Harga Minyak Naik ke US$ 64,3 karena Penurunan Produksi AS
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Harga Minyak Naik ke US$ 64,3 karena Penurunan Produksi AS

Kamis, 18 Februari 2021 | 07:22 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak mentah dunia pada perdagangan Rabu ataua Kamis dinihari WIB (18/2/2021) naik didukung cuaca di Texas yang dingin membatasi produksi di negara bagian penghasil terbesar Amerika Serikat (AS). Namun kenaikan ini diimbangi rencana Arab Saudi meningkatkan produksi dalam beberapa bulan mendatang.

Acuan minyak mentah dunia Brent naik 99 sen, atau 1,56%, menjadi US$ 64,34 per barel, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 1,09, atau 1,82%, menjadi US$ 61,14 per barel.

Minyak telah didukung pembatasan pasokan OPEC+, pemotongan tambahan Arab Saudi, dan harapan kenaikan permintaan karena vaksinasi Covid-19. Cuaca dingin di Texas, yang memasok sebagian besar minyak mentah AS, telah mendorong harga lebih tinggi dalam beberapa hari terakhir.

"Kondisi ini membawa harga minyak ke tingkat berikutnya," kata Direktur Energi Mizuho Bob Yawger, di New York.

"Minyak mentah WTI mungkin akan mencapai mendekati US$ 65,65, tingkat pemanfaatan kilang mungkin akan turun ke sekitar 76%," kata Yawger.

Bekunya sejumlah fasilitas minyak AS akibat badai salju akan mengganggu produksi selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu, kata para ahli industri.

Brent dan WTI naik lebih US$ 1 selama perdagangan mencapai level tertinggi sejak Januari 2020. Namun kenaikan harga terpangkas setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Arab Saudi diperkirakan akan meningkatkan produksi ketika OPEC+ bertemu bulan depan.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan masih terlalu dini untuk menyatakan kemenangan melawan virus Covid-19 dan produsen minyak harus tetap berhati-hati.

“Kita berada di tempat yang jauh lebih baik daripada tahun lalu, tapi saya harus memperingatkan, sekali lagi, jangan berpuas diri. Ketidakpastiannya sangat tinggi, dan kami harus sangat berhati-hati,” kata Pangeran Abdulaziz dalam acara industri energi.

Tren penguatan harga minyak membuat OPEC+ memberi perhatian lebih. Hal ini diwujudkan dalam pertemuan untuk menetapkan kebijakan pada 4 Maret.

Sumber OPEC + mengatakan kepada Reuters bahwa produsen kemungkinan akan mengurangi pembatasan pasokan setelah April karena pemulihan harga.

Data inventaris minyak AS dari American Petroleum Institute dan Administrasi Informasi Energi (EIA) AS akan dirilis masing-masing pada Rabu (17/2/2021) dan Kamis.

Analis yang disurvei Reuters memperkirakan, secara rata-rata, stok minyak mentah turun 2,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 12 Februari.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Harga Emas ke Level Terendah 2 Bulan karena Imbal Hasil Obligasi dan Dolar

Harga emas di pasar spot turun 1,2% ke US$ 1,773.72 per ons.

EKONOMI | 18 Februari 2021

2021, Pengiriman Paket SiCepat Ditargetkan Naik Tiga Kali Lipat

SiCepat Ekspres akan menambah 100 pick up drop point outlet.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Dow Catat Rekor Baru, S&P 500 Terbebani Pelemahan Saham Teknologi

Dow yang sempat ambles 180 poin dan mengakhiri perdagangan naik 90,27 poin atau 0,3%, menjadi 31.613,02.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Perusahaan yang Lakukan Vaksinasi Mandiri Diusulkan Dapat Insentif

Insentif sebagai kompensasi pemerintah kepada perusahaan yang melaksanakan vaksinasi mandiri, karena pada dasarnya vaksin harus dapat diakses secara cuma-cuma.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Bursa Eropa Melemah karena Imbal Hasil Obligasi dan Prospek Inflasi

Pan-European Stoxx 600 mengakhiri perdagangan turun 0,7%.

EKONOMI | 18 Februari 2021

IPO Unicorn Diyakini Dorong Kapitalisasi Bursa

Sebagai perusahaan publik akan lebih mudah untuk mendapatkan pendanaan-pendanaan lain di luar equity seperti pinjaman dan lain-lain.

EKONOMI | 17 Februari 2021

Kinerja Saham BUMN Karya Masih Prospektif

Ekspektasi kontrak baru dan terbentuknya SWF yang akan menjadi alternatif pendanaan BUMN karya yang balance sheet-nya sudah ketat.

EKONOMI | 17 Februari 2021

Koreksi Saham-saham BUMN karena Aksi Ambil Untung

Meski sempat menguat akibat sentimen dari dibentuknya SWF, saham-saham BUMN Karya harganya kembali menurun karena aksi profit taking.

EKONOMI | 17 Februari 2021

Astra Infra Luncurkan Inovasi Struk Digital

Inovasi struk digital juga merupakan salah satu upaya Astra Infra dalam pencegahan penularan Covid-19.

EKONOMI | 17 Februari 2021

Penjualan Ritel AS Melesat, Wall Street Melemah di Praperdagangan

Dow Jones Industrial Average futures datar, S&P 500 futures turun 0,08%, Nasdaq futures turun 0,38%.

EKONOMI | 17 Februari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS