Putuskan Kontrak Sewa Bombardier, Garuda Lobi Keringanan Denda
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Putuskan Kontrak Sewa Bombardier, Garuda Lobi Keringanan Denda

Rabu, 10 Februari 2021 | 18:49 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah memutuskan untuk mengakhiri secara sepihak kontrak sewa dan akan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 kepada Nordic Aviation Capital (NAC), yang sebetulnya baru akan jatuh tempo pada 2027.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyadari bahwa keputusan ini akan menimbulkan konsekuensi terpisah. Namun Irfan menegaskan, pihak Garuda siap menghadapi konsekuensi tersebut. “Di dalam perjanjian kontrak leasing, apabila Garuda memutuskan leasing di tengah waktu, disebutkan bahwa Garuda harus membayar seluruh sisa masa kontrak tersebut sesuai dengan masa kontrak bulanannya,” kata Irfan Setiaputra dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (10/2/2021).

Menurut Irfan, negosiasi terus dilakukan antara pihak Garuda dengan NAC agar pihak Garuda bisa mendapatkan keringanan denda pemutusan kontrak. Namun hingga kini belum menemukan titik temu. “Kami tentunya meminta menegosiasi dengan harga yang jauh lebih rendah. Harga ini yang tidak ketemu, dan permintaan mereka menurut kami tidak masuk akal. Bukannya turun, malah naik setiap kali negosiasi,” kata Irfan.

Selama menyewa Bombardier CRJ 1000 sekitar 8 tahun, menurut Irfan, Garuda Indonesia terus merugi karena ternyata pesawat tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan pasar di Indonesia. “Selama mengoperasikan pesawat ini, setiap tahunnya secara rata-rata kita mengalami kerugian penggunaan pesawat CRJ ini lebih dari US$ 30 juta per tahun, sementara sewa pesawatnya untuk 12 pesawat di angka US$ 27 juta,” kata Irfan

Dengan melakukan penghentian kontrak sebelum jatuh tempo, menurut Irfan potensi kerugian hingga US$ 220 juta bisa dihindari. “Apabila kita terminasi pada 1 Februari kemarin sampai dengan akhir masa kontraknya, kita akan saving di angka lebih dari US$ 220 juta. Ini sebuah upaya kita untuk menghilangkan atau minimal mengurangi kerugian dari penggunaan pesawat ini di Garuda,” kata Irfan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyampaikan, Kementerian BUMN dan Garuda Indonesia harus mengambil langkah tegas dalam merespon sikap NAC tersebut.

“Saya rasa kita tidak mau dilecehkan, apalagi ini kan ada dua isu. Pertama memang ada kasus hukumnya, dan kedua kita dalam situasi pandemi. Jadi sudah seyogyanya kita berdiri sama tinggi,” kata Erick.

Menurut Erick, keputusan penghentian sewa keputusan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 juga atas beberapa pertimbangan. Selain mempertimbangkan tata kelola perusahaan yang baik dan sebagai langkah efisiensi untuk mencegah kerugian yang semakin besar, langkah ini juga melihat keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia dan juga penyelidikan Serious Fraud Office (SFO) Inggris terhadap indikasi pidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda saat proses pengadaan pesawat tahun 2011.

Selain memutuskan untuk mengakhiri kontrak dan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 kepada NAC, menurut Erick Garuda saat ini juga tengah melakukan negosiasi early payment settlement contract financial list untuk enam pesawat jenis yang sama dari Export Development Canada (EDC) yang jatuh tempo pada 2024. “Proses negosiasi ini sudah terjadi berulang kali antara Garuda dan NAC, dan tentu ini niat baik kami. Tapi sayangnya early termination ini belum mendapat respon dari mereka. Sedangkan proses negosiasi dari EDC masih terus berlangsung,” kata Erick.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasad Minta Dekopin Sejahterakan Prajurit Lewat Koperasi

Kasad minta Ketua Dekopin membimbing proses digitalisasi Koperasi Kartika sehingga bisa menghadirkan kesejahteraan untuk prajurit AD di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

APG Minta Karyawan Solid Dukung Penyelamatan Garuda Indonesia

Pilot Garuda sudah menjalankan pengurangan penghasilan sebesar 50% demi mendukung proses penyelamatan Garuda Indonesia.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Prudential Dorong Literasi Asuransi Jiwa Syariah bagi Perempuan

Pemahaman masyarakat Indonesia mengenai keuangan maupun asuransi masih rendah.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Delapan Varietas Perkebunan Lulus Penilaian Kementan

Sebanyak delapan varietas perkebunan teranyar disetujui untuk dilepas Menteri Pertanian setelah lulus dari Tim Penilai Varietas (TPV) Ditjen Perkebunan.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Dewan Komisaris Pertamina Kunjungi Dockyard Sorong

Dewan Komisaris berkesempatan mengunjungi Pertamina Dockyard Sorong yang merupakan salah satu business unit PT Pertamina.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Menteri Basuki: Infrastruktur Berkelanjutan Ikut Kurangi Emisi Karbon

Pembangunan infrastruktur ramah lingkungan dan berkelanjutan dilakukan sebagai upaya pengurangan emisi karbon dan berketahanan terhadap perubahan iklim.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Ditopang Infrastruktur, ALFI Sebut Biaya Logistik Turun Jadi 21,3%

Berdasarkan perhitungan yang dibuat ALFI, biaya logistik sudah turun ke angka 21,3% dari produk domestik bruto (PDB).

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Ketiban Berkah Naiknya Harga CPO, Rugi FAP Agri Menurun

FAP Agri membukukan peningkatan penjualan kuartal III 2021 sebanyak 16% menjadi Rp 1,4 triliun.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Gojek Dorong Inovasi di Tiga Layanan Utama

Gojek akan menguji coba penggunaan 500 sepeda motor listrik di Jakarta Selatan.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Penerbitan Sukuk Global Dukung Mitigasi Perubahan Iklim

Pemerintah telah menerbitkan sovereign green sukuk senilai US$ 3,5 miliar sebagai salah satu upaya untuk membiayai penanganan perubahan iklim.

EKONOMI | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Upah Minimum


# Anies Baswedan


# Timnas U-23


# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta



TERKINI
Jangan Dipecat, Ini Solusi Conor McGregor untuk Ole Gunnar Solskjaer di MU

Jangan Dipecat, Ini Solusi Conor McGregor untuk Ole Gunnar Solskjaer di MU

BOLA | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings