Pefindo Tegaskan Peringkat A untuk Trimegah Sekuritas Indonesia
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pefindo Tegaskan Peringkat A untuk Trimegah Sekuritas Indonesia

Senin, 15 Februari 2021 | 16:43 WIB
Oleh : Muhammad Nabil Alfaruq / FER

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menegaskan peringkat A untuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) beserta Medium Term Notes (MTN) I Tahun 2018 sebesar Rp250 miliar yang akan jatuh tempo pada 25 April 2021.

Manajemen Pefindo mengatakan, obligor dengan peringkat A memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Namun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

"Peringkat tersebut mencerminkan posisi bisnis perusahaan yang kuat, lini bisnis yang terdiversifikasi dengan baik dan permodalan yang kuat. Namun, peringkat ini dibatasi oleh volatilitas pasar modal dan tekanan profitabilitas karena pandemi,” jelas manajemen, dalam keterangannya baru-baru ini.

Sementara itu, prospek peringkat perusahaan dipertahankan negatif, sebab profil kredit Trimegah Sekuritas Indonesia dinilai tetap berada di bawah tekanan yang cukup besar selama beberapa kuartal ke depan.

"Kami mempertimbangkan volatilitas dan ketidakpastian yang tinggi pada industri sekuritas di tengah pelemahan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19,” jelas manajemen.

Kemudian, Pefindo juga berpandangan bahwa Trimegah Sekuritas dan perusahaan sekuritas independen lainnya memiliki pendanaan yang kurang stabil pada situasi kredit yang ketat, mempertimbangkan fasilitas pinjaman tanpa komitmen yang rentan terputus, dimana hal ini berada di luar kendali debitur.

“Sehubungan dengan perkembangan pandemi Covid-19, kami akan memantau dengan cermat industri pasar modal, kinerja bisnis dan keuangan Perusahaan, serta posisi likuiditas Perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan yang harus diselesaikan,” jelas manajemen.

Sebagai informasi, Trimegah Sekuritas Indonesia akan melunasi MTN yang akan jatuh tempo. Menurut Pefindo, kesiapan perseroan untuk melunasi surat utang tersebut didukung oleh penempatan pada kas dan setara kas sebesar Rp 318,8 miliar dan fasilitas bank yang belum digunakan sebesar Rp 692,0 miliar per tanggal 30 November 2020.

Di sisi lain, Pefindo sebelumnya telah memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi tahun 2021 sekitar Rp 122-159 triliun. Proyeksi pada tahun ini berdasarkan pertimbangan bahwa jumlah surat utang yang jatuh tempo di tahun 2021 lumayan besar, yakni Rp 121,9 triliun.

“Kalaupun mengandalkan yang mau refinancing, itu sudah mencapai Rp 120 triliun, tapi diharapkan bukan hanya untuk refinancing, namun untuk ekspansi juga di tahun depan,” ujar dia dalam webinar Pefindo.

Adapun prediksi nilai jatuh tempo pada tahun 2021 untuk kuartal I sebanyak Rp 22,5 triliun, kuartal II sejumlah Rp 31,7 triliun dan yang paling besar kuartal III sebesar Rp 38,1 triliun. Sedangkan kuartal IV sejumlah Rp 29,6 triliun.

Secara industri, persentasi nilai jatuh tempo untuk sektor lainnya pada 2021 sebesar 18,8%, perbankan 20,7%, multifinance 17,8%, lembaga keuangan khusus 16,8% dan industri pembiyaan 8,8%. Kemudian, pertambangan sebanyak 5%, properti sejumlah 4,3%, konstruksi sebesar 4% dan telekomunikasi 3,9%.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tingkatkan Pertumbuhan, BTN Bekerja Sama dengan Top Developer

PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk optimistis bahwa sektor properti akan bangkit kembali.

EKONOMI | 15 Februari 2021

IHSG Naik, Saham PURA Paling Banyak Ditransaksikan

Saham PURA ditransaksikan sebanyak 660 juta saham pada perdagangan Senin (15/2/2021).

EKONOMI | 15 Februari 2021

Netsell Capai Rp 693,49 Miliar, Investor Asing Tetap Koleksi 5 Saham Ini

Investor asing tetap mengoleksi saham BBRI, BBNI, BTPS, INKP dan HEAL

EKONOMI | 15 Februari 2021

Naik 47,80 Poin, IHSG Perkasa ke Level 6270,32

Saham IMAS, HOKI, WIIM, AGII dan BHIT paling untung dalam perdagangan hari ini.

EKONOMI | 15 Februari 2021

Cetak Untung Saat Pandemi, Investor Bisa Pertimbangkan Industri Ini

Banyak pelaku bisnis di sektor teknologi digital yang belum mencetak keuntungan, walau prospeknya bagus.

EKONOMI | 15 Februari 2021

BPS: Kinerja Ekspor di Januari 2021 Meningkat 12,24%

Januari 2021, neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami surplus sebesar US$ 1,96 miliar.

EKONOMI | 15 Februari 2021

Kepala BPS: Januari 2021, Seluruh Komponen Impor Alami Penurunan

Menurut Suhariyanto, nilai impor mengalami penurunan 7,59% jika dibandingkan dengan posisi Desember 2020.

EKONOMI | 15 Februari 2021

BPS: Upah Nominal Buruh Tani Naik 0,46%

BPS mencatat kenaikan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan sebesar 0,44% di Januari 2021.

EKONOMI | 15 Februari 2021

Fasilitas Pinjaman Investree Capai Rp 8,3 Triliun hingga Desember 2020

Khusus untuk pinjaman produktif, Investree telah mencairkan pembiayaan sebesar Rp 5,7 triliun atau tumbuh 29% dibandingkan 2019.

EKONOMI | 15 Februari 2021

Program Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Jangkau 12.000 Lokasi

Kempupera mengalokasikan anggaran Rp 2,70 triliun untuk program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

EKONOMI | 15 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS