BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 2021 di Kisaran 4,8%-5,8%
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 2021 di Kisaran 4,8%-5,8%

Rabu, 3 Februari 2021 | 14:10 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pihak Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 akan berada di kisaran 4,8% sampai 5,8%. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi neraca perdagangan, proses vaksinasi, dan kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan.

“Pada tahun 2021 ini pemulihan ekonomi sedang berjalan dan ini cukup positif kami meliihat melihat pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,8%. Hal ini didukung oleh ekspor dan kondisi ekonomi global yang sudah mulai membaik,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Mandiri Investment Forum pada Rabu (3/2/2021).

Inflasi ditargetkan berada pada angka 3% +/- 1%. Pemerintah terus meningkatan daya beli masyarakat sebab pada tahun 2020 lalu inflasi hanya mencapai 1,68%. Posisi defisit transaksi berjalan diperkirakan akan mencapai 1% sampai 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pada tahun 2020 defisit transaksi berjalan hanya mencapai 0,5%, BI juga memperkirakan aliran modal asing yang masuk (capital inflow) juga akan lebih besar di tahun 2020 ini.

“Kami memperkirakan portfolio yang masuk sekitar US$ 19,4 miliar, jumlah itu di itu di luar investasi asing langsung. Sebab ada dukungan dan dorongan dari pemerintah dan juga penerapan dari Undang Undang Cipta Kerja,” ucapnya.

Sementara itu, Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 akan berada di angka 4,4% sampai 4,8%. Sedangkan pada kuartal IV 2020 pertumbuhan ekonomi selama tahun 2020 diperkirakan terkontraksi -2,1% sampai -2,2%. Di penghujung tahun 2020, muncul beberapa kabar positif yang memicu tumbuhnya sentimen positif oleh investor terhadap prospek ekonomi ke depannya, seperti hasil yang cukup baik dari pemilu Amerika Serikat dan mulai bergulirnya vaksin secara masal di seluruh dunia. Kinerja pasar keuangan dan mata uang yang sangat baik pada akhir tahun 2020 memberi kesan bahwa ekonomi semakin membaik.

“Namun, seperti yang kita semua ketahui tidak ada pemulihan ekonomi yang berkesinambungan dan berkelanjutan tanpa adanya perbaikan dari sisi kesehatan dan angka kasus harian. Kondisi Indonesia saat ini secara rapi mengilustrasikan kontradiksi ini,” ucap Riefky dalam pernyataan resmi yang diterima pada Rabu (3/2/2021).

Ia mengatakan saat nilai tukar rupiah dan indeks pasar saham sedang mengalami performa terbaiknya sejak dimulainya pandemi, angka harian Covid-19 terus menunjukkan pertumbuhan kasus harian tertingginya. Kelompok masyarakat yang memiliki aset finansial mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi sedangkan di sektor riil, dunia usaha sedang berjuang untuk menghindari kebangkrutan dan kelompok masyarakat miskin berjuang untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Kondisi ini menunjukkan secara jelas ironi di kondisi perekonomian belakangan ini,” ucapnya

Menurutnya gangguan ekonomi yang berkepanjangan akibat pandemi Covid-19 menyebabkan rendahnya kepercayaan konsumen dan bisnis dan terjadinya penurunan pengeluaran di berbagai kategori, dengan efek spillover ke banyak sektor lainnya. Perusahaan dan beberapa institusi, termasuk sekolah dan kantor, mengambil tindakan proaktif untuk menghindari terjadinya infeksi dengan beroperasi di bawah kapasitas normal dan menerapkan pembelajaran dan pekerjaan jarak jauh.

“Penutupan bisnis baik melalui larangan pemerintah atau keputusan bisnis itu sendiri, di mana dalam banyak kasus mengakibatkan hilangnya gaji para pekerja, terutama di sektor informal di mana tidak ada cuti berbayar; akibatnya, rumah tangga memiliki pendapatan yang lebih sedikit untuk dibelanjakan,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Efisiensi, Bukit Asam Optimistis Kinerja Keuangan Tahun Ini Membaik

“Meskipun secara keseluruhan terdapat sinyal positif dari pasar global, kami akan mengutamakan efisiensi,” ujar Apollonius Andwie.

EKONOMI | 3 Februari 2021

Bank Syariah Indonesia Diluncurkan, Ini Harapan Para Pemuka Agama Islam

Helmy berpesan agar ke depannya Bank Syariah Indonesia bisa menjadi tempat bagi pelaku UMKM untuk mendapat pembiayaan yang terjangkau.

EKONOMI | 3 Februari 2021

BI Ubah Jam Pembentukan dan Penerbitan Jisdor

Periode pemantauan transaksi pembentuk Jisdor diubah menjadi 08.00 WIB-16.00 WIB dan penerbitan Jisdor mulai 16.15 WIB.

EKONOMI | 3 Februari 2021

IHSG Sesi I Naik 1,3%, Saham Widodo Makmur Melonjak 24,79%

WMUU melonjak 24,79%, PURE naik 19,62%, SRIL terangkat 10,00%, SSIA menguat 8,37% dan KAEF terkerek 7,43%.

EKONOMI | 3 Februari 2021

Rupiah Menguat di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia Siang Ini

Transaksi rupiah siang ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.087-Rp 13.946 per dolar AS.

EKONOMI | 3 Februari 2021

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini Meroket

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 213,2 (0,75%) mencapai 28.575 poin.

EKONOMI | 3 Februari 2021

Rehat Siang, IHSG Naik 79 Poin ke 6.123

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 103,2 miliar saham senilai Rp 8,895 triliun.

EKONOMI | 3 Februari 2021

Serapan Anggaran Kemperin 2020 Capai 93,73%

Untuk tahun 2021 Kemperin mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp 3,18 triliun.

EKONOMI | 3 Februari 2021

Waduh! Subsidi Upah Tahun Ini Tak Dilanjutkan

Kebijakan tersebut diambil pemerintah karena ekonomi dalam negeri sudah menunjukkan perbaikan.

EKONOMI | 3 Februari 2021

Emas Antam Ambles Rp 7.000 Per Gram

Untuk pecahan 100 gram sebesar Rp 88,912 juta.

EKONOMI | 3 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS