Utang Luar Negeri Triwulan IV Capai Rp 5.808 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Utang Luar Negeri Triwulan IV Capai Rp 5.808 Triliun

Senin, 15 Februari 2021 | 12:32 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$ 417,5 miliar pada akhir triwulan IV 2020. Nilai utang tersebut setara dengan Rp 5.808 triliun (kurs Rp 13.912 per dolar AS).

Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia, pada akhir triwulan IV 2020 tumbuh sebesar 3,5% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 3,9% (yoy). Perlambatan ULN tersebut terutama disebabkan perlambatan pertumbuhan ULN swasta.

BI merinci utang tersebut berasal dari beberapa sumber. Pertama, dari utang luar negeri sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar 209,2 miliar dolar AS dan kedua ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 208,3 miliar dolar AS.

BI menyatakan dari sisi ULN pemerintah tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada triwulan IV 2020, ULN Pemerintah tercatat sebesar 206,4 miliar dolar AS atau tumbuh 3,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan III 2020 sebesar 1,6% (yoy).

“Perkembangan ini didukung oleh terjaganya kepercayaan investor sehingga mendorong masuknya aliran modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN)”tutur Direktur Eksekutif Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Senin (15/2/2021).

Di samping itu, penarikan sebagian komitmen pinjaman luar negeri untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, yang diantaranya mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,9% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,7%), sektor jasa pendidikan (16,7%), dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,9%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,1%).

Hal berbeda terjadi pada ULN sektor swasta, yang tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN swasta pada akhir triwulan IV 2020 tercatat 3,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 6,2% (yoy).

Perkembangan ini didorong oleh melambatnya pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam.

“Pada akhir triwulan IV 2020, ULN PBLK tumbuh sebesar 6,4% (yoy), melambat dari pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 8,4% (yoy). Selain itu, kontraksi ULN LK tercatat sebesar 4,7% (yoy), lebih besar dari kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat 0,9% (yoy)”tuturnya.

Sementara itu, jika berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,1% dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian.

Dengan demikian, BI menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Struktur ULN yang sehat tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan IV 2020 yang tetap terjaga di kisaran 39,4%, meskipun meningkat dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 38,1%.

Struktur ULN Indonesia yang tetap sehat juga tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1% dari total ULN.

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian”ungkap BI.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini 5 Saham Paling Cuan Sesi I

KPIG melonjak 33,33%, BANK naik 24,83%, IMAS menguat 20,63%, AGII terangkat 12,90% dan FILM meningkat 7,69%.

EKONOMI | 15 Februari 2021

Pendapatan XL Axiata Naik Tipis, Laba Turun 48%

EXCL pada akhir tahun 2020 meraih peningkatan pendapatan sebesar 3,5% menjadi Rp 26 triliun, sedangkan laba bersih anjlok 47,85% menjadi Rp 371,6 miliar.

EKONOMI | 15 Februari 2021

Pengerjaan Infrastruktur Kelistrikan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

PT PLN mematuhi protokol kesehatan yang ketat dalam pengerjaan infrastruktur kelistrikan selama pandemi Covid-19.

EKONOMI | 15 Februari 2021

Dalam Setahun, Penduduk Miskin di Indonesia Bertambah 2,76 Juta

“Pada September 2020, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 27,55 juta jiwa, atau setara dengan 10,19%,” kata Kepala BPS, Suhariyanto.

EKONOMI | 15 Februari 2021

Sesi I, IHSG Menguat 0,8%, Asing Jual Bersih Rp 366 M

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,82% ke kisaran 6.273,83 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (15/2/2021).

EKONOMI | 15 Februari 2021

Impor Turun, Neraca Perdagangan Surplus US$ 1,96 Miliar

Untuk impor, nilainya mencapai US$ 13,34 miliar atau turun 7,59% dibandingkan Desember 2020.

EKONOMI | 15 Februari 2021

Ekspor Januari 2021 Turun 7,48% dari Desember

Nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 15,30 miliar, turun 7,48% dibandingkan Desember 2020 yang mencapai US$ 16,54 miliar.

EKONOMI | 15 Februari 2021

PPnBM Mobil Akan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II

Emiten yang bergerak dalam industri otomotif, perdagangan kendaraan bermotor, dan multifinance akan mendapat sentimen positif.

EKONOMI | 15 Februari 2021

Pandemi, Pertamina Optimalkan Layanan Pesan Antar BBM dan LPG

Layanan ini bertujuan untuk mempermudah konsumen dalam memperoleh produk Pertamina.

EKONOMI | 15 Februari 2021

Harga Emas Antam Stagnan di Rp 940.000

Harga pembelian kembali atau buyback emas juga tetap di Rp 820.000 per gram.

EKONOMI | 15 Februari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS