Serap 16 Juta Pekerja, Industri Sawit Berperan Entaskan Kemiskinan
Logo BeritaSatu

Serap 16 Juta Pekerja, Industri Sawit Berperan Entaskan Kemiskinan

Sabtu, 6 Februari 2021 | 18:14 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, industri kelapa sawit nasional telah berkontribusi besar untuk mengentaskan kemiskinan dengan menciptakan 16 juta lapangan kerja.

"Oleh karena itu, industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang perlu dikawal tidak hanya oleh pemerintah namun oleh seluruh komponen masyakat," kata Airlangga dalam webinar "Peran Kelapa Sawit Terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional", Sabtu (6/2/2021).

Menurut Airlangga, saat banyak sektor ekonomi terkena dampak pandemi Covid-19, industri sawit menjadi salah satu dari sedikit industri nasional yang mampu bertahan.

"Kegiatan operasional perkebunan tetap berjalan dan tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat sehingga 16 juta pekerja di sektor sawit tettap terjaga kesejahteraannya di tengah kelesuan ekonomi sepanjang tahun 2020 lalu," imbuhnya.

Airlangga mengatakan, Indonesia merupakan produsen minyak sawit utama yang menguasai 55 persen pangsa pasar dunia dan komoditas ini berkonstribusi terhadap 3,5 persen pertumbuhan ekonomi nasional. Keunggulan kelapa sawit dibandingkan komoditas lainnya adalah produktivitas yang lebih tinggi. Sehingga tidak membutuhkan luas lahan yang banyak.

"Untuk menghasilkan satu ton minyak sawit hanya membutuhkan lahan 0,3 hektare, sementara rapseed oil butuh 1,3 hektare dan sunflower membutuhkan 1,5 hektare, dan soya bean membutuhkan 2,2 hektare,” ucap Airlangga.

Namun, kata Airlangga, perdagangan komoditas sawit masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya, kampanye negatif dari negara lain. Untuk itu, lanjut dia, pemerintah bersama stakeholder kelapa sawit telah melakukan upaya diplomasi dan advokasi, melawan diskriminasi kelapa sawit.

"Pemerintah secara resmi telah melakukan gugatan di WTO terkait kebijakan diskriminasi kelapa sawit, penyamaan persepsi bersama akan produk kelapa sawit Indonesia berbasis scientific evidence dikembangkan oleh pemerintah,” ucap Airlangga.

Sementara itu Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman mengatakan dari sisi perekonomian regional keberadaan perkebunan kelapa sawit yang tersebar di 190 kabupaten di Indonesia telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

"Berdasarkan perhitungan statistik peningkatan produksi CPO (Crude Palm Oil) sebagai produk utama kelapa sawit berpengaruh positif dan signifikan terhadap perekonomian di daerah sentra perkebunan kelapa sawit,” ucapnya.

Eddy mengatakan, sawit sebagai komoditas yang paling produktif menyumbang 42 persendari total suplai minyak nabati dunia, pertumbuhan permintaan minyak nabati dunia meningkat 8,5 juta metrik ton setiap tahun. Dalam kondisi pandemi Covid-19, sawit masih memperlihatkan kinerja ekspor yang baik.

"Hal ini membuktikan ketahanan industri sawit Indonesia terhadap krisis ekonomi yang terjadi saat ini. Petani terjamin kesejahteraannya di tengah kelesuan ekonomi. Operasional di perkebunan sawit tetap berjalan normal dengan protokol kesehatan ketat,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sektor Logistik Perlu Inovatif dan Adaptasi Hadapi Era Baru Pandemi

Pandemi juga mengubah pola konsumsi masyarakat dari offline menjadi online. Hal ini harus diantisipasi pelaku industri logistik.

EKONOMI | 6 Februari 2021

KBI Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi

Menurut Fajar, edukasi perdagangan berjangka komoditi memerlukan kontribusi dan peran serta semua pemangku kepentingan.

EKONOMI | 6 Februari 2021

Gelar Musda, Hipmi Jatim Bangkitkan Optimisme Pemulihan Ekonomi

Menurut Mufti, Musda kali ini ditujukan untuk membangun semangat pengusaha muda di Jatim bisa kembali optimistis dan bangkit menggerakkan ekonomi daerah.

EKONOMI | 6 Februari 2021

Pemberlakuan Tarif Pungutan Ekspor Dorong Hilirisasi Industri Sawit

Kebijakan pemanfaatan dan penggunaan sawit sebagai bahan bakar nabati dalam bentuk biodiesel, memberikan dampak positif terhadap stabilisasi harga CPO.

EKONOMI | 6 Februari 2021

Airlangga: Program B30 Jaga Stabilitas Harga CPO

Airlangga menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen mendukung program biodiesel (B30) pada tahun 2021 dengan target alokasi penyaluran sebesar 9,2 juta KL.

EKONOMI | 6 Februari 2021

Kepala BKPM: Maluku Ditargetkan Jadi Lumbung Ikan Nasional

Menurut Bahlil, kawasan terpadu pelabuhan perikanan di Maluku ditargetkan beroperasi 2023.

EKONOMI | 6 Februari 2021

Bukan Investor Ritel yang Mendorong GameStop, Ini Temuan JPMorgan

Narasi investor ritel mengalahkan investor institusi mengaburkan dugaan bahwa Wall Street telah mengkooptasi gerakan mereka untuk mencari untung cepat.

EKONOMI | 6 Februari 2021

Panorama Nusa Kembangkan Agrowisata di Bogor Timur

Panorama Hills akan menjadi sebuah kawasan wisata yang mampu menjadi magnet bagi banyak orang, baik dari Jabodetabek maupun di luar itu.

EKONOMI | 6 Februari 2021

Penghapusan Subsidi Upah Dikhawatirkan Hambat Upaya Pemulihan Ekonomi

Melihat kondisi sosial dan ekonomi Indonesia yang saat ini masih terdampak oleh pandemi, pemberian bantuan subsidi upah ini masih cukup rasional.

EKONOMI | 6 Februari 2021

Ekosistem Riset Dukung Tercapainya Visi Indonesia Maju di 2045

Untuk mewujudkan mimpi Indonesia maju, perlu ada perubahan paradigma ekonomi dari yang berbasis sumber daya alam menjadi berbasis inovasi.

EKONOMI | 6 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS