untuk membentuk herd immunity 181,5 juta penduduk," kata Suahasil.

"Game changer kedua adalah pelaksanaan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker). UU Ciptaker adalah instrumen pendorong transformasi ekonomi Indonesia. (UU Ciptaker) mengubah fundamental cara kerja birokrasi, pemerintah dan yang kita harapkan, cara kerja perekonomian Indonesia," lanjutnya.

Salah satu turunan UU Ciptaker adalah pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Wamenkeu menegaskan, LPI yang bernama Indonesia Investment Authority (INA) ini berbeda dengan SWF negara lainnya.

"Logika utama SWF Indonesia adalah kita ingin mengundang foreign direct investment (FDI) atau saya sebutnya foreign fund. Dana dari luar negeri masuk ke Indonesia bukan sebagai utang, namun sebagai equity. Agar bisa masuk sebagai equity, Indonesia akan menyediakan semacam pancingan," lanjut Suahasil.

Wamenkeu menambahkan, SWF Indonesia telah dilengkapi dengan modal awal Rp 15 triliun dalam bentuk cash dari APBN. Nantinya, jumlah ini akan diperbesar dan sebagian nantinya akan berbentuk aset dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). SWF ini juga akan dikerjasamakan dengan mitra investor strategis dari luar negeri yang membuat dana dari luar negeri masuk sebagai equity atau ekuitas.

"Kita juga berharap portofolio masuk sebagai equity sifatnya betul-betul jangka panjang," kata Suahasil.

"Ini yang dipikirkan bagaimana nanti SWF akan mendesain project mana yang dikerjasamakan dan project mana yang kemudian bisa betul-betul menjadi game changer dari pendanaan pembangunan jangka panjang," pungkasnya.

Strategi Ekspor

Peningkatan ekspor juga menjadi strategi pemerintah dalam pemulihan ekonomi. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menjelaskan, pemerintah saat ini sedang mencoba melakukan terobosan dalam produk ekspor. Yakni dengan mengembangkan alternatif ekspor lainnya seperti game online buatan anak bangsa.

Wamendag menjelaskan, game online umumnya tersedia secara gratis. Namun, game ini biasanya menawarkan fitur-fitur tambahan yang dibanderol dengan harga di kisaran Rp 10.000.

"Tetapi bayangkan yang membeli fitur itu ada 10 juta hingga 50 juta orang. Ini berkaca dari negara lainnya seperti Korea Selatan. Ini bisa dikapitalisasi dari sisi itu," kata Jerry.

Karena bersifat digital, lanjutnya, ekspor game online juga bisa lebih efisien dari segi distribusi maupun logistik. Potensi game online juga tercermin dari banyaknya komunitas dan penggemarnya. Indonesia bahkan sudah memiliki pengembang game online sendiri.

Wamendag menjelaskan, simulator di sektor militer maupun kesehatan juga bisa menjadi alternatif produk ekspor. Produsen alat simulator militer Tanah Air juga kerap melakukan roadshow di kawasan Eropa Timur. Alat simulator karya anak bangsa juga memiliki keunggulan dari produk buatan negara lain.

"Dari segi harga kompetitif. Jika dibandingkan dengan produk-produk dari Amerika Serikat atau negara Eropa Barat, alat-alat buatan anak bangsa lebih diminati dari segi harga dan fitur-fiturnya juga lebih bagus," kata Jerry.

Strategi lainnya adalah fokus kepada UKM ekspor. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemdag Kasan menjelaskan, berdasarkan data ekspor Januari-September 2020, hampir 90% eksportir adalah UKM. Namun, porsi nilai ekspornya hanya 11% dari total nilai ekspor.

"Kami akan mendorong kerja sama trade financing dengan perbankan maupun lembaga pembiayaan. Kami bersama BRI dan BNI akan terus bekerja sama untuk memfasilitasi pembiayaan UKM ekspor yang sudah dilakukan pada tahun lalu," kata Kasan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Short Sell GameStop, Ketika Domba-domba Melawan Balik Wolf of Wall Street

Dianggap tidak punya masa depan, saham GameStop justru melesat 1500%.

EKONOMI | 28 Januari 2021

BKF: Risiko Ketidakpastian Masih Tinggi di 2021

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengungkapkan, di 2021 ini risiko ketidakpastian masih tinggi akibat pandemi Covid-19.

EKONOMI | 28 Januari 2021

Mowilex Kembangkan Cat Antibakteri

Ancaman virus corona membuat semakin banyak orang peduli pada kebersihan dan kesehatan.

EKONOMI | 28 Januari 2021

Colliers: Pasar Properti Asia Pasifik Alami Pemulihan

Sektor properti yang sukses besar selama Covid-19 adalah rumah tapak dengan rentang harga di bawah Rp 1 miliar.

EKONOMI | 28 Januari 2021

Penyaluran Fintech Lending Capai Rp 74,4 Triliun pada 2020

Dari nilai tersebut, tercatat jumlah orang yang meminjam di fintech lending telah mencapai 44 juta rekening.

EKONOMI | 28 Januari 2021

Efek Domino Wall Street Menular ke Bursa Eropa dan Asia

Indeks Stoxx600 Eropa turun 1,62%, DAX Jerman turun 1,56%, FTSE Inggris turun 1,49%, CAC Prancis turun 0,99%, FTSE MIB Italia turun 1,24%.

EKONOMI | 28 Januari 2021

Melemah terhadap Dolar, Rupiah Justru Menguat terhadap Mata Uang Asia

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Kamis (28/1/2021), terpantau melemah tipis ke kisaran Rp 14.050.

EKONOMI | 28 Januari 2021

Itjen Kemnaker Selidiki Uang Rp 1,5 Miliar yang Dipinjam Binwasnaker dan K3

Itjen Kemnaker selidiki latar belakang Binwasnaker dan K3 Kemnaker pinjam duit Rp 1,5 miliar kepada rekanan.

EKONOMI | 28 Januari 2021

Bursa Asia Terjungkal, Indeks Vietnam Minus 6%

Nikkei 225 Tokyo turun 1,53%, indeks komposit Shanghai turun 1,91%, Hang Seng Hong Kong turun 2,55%, ASX 200 Australia turun 1,93%, dan Kospi Korsel turun 1,71%

EKONOMI | 28 Januari 2021

Seiring dengan Bursa Asia, IHSG Anjlok Kembali ke 5.900-an

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,12% ke kisaran 5.979,4 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (28/1/2021).

EKONOMI | 28 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS