Logo BeritaSatu

Bambang Haryo: Pembangunan Dermaga Eksekutif Baru Bukan Solusi Kasus Monopoli ASDP

Minggu, 14 Februari 2021 | 11:18 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membangun dermaga eksekutif baru khusus untuk kapal ferry swasta di lintasan Merak-Bakauheni dinilai tidak tepat. Ini merupakan upaya mengalihkan isu monopoli dan pelanggaran hak-hak konsumen kapal eksekutif oleh BUMN di dermaga eksekutif itu.

Menurut Bambang Haryo Soekartono, pemerhati dan praktisi transportasi laut, pembangunan dermaga eksekutif baru tidak menyelesaikan masalah di Merak-Bakauheni akibat monopoli dan pelanggaran hak konsumen untuk mendapatkan pelayanan kapal eksekutif sesuai dengan standar, baik dari segi ukuran, usia kapal, kecepatan, maupun kenyamanan.

"Meskipun dermaga eksekutif baru akan dikhususkan untuk kapal swasta, itu bukan solusi. ASDP jangan mengalihkan isu monopoli dan pelanggaran hak konsumen dengan membangun dermaga eksekutif baru yang sampai saat ini belum jelas perencanaannya. Fokus dulu membenahi dermaga eksekutif yang sudah ada dengan menempatkan kapal-kapal sesuai standarisasi eksekutif seperti yang sudah ada di kapal-kapal ferry swasta terbaik," ungkap Bambang Haryo dalam keterangannya, Minggu (14/2/2021).

Bambang Haryo yang juga Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur mengatakan, Merak-Bakauheni memang butuh tambahan dermaga ekonomi supaya kapal-kapal di lintasan tersibuk di Indonesia itu bisa beroperasi secara optimal untuk melayani masyarakat.

Saat ini di lintasan Merak-Bakauheni terdapat 7 pasang dermaga, termasuk satu dermaga eksekutif, sedangkan armada yang beroperasi 74 unit sehingga setiap dermaga digilir untuk 10-11 kapal. Padahal, kata Bambang Haryo, tiap dermaga ekonomi idealnya melayani 6 kapal (4 kapal operasi dan 2 kapal off) atau total 36 kapal ekonomi per hari.

Akibat dermaga lebih sedikit, hanya 35% dari 74 kapal ferry yang dapat beroperasi di lintasan itu per tahun. Sisanya terpaksa lego jangkar di luar area pelabuhan menunggu giliran operasi.

Kekurangan dermaga ekonomi menyebabkan utilisasi kapal-kapal di lintasan itu sangat rendah (under-utilize) sehingga menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Bebannya tidak hanya ditanggung oleh operator kapal, konsumen juga dirugikan karena tarif menjadi mahal karena biaya operasional kapal tinggi, waktu tempuh pelayaran lebih lama, dan ketersediaan kapasitas angkut tidak maksimal.

"Untuk menyesuaikan jadwal operasi yang terbatas, kapal-kapal ekonomi terpaksa mengurangi kecepatannya. Padahal kecepatan mereka banyak yang di atas 15 knot atau bisa 1 jam pelayaran seperti standar kapal eksekutif, tetapi 'dipaksakan' jadi 2-3 jam. Kondisi ini akibat jumlah kapal banyak tetapi dermaganya kurang, " paparnya.

Berdasarkan kondisi itu, anggota DPR periode 2014-2019 ini mengatakan, Pelabuhan Merak dan Bakauheni idealnya memiliki 2 kali lipat jumlah dermaga saat ini atau 14 pasang dermaga supaya 70% armada di lintasan itu bisa beroperasi.

"Tugas pemerintah dan ASDP adalah segera menambah dermaga ekonomi, bukan bangun dermaga eksekutif lagi. Rakyat jangan ditekan supaya bayar lebih mahal untuk mendapat kecepatan waktu tempuh dengan menggunakan dermaga eksekutif," tegas Bambang Haryo.

Ketua Dewan Pembina DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) ini mengatakan, kapal ekonomi bisa memberikan kecepatan seperti standar kapal eksekutif jika jumlah dermaga memadai. Bahkan, pelayanannya bisa lebih baik jika disediakan fasilitas terminal yang layak seperti di dermaga eksekutif.

"Terminal yang dikelola ASDP belum bagus, fasilitasnya minim dan banyak yang rusak. Kalau ASDP tidak mampu sebaiknya serahkan saja kepada BUMN lain yang lebih baik," ujarnya.

Menurut dia, kapal-kapal ekonomi di Merak-Bakauheni sudah sejajar dengan kapal-kapal eksekutif. Bahkan tahun pembuatannya lebih muda, fasilitas lebih lengkap, dan ukurannya lebih besar. "Kecepatannya juga banyak di atas 15 knot, sedangkan kapal eksekutif mayoritas justru 13 knot ke bawah," lanjutnya.

Daripada membangun dermaga eksekutif baru, Bambang Haryo mengatakan ASDP sebaiknya memberikan tempat bagi operator swasta terbaik yang sering mendapat penghargaan dari Kemenhub dan Presiden untuk ikut melayani dermaga 6 (eksekutif) yang sudah ada agar tidak dituding monopoli. "Harap diingat, dermaga itu dibangun menggunakan full APBN, yakni APBN 2012 dan PMN (Penyertaan Modal Negara) 2016-2017," tandasnya.

Bambang Haryo juga mempertanyakan pernyataan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi yang menyatakan dermaga eksekutif baru segera dibangun pada tahun ini dengan target penyelesaian sebelum Lebaran tahun ini. "Impossible bisa selesai sebelum lebaran. Sosialisasi dan perencanaannya saja belum," ujarnya.

Rencana pembangunan dermaga eksekutif baru itu menyusul gugatan Gapasdap atas monopoli dermaga eksekutif oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang memicu reaksi keras dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan tanggapan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mayoritas Bursa Asia Melemah, Pasar Tunggu Data Tiongkok

Bursa Asia-Pasifik dibuka melemah pada hari pertama kuartal baru, Jumat (1/7/2022). Investor menunggu hasil survei swasta tentang aktivitas pabrik Tiongkok.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Pascarapat Produksi OPEC+, Harga Minyak Mentah Dunia Melemah

Harga minyak mentah dunia turun karena OPEC+ mengonfirmasi peningkatan produksi Agustus akan tetap sesuai komitmen yang diumumkan sebelumnya.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Wall Street KO, Ini Semester Pertama Terburuk S&P Sejak 1970

Wall Street kembali melemah pada hari Kamis (30/6/2022). S&P 500 menutup paruh pertama terburuknya dalam lebih dari 50 tahun.

EKONOMI | 1 Juli 2022

PT Mutuagung Permudah Uji Kualitas Lingkungan di Pontianak

PT Mutuagung akan memperluas laboratorium lingkungan di beberapa daerah lainnya seperti Batam, Makassar, Banjarbaru, dan Aceh.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Jerry Sambuaga Meminta Pebisnis Kripto Terus Berinovasi

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, meminta para pelaku perdagangan kripto untuk terus berinovasi.

EKONOMI | 30 Juni 2022

Transformasi Harvest City Dilirik Brand Internasional

Transformasi dan rebranding perumahan Harvest City di kawasan Transyogi, Kabupaten Bogor, menarik perhatian investor baik brand nasional maupun internasional.

EKONOMI | 30 Juni 2022

New York-Indonesia Investment Forum 2022 Siap Digelar

New York-Indonesia Investment Forum By Sector Series melalui cara virtual akan digelar tiga kali pada Juli sampai Agustus. 

EKONOMI | 30 Juni 2022

Kolaborasi, Menhub Optimistis Sektor Penerbangan Akan Pulih

Menhub Budi Karya Sumadi optimistis sektor penerbangan mampu menghadapi tantangan pemulihan di masa normal.

EKONOMI | 30 Juni 2022

Pertamina Tak Wajibkan Beli Pertalite Pakai HP, Solusinya?

Pertamina juga menegaskan bahwa tidak wajib memiliki aplikasi MyPertamina saat konsumen ingin membeli Pertalite.

EKONOMI | 30 Juni 2022

OJK Dorong BPR/BPRS Lebih Inovatif agar Makin Diterima Pasar

OJK mendorong Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) untuk secepatnya melakukan inovasi.

EKONOMI | 30 Juni 2022


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Muhidin Said


# Roy Suryo


# Partai Buruh


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kunjungan Wisman Mei 2022 Tertinggi Sejak Awal Pandemi

Kunjungan Wisman Mei 2022 Tertinggi Sejak Awal Pandemi

EKONOMI | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings