BFI Finance Targetkan Pembiayaan Baru Rp 13,5 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-52)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-13)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-12)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-2)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-13)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-19)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-9)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-20)   |   IDXTRANS 1056 (-4)   |   IDXV30 127 (-0)   |   INFOBANK15 952 (-12)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-4)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-9)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BFI Finance Targetkan Pembiayaan Baru Rp 13,5 Triliun

Sabtu, 13 Februari 2021 | 16:44 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menargetkan pertumbuhan pembiayaan baru untuk tahun 2021 sebesar Rp 13,5 triliun. Target tersebut naik sekitar 75% dibandingkan akhir tahun 2020.

"Target tersebut masih sedikit di bawah pencapaian bisnis di tahun 2019. Ini karena kita berharap masalah Covid-19 sudah mulai bisa terkendali, sehingga ekonomi bisa ikut bergerak normal secara bertahap,” jelas BFI dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.

Selain dari mobil bekas (used car) yang mendominasi pembiayaan, perseroan juga akan menggenjot segmen pembiayaan alat berat. Apalagi permintaan akan berat tengah menanjak akibat terpantik harga komoditas perkebunan maupun pertambangan, serta kegiatan konstruksi pada tahun ini. Untuk itu, pertumbuhan segmen pembiayaan alat berat ditargetkan di atas 20% pada 2021.

Posisi terakhir per September 2020, perusahaan berkode BFIN ini membukukan piutang pembiayaan bersih senilai Rp 13,52 triliun, tercatat turun 19,4% (year-on-year/yoy) dari posisi 2019 di Rp 16,77 triliun.

Komposisi piutang pembiayaan yang dikelola BFIN masih didominasi segmen mobil bekas sekitar 72%, disamping pembiayaan alat berat dan permesinan yang mencapai 14,3%, motor bekas 9,2%, serta sisanya pembiayaan mobil baru, property-backed, dan syariah mencapai 4,7%.

Perseroan berharap sentimen positif terhadap salah satu segmen andalan BFI Finance ini mampu mendorong rencana perusahaan pada 2021 untuk mengembalikan size bisnis seperti sebelum pandemi Covid-19.

Terutama dari sisi pembiayaan baru, apabila pada periode 2020, tepatnya hingga kuartal III-2020 BFI Finance hanya mampu memembukukan Rp 5,43 triliun. Selisihnya jauh dari capaian kuartal III-2019 yang mencapai Rp 11,31 triliun, atau turun 52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Oleh karena itu, dalam rencana bisnisnya, BFI Finance sedang gencar memanfaatkan peluang bisnis di tengah perbaikan ekonomi makro, termasuk mengisi celah yang ditinggalkan oleh sebagian kompetitor.

BFI Finance pun tahun ini dalam posisi sangat siap untuk back to track. Hal itu sejalan dengan kondisi pandemi yang diharapkan mulai bisa terkendali seiring vaksinasi dan aktivitas ekonomi membaik.

"Pada tahun 2021, perusahaan siap untuk lebih ekspansif untuk mengejar size bisnis ke level di tahun sebelum pandemi. Jaringan kerja, pendanaan, serta penyesuaian pola kerja telah dipersiapkan agar jika kondisi pandemi sudah mulai terkendali dan vaksinasi berjalan efektif maka, BFI dapat bergerak dengan cepat,” tulisnya.

Lebih lanjut, BFI Finance berencana menyelesaikan seluruh restrukturisasi piutang yang terjadi selama kondisi pandemi sehingga tidak ada perbedaan kualitas antara piutang normal dan restrukturisasi, serta transformasi digital untuk seluruh transaksi dengan penerapan teknologi berbasis data.

“Restrukturisasi piutang yang terjadi selama kondisi pandemi sampai tahun lalu masih dalam pemantauan agar semaksimal tidak kembali bermasalah, walaupun BFI telah melakukan pencadangan biaya yang sangat besar di akhir tahun 2020. Proses transformasi digital tetap berjalan secara berkelanjutan, seperti melakukan kolaborasi dengan beberapa pihak dalam hal data analytics dan data warehouse untuk credit scoring,” katanya.

Di sisi lain, untuk menggenjot target pembiayaan, BFI Finance menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 100 miliar hingga Rp 140 miliar. Alokasi capex terutama untuk pengembangan sistem dan teknologi informasi. Adapun, dana capex sepenuhnya menggunakan kas internal perseroan.

Sementara itu, BFI Finance menyatakan siap melunasi obligasi yang akan jatuh tempo pada Maret 2021 sebesar Rp 1 triliun. Di mana, dana untuk pelunasan obligasi tersebut telah disiapkan dari cadangan kas internal perusahaan. Sebelumnya, pihaknya telah melunasi obligasi tahun 2017 seri C sekitar Rp 400 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Apresiasi Peran Mantri, Kantor Wilayah BRI Bandung Gelar Forum Komunikasi

Mantri BRI berperan sebagai tenaga pemasar BRI yang kerap membantu dan mendukung pelaku usaha Mikro mengembangkan bisnisnya.

EKONOMI | 13 Februari 2021

BPJS Kesehatan Surplus, Kenaikan Tarif Perlu Ditinjau

Dengan adanya surplus ini, sudah selayaknya iuran BPJS khususnya kelas tiga dikembalikan seperti semula yaitu Rp 25.500.

EKONOMI | 13 Februari 2021

Staf Khusus Menkeu: Relaksasi PPnBM Mobil Tidak Pengaruhi Penerimaan Negara

Kebijakan relaksasi PPnBM mobil ini masuk ke dalam belanja pajak pemerintah.

EKONOMI | 13 Februari 2021

Dalam 10 Hari Perdagangan, Harga Minyak Catat Tren Positif Sembilan Kali

Minyak mentah Brent naik 2,11% menjadi US$ 62,43 per barel.

EKONOMI | 13 Februari 2021

Kemkeu: PPnBM Mobil yang Dibebankan ke Konsumen Dibayar Pemerintah

Diskon pajak dilakukan secara bertahap sampai Desember 2021 agar memberikan dampak optimal.

EKONOMI | 13 Februari 2021

Harga Emas Jatuh Imbas Stabilnya Dolar

Emas berjangka AS melemah 0,2% menjadi US$ 1.823,20.

EKONOMI | 13 Februari 2021

Dow Menguat Cetak Rekor, Secara Mingguan Bursa AS Positif

Dow Jones Industrial Average naik 27,7 poin, atau 0,1%, mencapai level tertinggi baru sepanjang masa.

EKONOMI | 13 Februari 2021

Bursa Eropa Menguat Meski Ekonomi Inggris Minus 9,9%

Pan-European Stoxx 600 mengakhiri sesi naik 0,6%.

EKONOMI | 13 Februari 2021

Kemnaker: Hanya 49 P3MI yang Layak Tempatkan PMI ke Arab Saudi

Kemnaker menegaskan, hanya 49 P3MI yang layak untuk bisa menempatkan pekerja migran Indonesia (PMI) dengan sistem satu kanal ke Arab Saudi.

EKONOMI | 12 Februari 2021

Loyalitas Nasabah Bank DKI Teratas di Kategori BPD

Berdasarkan tingkat kepuasan dan loyalitas nasabah, Bank DKI sukses membawa pulang 9 penghargaan SLE Award 2021.

EKONOMI | 12 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS