Kasus Covid-19 Melonjak, Pengusaha Masih Wait and See
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Covid-19 Melonjak, Pengusaha Masih Wait and See

Sabtu, 6 Februari 2021 | 20:56 WIB
Oleh : Sri Rejeki Listyorini / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Pengusaha masih menunggu situasi (wait and see) di tengah ketidakpastian era pandemi Covid-19 yang menyebabkan rendahnya pengajuan kredit saat ini. Terus meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, yang memaksa pemerintah memberlakukan protokol kesehatan, semakin mempersulit dunia usaha untuk ekspansi.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira kepada Beritasatu.com, Sabtu (6/2/2021). Menurut Angga, pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) semakin menyulitkan dunia usaha.

"Secara otomatis, pengetatan mobilitas akan mengurangi konsumsi masarakat dan pada gilirannya memukul dunia usaha," kata dia. Faktor tersebut membuat pengusaha wait and see untuk melakukan ekspansi sehingga otomatis pengajuan kredit masih rendah.

Belum lama ini, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa fungsi intermediasi dari sektor keuangan masih lemah, tercermin dari pertumbuhan kredit yang masih terkontraksi, yaitu sebesar 2,41% (year on year/yoy) pada Desember 2020 di tengah likuiditas yang masih tinggi.

Perry memandang, pertumbuhan kredit yang rendah disebabkan oleh sisi permintaan dari dunia usaha, di samping karena persepsi risiko dari sisi penawaran perbankan. Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tetap tinggi yaitu sebesar 11,11% (yoy).

Menurut Angga, pengusaha masih wait and see untuk melakukan ekspansi di tengah masih tingginya angka Covid-19 di Indonesia. "Harapan bisa ekspansi adalah program vaksinasi dan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan, yang bisa dilakukan dengan law enforcement sehingga menciptakan trust di masyarakat," kata dia.

Pemberlakukan protokol kesehatan yang lebih ketat dan mengurangi mobilitas masyarakat akan berdampak pada dunia usaha. Ia berharap pemerintah bisa membuat terobosan di tengah pandemi agar pengusaha, khususnya UMKM bisa tetap jalan.

Penurunan suku bunga, kata dia, tak akan banyak manfaatnya jika dunia usaha macet. Ia juga berharap agar relaksasi kredit juga dibarengi dengan restrukturisasi sehingga pengusaha mendapat keringanan.

Kredit BRI
Berdasarkan data Investor Daily, salah satu bank yang dianggap berhasil mendorong pertumbuhan kreditnya adalah BRI, di mana penyaluran total kredit BRI telah mencapai Rp 938,37 triliun atau tumbuh 3,89% sepanjang tahun 2020.

Yang menggembirakan, kredit mikro BRI mampu tumbuh double digit sebesar 14,18%. Angka tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit nasional tahun 2020 yang diperkirakan OJK berada dikisaran minus 1 hingga 2%.
Saat ini, BRI gencar menyasar kredit ultra mikro yang minim akses pendanaan untuk diberikan fasilitas pinjaman murah via layanan digital.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, saat ini, baru sekitar 20% usaha ultramikro yang memiliki akses pembiayaan. "Mudah-mudahan kami bisa melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya yang semurah mungkin," kata Sunarso, Jumat (5/2/2021).

Dia mengungkapkan, selama ini sekitar 5 juta pengusaha ultramikro mencari sumber pendanaan dari rentenir dengan bunga tinggi, 7 juta dari kerabat, dan 18 juta lagi masih bingung harus kemana mencari pinjaman. "Kami mencari sasaran yang lebih kecil, tetapi jumlahnya banyak. Prosesnya memang harus digital, pelayanan melalui platform digital supaya cepat," ujar Sunarso.

Usaha ultramikro berada di bawah usaha mikro, dengan ticket size di bawah Rp 10 juta. Tenor pinjaman bisa lebih pendek, karena banyak dari pelaku usaha ultra mikro kebutuhan pinjamannya harian.

Menyasar usaha ultramikro, kata dia, adalah bagian dari strategi BRI untuk menumbuhkan sumber-sumber pertumbuhan baru. Selain itu, emiten berkode saham BBRI itu mendorong nasabah mikro dan kecil untuk naik kelas.

Pada 2021, BRI optimistis kredit mampu tumbuh di atas rata-rata industri nasional, dengan faktor pendukungnya loan to deposit ratio (LDR) yang terjaga di level 83,7% dibarengi perbaikan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga. Per Desember 2020, kredit BRI mencapai Rp 938,37 triliun atau tumbuh 3,89%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kredit nasional yang diperkirakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun 1-2%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Bursa Asia Pasifik Bervariasi Respons Data Ekonomi AS

Nikkei 225 di Jepang naik 0,38%, sementara indeks Topix menguat tipis.

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Masih Konsolidasi, Pantau BRIS, ASSA, MLPL, dan ICBP

Menjelang akhir pekan, rentang pergerakan IHSG diperkirakan masih berkisar di area 6.050 - 6.150.

EKONOMI | 17 September 2021

Harga Emas Anjlok Nyaris 3% di Tengah Naiknya Penjualan Ritel AS

Harga emas di pasar spot turun menjadi US$ 1.755,75 per ons setelah sempat mencapai level terendah lebih 1 bulan di US$ 1.744.30.

EKONOMI | 17 September 2021

Harga Minyak Stabil karena Ancaman Badai Nicholas Berkurang

Minyak mentah Brent naik 21 sen, atau 0,3% menjadi US$ 75,67 per barel.

EKONOMI | 17 September 2021

Pakar Sarankan Pencari Kerja Manfaatkan Fasilitas Management Training

Pencari kerja, khususnya yang baru lulus kuliah mengincar perusahaan besar yang umumnya memiliki program akselerasi karir, atau Management Training (MT).

EKONOMI | 17 September 2021

Dow Jatuh karena Klaim Pengangguran Naik

Dow Jones Industrial Average turun 63,07 poin, atau 0,2% ke 34.751,32.

EKONOMI | 17 September 2021


Gandeng Hotel di Bali, Radiant Utama Jajaki Bisnis IPP

Radiant menjajaki bisnis baru menjadi produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

EKONOMI | 17 September 2021

Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

Kementerian dan lembaga wajib sediakan tempat promosi dan pengembangan UKM paling sedikit 30% total luas lahan area komersial.

EKONOMI | 16 September 2021

Luncurkan Program Kejar, Karier.mu Dukung Masyarakat Asah Potensi

Karier.mu meluncurkan program Kejar guna mendukung masyarakat pemegang Kartu Prakerja menyalurkan potensi untuk mencapai impian.

EKONOMI | 16 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
IDI Papua Desak Jaminan Keamanan Para Nakes di Papua

IDI Papua Desak Jaminan Keamanan Para Nakes di Papua

NASIONAL | 20 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings