OJK Paparkan Empat Tantangan Perbankan Nasional
Logo BeritaSatu

OJK Paparkan Empat Tantangan Perbankan Nasional

Kamis, 18 Februari 2021 | 11:25 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana memaparkan empat tantangan yang akan dihadapi perbankan nasional baik dalam jangka pendek maupun struktural perbankan.

“Berbagai tantangan perbankan, kita sudah mencatat bahwa dalam jangka pendek yang sangat kritikal kita lihat adanya pemulihan ekonomi yang masih kita harapkan terus berjalan,” katanya dalam launching dan konferensi pers RP2I 2020-2025 di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Heru menyebutkan tantangan jangka pendek meliputi ketidakpastian penyelesaian pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan pemulihan ekonomi global yang berjalan lambat, resesi ekonomi, volatilitas tinggi pada pasar keuangan, serta potensi berakhirnya kebijakan stimulus fiskal. “Terkait potensi kebijakan stimulus itu harus kita antisipasi ke depan. Volatilitas pasar keuangan dalam jangka pendek ini juga harus dan perlu kita cermati,” ujarnya.

Sementara dia menuturkan tantangan mengenai struktural perbankan meliputi empat hal yaitu penguatan struktur dan daya saing, peran perbankan dalam pertumbuhan ekonomi, revolusi ekonomi dan layanan digital, serta transformasi pengaturan dan pengawasan. “Tantangan struktural perbankan kita perlu cermati karena timbul dari empat hal yang kita catat,” tegasnya.

Penguatan struktur dan daya saing terdiri dari skala usaha perbankan yang masih rendah, efisiensi perbankan juga masih rendah, serta disparitas skala usaha dan daya saing antarbank yang tinggi.

Kemudian untuk peran perbankan dalam pertumbuhan ekonomi nasional meliputi kebutuhan pembiayaan pembangunan, pasar keuangan masih dangkal, pembiayaan berkelanjutan belum optimal, perbankan syariah belum optimal, serta inklusi keuangan masih rendah.

Selanjutnya untuk revolusi ekonomi dan layanan digital terdiri atas perkembangan digital ekonomi, perubahan perilaku dan ekspektasi masyarakat terhadap layanan keuangan, risiko serangan siber, investasi infrastruktur teknologi informasi yang terlalu besar, serta kompetisi dengan perusahaan teknologi finansial.

Terakhir yaitu transformasi pengaturan dan pengawasan meliputi pengawasan berbasis informasi teknologi (IT) dan akses data pengawasan dengan IT. “Para stakeholder kita mengharapkan OJK lebih agile, adaptif, dan mendukung ekosistem baru perbankan kita. Kita akan usahakan agar harapan itu bisa diwujudkan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegasnya.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Harga Saham Tugu Insurance Turun Tipis

Harga saham Tugu Insurance berada di angka Rp 1.655 per saham atau turun 0,30%.

EKONOMI | 11 Februari 2021

Emas Antam Bertambah Jadi Rp 925.000 Per Gram

Harga per 25 gram sebesar Rp 43,245 juta.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Kempupera Salurkan Bantuan PSU Rumah Bersubsidi di Sumbar

Kempupera melalui Direktorat Jenderal Perumahan siap menyalurkan program bantuan Bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) terhadap 50 unit rumah di Sumbar.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Aprisindo Dukung Pelaksanaan Vaksinasi Mandiri

Aprisindo dukung upaya pemerintah bersama dengan Kadin yang akan melaksanakan vaksinasi mandiri dalam program Vaksinasi Gotong Royong.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Kempupera Terus Lakukan Penanganan Darurat Banjir di Kalsel

Kempupera terus melakukan upaya penanganan tanggap darurat pascabencana banjir yang menggenangi sejumlah kabupaten/kota di Kalsel.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Ace Hardware Indonesia Siap Buka Gerai Pertama Tahun Ini

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) akan membuka gerai baru pada 22 Februari 2021.

EKONOMI | 18 Februari 2021

BTN Hadirkan Bunga Berjenjang bagi Developer

PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk menyambut hari ulang tahun (HUT) dengan beragam program khusus kepada pengembang dan konsumen.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Awal Sesi, Rupiah Flat di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.020-Rp 14.022 per dolar AS.

EKONOMI | 18 Februari 2021

IHSG Langsung Tancap Gas di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan melonjak 37,8 poin (0,57%) menjadi 6.263.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Pelaku Pasar Menanti BI Umumkan Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia diproyeksikan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps dari 3,75% menjadi 3,5%.

EKONOMI | 18 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS