Sri Mulyani Suntik Rp 42,38 T untuk Sembilan BUMN, Cek Daftarnya
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sri Mulyani Suntik Rp 42,38 T untuk Sembilan BUMN, Cek Daftarnya

Senin, 8 Februari 2021 | 21:29 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pemerintah pada 2021 akan memberikan suntikan dana sebesar Rp 42,38 triliun untuk sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dana yang masuk dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN).

Adapun sembilan perusahaan pelat merah itu adalah PT PLN (Persero) sebesar Rp 5 triliun. Dananya dialokasikan untuk infrastruktur ketenagalistrikan transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan. “Ini bagian investasi PLN, lebih banyak mission development atau dalam hal ini fungsi public good lebih besar,” tutur Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR Senin (8/2/2021).

Kedua, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebesar Rp 20 triliun. Anggaran tersebut diberikan untuk menjaga risk based capital (RBC) 120%. Langkah ini mengingat BPUI sebagai lembaga asuransi jiwa baru yang akan menerima restrukturisasi polis PT Ausransi Jiwasraya. Menkeu menegaskan, PMN kepada BPUI mempertimbangkan skema yang telah disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir kepada Komisi VI DPR terkait pembentukan asuransi jiwa baru yaitu sebesar Rp 12 triliun pada 2021, dan Rp 10 triliun pada tahun 2022. “Jadi ini Rp 20 triliun angka maksimal dan untuk tahun depan meminta anggaran Rp 10 triliun lagi”tuturnya.

Ketiga, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) senilai Rp 977 miliar guna pengembangan kawasan industri terpadu (KIT) di Batang.

Keempat, PT Hutama Karya (HK) sebesar Rp 6,2 triliun untuk modal kerja sebagai kompensasi menjalankan proyek pemerintah yakni pembangunan infrastruktur Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) untuk tiga ruas yakni Sigu-Banda Aceh, Kuala Tanjung-Parapat, dan Lubuk Linggau-Bengkulu. Menurutnya anggaran yang dialokasikan untuk HK merupakan bentuk penugasan pembangunan jalan di Sumatera.

“Memang memakan modal cukup besar dan leverage sudah cukup tinggi mungkin perlu kita lakukan langkah-langkah dan kemudian Menko Perekonomian, dan Menko Maritim dan Investasi serta Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) tengah mengkaji keseluruhan PSN (proyek strategis nasional) termasuk jalan tol di Sumatera terkait feasibility study dan bagaimana menyelesaikan agar proyek jalan, tetapi dari sisi keuangan BUMN kita tetap bisa dijaga,” tututrnya.

Kelima, PT Pelindo III sebesar Rp 1,2 triliun untuk pengembangan pelabuhan Benoa, Bali guna mendukung program Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

Keenam, PT PAL sebesar Rp 1,28 triliun guna penyiapan fasilitas produksi kapal selam dan pengadaan peralatan produksinya.

Ketujuh, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebesar Rp 2,25 triliun untuk penyediaan dana murah jangka panjang kepada penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kedelapan, PT Lembaga Pembiyaaan Ekspor Indonesia (LPEI) senilai Rp 5 triliun untuk pengadaan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi serta penugasan khusus ekspor.

Kesembilan, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebesar Rp 470 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung penyelenggaraan KTT G20 tahun 2022 di TanaMori-Labuan Bajo.

Menkeu mengatakan, suntikan PMN kepada BUMN/lembaga sudah menjadi tren sejak 2010 lalu. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah agar BUMN bisa menjadi salah satu motor penggerak perekonomian. “Kita harus tempatkan BUMN sebagai agent of development dan sebagai vehicle alat sarana untuk tingkatkan pemerataan masyarakat di mana sering membutuhkan langkah langkah pembangunan yang internal rate of return atau visibility sisi keuangan belum seperti proyek komersial tapi dampaknya luar biasa penting,” tuturnya.

Bahkan selama 1 dekade atau kurun waktu 2010 hingga ,2019 pemerintah sudah menyuntik BUMN melalui penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 186,47 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa dalam 10 tahun terakhir pemberian PMN kepada BUMN dan badan usaha lainnya merupakan dana yang berasal dari APBN, sehingga bersifat fluktuatif. Meski begitu, PMN memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperbaiki struktur permodalan BUMN. “Terutama saat BUMN diberikan penugasan pembangunan sangat penting namun internal rate of return (IRR) sangat belum mencukupi sehingga perlu injeksi modal,” tuturnya.

Menkeu menceritakan bahwa sejak tahun 1997 hingga 1998 tekanan akibat krisis keuangan Asia telah menyebabkan langkah bailout di hampir seluruh sektor perbankan yang menyebabkan APBN tertekan dan menyebabkan utang pemerintah meningkat signfiikan kala itu. “Kelihatan sejak tahun 2010 hingga tahun 2010 bukan PMN tapi yang dilakukan (pemerintah) divestasi untuk kurangi beban utang dari APBN akibat bailout terhadap perbankan tahun 1997-1998,” tuturnya.

Menurut Menkeu, dalam kurun waktu tahun 2010 hingga 2019 PMN terhadap BUMN telah berkontribusi terhadap penerimaan pajak sebesar Rp 1.518,7 triliun dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) berupa dividen tercatat Rp 377,8 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mendes Instruksikan Dana Desa Dapat Digunakan untuk Posko Jaga Desa

Abdul Halim Iskandar telah menginstruksikan Dana Desa dapat digunakan untuk operasional Posko Jaga Desa.

EKONOMI | 8 Februari 2021

Pembentukan Holding BUMN, Menkeu Pastikan Tak Ada Kanibalisasi

Menteri Keuangan memastikan pembentukan holding BUMN yang melibatkan BRI, Pegadaian dan PMN tidak memiliki dampak negatif terhadap ketiganya.

EKONOMI | 8 Februari 2021

Pelindo I Targetkan Arus Peti Kemas Tumbuh 10 Persen

Pelindo 1 menargetkan arus bongkar muat peti kemas sebanyak 1,57 juta TEUs pada 2021.

EKONOMI | 8 Februari 2021

Teten Tekankan Pentingnya Keberlanjutan Program PEN bagi KUMKM

Teten Masduki menekankan pentingnya keberlanjutan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Tahun 2021 ini.

EKONOMI | 8 Februari 2021

Menkeu Targetkan 29 Juta UMKM Dapat Fasilitas Pembiayaan Murah

Akses permodalan menjadi salah satu kendala yang dihadapi sebagian besar pengusaha UMKM.

EKONOMI | 8 Februari 2021

Kementerian BUMN Siapkan PFN Jadi Lembaga Pembiayaan Film

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan transformasi Perum Produksi Film Negara (PFN) menjadi lembaga pembiayaan untuk pembuatan film.

EKONOMI | 8 Februari 2021

Sri Mulyani Anggarkan Pembiayaan Investasi 2021 Rp 184,46 Triliun

Menurut Sri Mulyani, kebijakan pembiayaan investasi tahun ini diarahkan kepada enam pos anggaran.

EKONOMI | 8 Februari 2021

Presiden Bertemu Pimpinan Perbankan Bahas Pemulihan Ekonomi

Jokowi memanggil sejumlah pimpinan perbankan untuk membahas tentang penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

EKONOMI | 8 Februari 2021

Victoria Care Targetkan Kenaikan Penjualan 25% di 2021

Victoria Care Indonesia telah menyiapkan anggaran belanja modal Rp 100 miliar.

EKONOMI | 8 Februari 2021

Pemerintah Perkuat Dukungan untuk Media Hadapi Pandemi

Pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada perusahaan media dalam menghadapi pandemi Covid-19.

EKONOMI | 8 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS