Potential Loss Relaksasi PPnBM Capai Rp 2,3 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Potential Loss Relaksasi PPnBM Capai Rp 2,3 Triliun

Selasa, 16 Februari 2021 | 15:10 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian memproyeksi relaksasi penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor di bawah 1500 cc kategori sedan dan tipe 4x2 yang akan mulai berlaku pada Maret akan mengurangi pendapatan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, insentif fiskal penurunan PPnBM diharapkan akan mendorong daya beli masyarakat kelas menengah bawah untuk membeli kendaraan bermotor. Selain itu, kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan industri otomotif dengan local purchase kendaraan bermotor di atas 70%.

"Ini akan kurangi potensi revenue, kami dengan teman teman di Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan sudah membahas dan membuat simulasi, dengan pengurangan PPnBM potential penurunan revenue-nya barangkali Rp 1 triliun hingga Rp 2,3 triliun," ujar Susiwijono Moegiarso dalam acara diskusi Forum Merdeka Barat, Selasa (16/2/2021).

Susiwijono menegaskan, insentif fiskal ini digulirkan juga untuk mengejar momentum pertumbuhan ekonomi kuartal I dan menjelang Ramadan dan Idulfitri, sehingga revisi Peraturan Menteri Keuangan diharapkan dapat dilakukan segera agar kebijakan dapat diimplementasikan per 1 Maret 2021.

"Untuk program seperti ini kita targetkan berlaku 1 Maret mudah-mudahan teman-teman di Kementerian Keuangan bisa selesaikan PMK-nya," tegasnya.

Menurut Susiwijono, kebijakan PPnBM merupakan inisiatif pemerintah untuk mendorong permintaan konsumsi rumah tangga yang memiliki share terhadap PDB hingga 57,6 persen. Kemudian, sisi suplai didorong melalui industri manufaktur yang memiliki share 19,8 persen. Apalagi di tahun 2020, industri manufaktur merupakan sektor yang tertekan cukup dalam dengan penurunan diatas 50 persen terjadi pada industri kendaraan bermotor dan mesin.

"Karena itu, pemerintah di kuartal I mengeluarkan kebijakan untuk mendorong sektor otomotif. Jadi angka-angka itu yang jelaskan kenapa industri otomotif duluan. Selain karena dampaknya yang luar biasa di produksi dan penjualan, utilisasinya juga turun paling rendah, juga multiplier effect-nya. Karena sektor pendukungnya banyak, mulai dari spare part komponen dan tenaga kerja juga lebih dari 1,5 juta orang," paparnya.

Lebih lanjut, Susiwijono optimistis dampak positif yang dirasakan nantinya lebih besar, dengan adanya pengurangan hingga pembebasan PPnBM maka akan mendorong tingkat pembelian kendaraan bermotor, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah yang menjadi pasar utama dari segmen sedan dan mobil berpenggerak 4x2 di bawah 1.500 cc.

"Saat permintaan naik, maka diyakini produksi akan terdorong untuk tumbuh. Ketika industri ini tumbuh, penerimaan pajak sektor lain juga akan naik dibandingkan pandemi," ucap Susiwijono.

Selain itu, kata Susiwijono, pemerintah juga akan melakukan evaluasi kebijakan setiap 3 bulan untuk melihat efektivitas kebijakan tersebut dalam mendorong industri otomotif akan dilakukan dengan proses bertahap. Insentif ini diberikan dalam beberapa tahap, untuk tiga bulan pertama akan diberikan penurunan sebesar 100 persen dari tarif PPnBM yang sekitar 10 persen.

Kemudian, untuk tiga bulan kedua, diberikan penurunan sebesar 50 persen dari tarif dan untuk tiga bulan ketiga akan diberikan penurunan sebesar 25 persen dari tarif. Sehingga, ada evaluasi setiap triwulanan.

"Penerapan akan bertahap setiap 3 bulan akan merubah kebijakannya. Lakukan evaluasi 3 bulanan dan tahap awal yang disasar segmen menengah bawah dan pertama dengan pertimbangan lokal konten tinggi kemudian share 40,8 Persen, satu segmen kategori dan kita berharap mengejar momentum berakhir kuartal I dan memasuki ramadan dan lebaran sehingga itu pertimbangan pertimbangan," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sikap Tegas Erick Kembalikan Pesawat Bombardier Diapresiasi

Sikap tegas Erick Thohir adalah sebagai bentuk menyelamatkan keuangan Garuda Indonesia sekaligus negara.

EKONOMI | 16 Februari 2021

Super Sport CBR600RR Resmi Mengaspal, Harganya Rp 550 Juta

PT Astra Honda Motor (AHM) kembali memperkuat line up sepeda motor sport mereka dengan meluncurkan CBR600RR.

EKONOMI | 16 Februari 2021

Timah Mineral Strategis yang Harus Diperhatikan Pemerintah

Hilirisasi timah belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari pemerintah.

EKONOMI | 16 Februari 2021

Ekonom: Menyasar Menengah Bawah, Relaksasi PPnBM Kurang Efektif

Piter menilai, relaksasi PPnBM lebih tepat menyasar kelompok menengah ke atas yang sebetulnya masih memiliki daya beli, namun memilih untuk menunda pembelian.

EKONOMI | 16 Februari 2021

BPJT Pastikan Tol Serpong-Cinere Seksi I Siap Beroperasi

Tol Serpong-Cinere merupakan bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) II sepanjang 10,14 kilometer.

EKONOMI | 16 Februari 2021

Penduduk Miskin Makin Banyak, Program Perlindungan Sosial Harus Dibenahi

Jumlah penduduk miskin pada September 2020 menjadi 27,55 juta orang, meningkat 1,13 juta orang terhadap Maret 2020.

EKONOMI | 16 Februari 2021

Siang Ini Rupiah Menguat di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Transaksi rupiah siang ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 13.872-Rp 13.927 per dolar AS.

EKONOMI | 16 Februari 2021

Ini Enam Fokus OJK Akselerasi Transformasi Digital Jasa Keuangan

Lembaga jasa keuangan harus meningkatkan efisiensinya dan mampu beradaptasi atas perubahan lingkungan bisnis.

EKONOMI | 16 Februari 2021

Relaksasi PPnBM Diharapkan Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi

Sepanjang 2020, terjadi penurunan penjualan motor hingga 43,57%, penjualan mobil turun 48,35%, dan penjualan suku cadang turun 23%.

EKONOMI | 16 Februari 2021

Jokowi Kenalkan Direksi dan Dewas INA ke Publik, Ini Profil Lengkapnya

Ridha pernah menjadi direktur Kohlberg Kravis Robert di Hong Kong, president and CEO AIG di Hong Kong.

EKONOMI | 16 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS