Logo BeritaSatu
Dugaan Monopoli Dermaga Eksekutif Merak

BHS: Kapal-kapal Terbaik Tak Dilibatkan, Penghargaan Presiden Jokowi Disia-siakan

Rabu, 17 Februari 2021 | 20:19 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bertindak cepat mengusut dugaan praktik monopoli dermaga eksekutif oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan menggali keterangan dari para pelaku usaha penyeberangan swasta di lintasan Merak-Bakauheni.

Pelaku usaha yang telah dipanggil oleh KPPU untuk dimintai keterangan, yakni PT Dharma Lautan Utama (DLU) dan PT Jemla Ferry. Selain itu, KPPU meminta keterangan dari DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap).

Direktur Utama DLU Erwin H Poedjono mengakui pihaknya telah dimintai keterangan oleh KPPU secara daring pada Senin (15/2/2021). Kepada KPPU, Erwin menjelaskan bahwa DLU saat ini memiliki beberapa kapal dengan standar eksekutif, baik dari segi kapasitas angkut (ukuran), kecepatan, fasilitas, maupun kenyamanan.

“Kami sampaikan kepada KPPU bahwa DLU juga punya kapal-kapal yang memenuhi standar eksekutif. DLU beberapa kali mendapatkan penghargaan Prima Utama dari Menteri Perhubungan, termasuk penghargaan dari Presiden Joko Widodo,” ungkap Erwin dalam keterangannya, Rabu (17/2/2021).

Menurut Erwin, DLU sudah menawarkan dua kapal terbaiknya untuk berpartisipasi melayani dermaga eksekutif kepada Kementerian Perhubungan. Kapal-kapal itu berukuran 136 meter yang memiliki kecepatan hingga 17 knot dan dilengkapi eskalator serta kapal 179 meter yang mampu melaju hingga 21 knot dengan fasilitas lift dari dek kendaraan ke dek penumpang di setiap lantai untuk memudahkan akses penyandang disabilitas.

“DLU ingin melayani dermaga eksekutif atas permintaan publik yang sangat kuat sekaligus membantu pemerintah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami sudah ajukan secara lisan kepada Dirjen Perhubungan Darat pada Januari 2020 dan secara tertulis pada Februari. Dirjen pada prinsipnya setuju tetapi masih menunggu keputusan Menhub. Ini kami sampaikan kepada KPPU,” ujarnya.

Selain KPPU, lanjut Erwin, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga telah menghubungi dan meminta keterangan dari DLU, Jemla dan Gapasdap. “KPPU berjanji segera menuntaskan kasus ini,” ungkap Erwin.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PT Jemla Ferry Nana Budimilyuni membenarkan pihaknya juga diminta keterangan oleh KPPU terkait kasus dermaga eksekutif. Dia mengamati dermaga eksekutif saat ini dikhususkan untuk kapal-kapal milik ASDP sehingga kesannya kurang fair.

"Harusnya kapal-kapal terbaik bisa masuk ke dermaga eksekutif. Apalagi, jauh hari sebelumnya dermaga eksekutif dibangun, ada berita bahwa akan dibangun dermaga khusus untuk semua kapal yang memenuhi persyaratan teknis terbaik," ujarnya.

Sebagai operator penyeberangan kedua terbaik yang sering mendapat penghargaan dari Menhub, Nana mengatakan Jemla juga siap melayani dermaga eksekutif. “Jika persyaratannya jelas dan kami bisa memenuhinya, boleh juga diusahakan (masuk dermaga eksekutif),” ujarnya.

Tak Maksimal
Langkah KPPU dan YLKI itu menyusul pernyataan keras Bambang Haryo Soekartono (BHS), pemerhati transportasi laut yang juga Ketua Dewan Penasihat Gapasdap, terhadap monopoli ASDP di dermaga eksekutif, beberapa waktu lalu.

Dia menilai pelayanan kapal eksekutif selama ini tidak maksimal tetapi konsumen tidak dapat memilih kapal terbaik dan sesuai standar eksekutif karena dermaganya dimonopoli oleh satu pelaku usaha.

Menurut dia, kapal-kapal di dermaga eksekutif saat ini mayoritas kecil-kecil berukuran 110 meter bahkan ada yang sekitar 80 meter, kecepatan rendah rata-rata 13 knot ke bawah sehingga tidak bisa mencapai standar waktu pelayaran 1 jam, dan tidak ada fasilitas seperti eskalator dan lift.

“Dek kendaraan kecil juga sebagian tidak tertutup sehingga kepanasan atau kehujanan, bahkan ada kapal yang sering rusak tapi tetap dioperasikan di dermaga eksekutif,” ungkap Bambang Haryo yang juga Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur.

Dia menyayangkan kapal-kapal terbaik seperti yang dimiliki DLU dan Jemla tidak diberikan tempat di dermaga eksekutif yang dibangun menggunakan APBN ditambah Penyertaan Modal Negara (PMN) itu. Padahal, kedua operator swasta tersebut sudah memberikan pelayanan terbaik, terbukti dari berbagai penghargaan yang diterima dari Menhub maupun Presiden.

“Penghargaan itu menunjukkan Presiden menginginkan operator penyeberangan mengoperasikan kapal-kapal terbaiknya untuk melayani masyarakat. Tetapi mengapa penghargaan Presiden itu disia-siakan seolah tidak ada maknanya,” cetus Bambang Haryo.

Dia juga menyayangkan perizinan kapal untuk pindah lintasan ke dermaga 6 terkesan sulit, padahal kapal tersebut sesuai dengan spesifikasi eksekutif untuk menggantikan kapal-kapal yang tidak memenuhi standar di dermaga itu. Seharusnya sesuai kebijakan Presiden Jokowi perizinan harus cepat, bahkan 3 jam harus selesai.

Sebagai informasi, DLU meraih banyak penghargaan sebagai perusahaan angkutan penyeberangan terbaik I (Pertama) dari Kemenhub sejak 2001 dengan kurang lebih 70 penghargaan tingkat Menteri, Presiden, MURI dan internasional (Spanyol dan Jerman). Bahkan, Presiden SBY dan Presiden Jokowi pernah memberikan penghargaan secara langsung kepada DLU sebagai perusahaan penyeberangan terbaik kategori perusahaan besar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mayoritas Bursa Asia Melemah, Pasar Tunggu Data Tiongkok

Bursa Asia-Pasifik dibuka melemah pada hari pertama kuartal baru, Jumat (1/7/2022). Investor menunggu hasil survei swasta tentang aktivitas pabrik Tiongkok.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Pascarapat Produksi OPEC+, Harga Minyak Mentah Dunia Melemah

Harga minyak mentah dunia turun karena OPEC+ mengonfirmasi peningkatan produksi Agustus akan tetap sesuai komitmen yang diumumkan sebelumnya.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Wall Street KO, Ini Semester Pertama Terburuk S&P Sejak 1970

Wall Street kembali melemah pada hari Kamis (30/6/2022). S&P 500 menutup paruh pertama terburuknya dalam lebih dari 50 tahun.

EKONOMI | 1 Juli 2022

PT Mutuagung Permudah Uji Kualitas Lingkungan di Pontianak

PT Mutuagung akan memperluas laboratorium lingkungan di beberapa daerah lainnya seperti Batam, Makassar, Banjarbaru, dan Aceh.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Jerry Sambuaga Meminta Pebisnis Kripto Terus Berinovasi

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, meminta para pelaku perdagangan kripto untuk terus berinovasi.

EKONOMI | 30 Juni 2022

Transformasi Harvest City Dilirik Brand Internasional

Transformasi dan rebranding perumahan Harvest City di kawasan Transyogi, Kabupaten Bogor, menarik perhatian investor baik brand nasional maupun internasional.

EKONOMI | 30 Juni 2022

New York-Indonesia Investment Forum 2022 Siap Digelar

New York-Indonesia Investment Forum By Sector Series melalui cara virtual akan digelar tiga kali pada Juli sampai Agustus. 

EKONOMI | 30 Juni 2022

Kolaborasi, Menhub Optimistis Sektor Penerbangan Akan Pulih

Menhub Budi Karya Sumadi optimistis sektor penerbangan mampu menghadapi tantangan pemulihan di masa normal.

EKONOMI | 30 Juni 2022

Pertamina Tak Wajibkan Beli Pertalite Pakai HP, Solusinya?

Pertamina juga menegaskan bahwa tidak wajib memiliki aplikasi MyPertamina saat konsumen ingin membeli Pertalite.

EKONOMI | 30 Juni 2022

OJK Dorong BPR/BPRS Lebih Inovatif agar Makin Diterima Pasar

OJK mendorong Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) untuk secepatnya melakukan inovasi.

EKONOMI | 30 Juni 2022


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Muhidin Said


# Roy Suryo


# Partai Buruh


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ini 3 Episode Bipolar yang Perlu Mendapat Perhatian Lebih

Ini 3 Episode Bipolar yang Perlu Mendapat Perhatian Lebih

LIFESTYLE | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings