Sri Mulyani Utak Atik Anggaran untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sri Mulyani Utak Atik Anggaran untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Selasa, 16 Februari 2021 | 10:46 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan (Kemkeu) utak atik atau realokasi komponen belanja negara tahun 2021 untuk memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC PEN). Pasalnya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) memiliki peran sebagai countercyclical terhadap kondisi perekonomian.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan belanja negara pada 2021 ditetapkan Rp 2.750 triliun, dengan perincian belanja kementerian/lembaga (K/L) yang awalnya dianggarkan Rp 1.032 triliun naik jadi Rp 1.059,5 triliun. “Belanja non-K/L pada rancangan awal Rp 922,6 triliun berkurang jadi Rp 910 triliun. Ini mencakup kebutuhan Covid-19,” katanya Senin (15/2/2021).

Selain itu, dana transfer ke daerah dan dana desa juga mengalami perubahan. Awalnya Rp 795,5 triliun turun menjadi Rp 780,5 triliun. “Kita juga gunakan pembiayaan investasi untuk membangun perekonomian kita dengan alokasi Rp184,5 triliun,” jelasnya.

Lebih lanjut Menkeu mengatakan bahwa strategi penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional membutuhkan dana besar sehingga diperlukan upaya untuk menjaga kesehatan APBN. “Strategi dari sisi kami tidak terkotak-kotak, karena anggaran dilakukan dan dibelanjakan bersama untuk mencapai tujuan nasional bersama," jelasnya.

Dia mengaku bahwa tekanan pandemi dan perkembangan Covid-19 yang bergerak dinamis, menyebabkan pemerintah harus melakukan kembali kebijakan anggaran yang tidak populer dengan merealokasikan atau refocusing anggaran belanja yang kebutuhannya tidak mendesak.

“Ini yang kami lakukan tahun lalu dan tahun ini kita lakukan sekali lagi dalam bentuk refocusing dan realokasi disebabkan kebutuhan Covid-19 begitu dinamis dan kebutuhan untuk melindungi masyarakat dan dunia usaha juga sangat dinamis dan ini elemen strategi pertahanan dan keamanan kita,” tegasnya.

Meski refocusing dan realokasi, Menkeu memastikan akan tetap menjaga defisit anggaran tahun ini. Dalam paparannya, refocusing dan realokasi belanja K/L sesuai arahan Presiden. Pertama belanja nonprioritas antara lain honorarium, perjalanan dinas, paket meeting, sisa dana lelang dan kegiatan yang tidak mendesak, dapat ditunda atau dibatalkan.

Kedua, penyesuaian dilakukan pada belanja barang dan belanja modal nonoperasional yang akan diselesaikan pada Februari agar pelaksanaan pemulihan ekonomi dapat segera berjalan.

Di sisi lain, pemerintah akan mengoptimalkan pembiayaan 2021 melalui menggunakan Silpa PEN 2020 sesuai amanat dalam UU APBN 2021. Selain itu, memanfaatkan sumber pembiayaan murah untuk mendukung program vaksinasi.

Anggaran Kesehatan Naik, Infrastruktur Dipangkas
Secara lebih detail anggaran APBN 2021 untuk mendukung akselerasi pemulihan dan transformasi ekonomi menuju Indonesia maju. Ada tujuh pos anggaran mengalami perubahan.

Bidang kesehatan naik 49% dari Rp 169,7 triliun menjadi Rp 254 triliun. “Jadi total anggaran di bidang kesehatan memang luar biasa,” tuturnya.

Kenaikan juga terjadi pada pos perlindungan sosial dari Rp 408,8 triliun jadi Rp 449,5 triliun. Sementara alokasi kebijakan strategis untuk pendidikan tidak mengalami perubahan tetap Rp 550 triliun.

Sedangkan untuk pangan Rp 99 triliun, kemudian anggaran untuk pariwisata tetap Rp 14,2 triliun dan Information and communications technology (ICT) tidak mengalami perubahan di posisi Rp 26 triliun.

Kendati begitu, kenaikan anggaran kesehatan, menyebabkan pemerintah harus memangkas anggaran infrastruktur menjadi Rp 387,4 triliun atau turun 7,1% dari pagu sebelumnya Rp 417,4 triliun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

IPO, Adaro Minerals Indonesia Incar Rp 756,07 Miliar

PT Adaro Minerals Indonesia berencana menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 756,07 miliar melalui initial public offering (IPO).

EKONOMI | 9 Desember 2021

OJK: Penghimpunan Dana Pasar Modal 2021 Jauh Lampaui 2020

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp 335,8 triliun per 7 Desember 2021.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Pelita Samudera Shipping Beli Floating Crane Baru

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) terus perluas armada dengan membeli fasilitas muatan apung atau floating crane (FC).

EKONOMI | 9 Desember 2021

Kurs Rupiah Terpantau Stagnan di Kisaran Rp 14.350

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Kamis (8/12/2021), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.350.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Bursa Eropa Menguat, Pasar Tunggu Data Ketenagakerjaan AS

Bursa Eropa bergerak menguat di awal perdagangan hari ini, Kamis (9/12/2021). Pelaku pasar memantau perkembangan omicron dan data ketenagakerjaan AS.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Ekonomi Pulih, Sektor Properti di 2022 Bisa Tumbuh 15%

Pengamat properti Panangian Simanungkalit optimistis sektor properti di 2022 bisa tumbuh hingga 15%.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Bursa Asia Mixed, Omicron Masih Jadi Fokus Investor

Bursa Asia ditutup bervariasi pada perdagangan hari ini, Kamis (9/12/2021). Varian omicron masih jadi perhatian pelaku pasar.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Asing Borong Rp 2,6 T, IHSG Hari Ini Ditutup Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,61% ke 6.643,9 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (9/12/2021).

EKONOMI | 9 Desember 2021

Sequoia India Ajak Perempuan Asia Jadi Entrepreneur

Sequoia India mengajak perempuan di India dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia menjadi entrepreneur.

EKONOMI | 9 Desember 2021

BTN Targetkan Pertumbuhan Kredit 10% di 2022

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk optimistis penyaluran kreditnya di tahun depan akan tumbuh hingga dua digit yang didorong oleh sektor perumahan.

EKONOMI | 9 Desember 2021


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
IPO, Adaro Minerals Indonesia Incar Rp 756,07 Miliar

IPO, Adaro Minerals Indonesia Incar Rp 756,07 Miliar

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings