Sektor E-Commerce Tetap Moncer Saat Pendemi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sektor E-Commerce Tetap Moncer Saat Pendemi

Kamis, 18 Februari 2021 | 16:58 WIB
Oleh : Eman Kure / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Jet Commerce, perusahaan e-commerce enabler asal Indonesia, mencatat terjadi peningkatan nilai penjualan dan jumlah transaksi e-commerce hingga kuartal IV-2020.

Pada kuartal IV-2020, Jet Commerce mencatat nilai penjualannya secara keseluruhan meningkat sebanyak 36% dari kuartal sebelumnya, berbanding lurus dengan jumlah transaksi yang meningkat sebanyak 53% dari kuartal III, hingga mencapai lebih dari 750 ribu transaksi yang terjadi di berbagai marketplace dalam tiga bulan terakhir.

CEO Jet Commerce Indonesia Webber Chen mengatakan, peningkatan jumlah transaksi yang terjadi selama 2020 menjadi bukti bahwa e-commerce kini semakin digemari masyarakat karena memberikan kemudahan dalam beradaptasi dengan keadaan yang penuh dengan keterbatasan ini.

“Industri e-commerce tidak terpukul dengan pandemi dan resesi ekonomi yang terjadi, justru sebaliknya, industri ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam setahun belakangan,” kata Webber melalui siaran pers, Kamis (18/2/2021).

Peningkatan jumlah transaksi terbesar dialami oleh kategori produk kesehatan dan kecantikan yang mencatat kenaikan lebih dari 80%, dan nilai penjualannya lebih dari 60% dibanding pada kuartal sebelumnya.

Salah satu produk terlaris yang terjual dalam rentang waktu tiga bulan terakhir adalah serum wajah milik Y.O.U dan Lancome, serta sabun pencuci wajah dari Senka.

Peningkatan signifikan juga terjadi pada kategori produk elektronik yang mencatat kenaikan jumlah transaksi mencapai 31% pada kuartal IV, dan peningkatan nilai penjualan sebanyak 35% dibanding kuartal sebelumnya. Produk OPPO A52 dan Realme Narzo 20 menjadi produk yang paling banyak dibeli dalam tiga bulan terakhir.

Penjualan produk kebutuhan ibu dan anak juga meningkat cukup pesat, yakni sebesar 31% dengan nilai penjualan yang meningkat lebih dari 25%. Produk MamyPoko dan susu Pediasure menjadi salah satu produk terlaris dari kategori produk ini.

Peningkatan jumlah transaksi juga dialami oleh produk - produk mainan anak dan makanan hewan peliharaan, yang masing - masing meningkat sebanyak lebih dari 50% dibandingkan pada kuartal sebelumnya.

“Jika diperhatikan, meningkatnya pengguna e-commerce saat ini turut mendorong para pelaku usaha, baik dari sektor UMKM maupun brand, untuk mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan e-commerce sebagai kanal penjualan utamanya saat ini demi mencatatkan penjualan yang positif. Pola ini menjadi bukti bahwa e-commerce memainkan peranan penting dalam proses pemulihan ekonomi Indonesia,” ujar Webber.

Tren 2021

Situasi pandemi yang belum membaik di awal 2021 ini dinilai akan mendorong penetrasi e-commerce semakin meluas pada tahun ini, seperti yang dikemukakan oleh Statista dalam laporan Digital Market Outlook, yang menyebutkan bahwa pengguna e-commerce di Indonesia tahun ini diprediksi tumbuh 15% dari total 138 juta pengguna pada tahun 2020, atau mencapai 159 juta pengguna di tahun 2021.

Sementara pendapatan industri ini diprediksi meningkat sebanyak 26% mencapai US$ 38 juta, dari US$ 30 juta pada tahun 2020 lalu.

Berkat ekosistemnya yang semakin berkembang, pengguna e-commerce memang diprediksi akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Seperti data yang dilansir dari laporan e-Conomy SEA 2020 Google yang menemukan bahwa di Indonesia sendiri 93% dari responden menyatakan akan kembali menggunakan layanan digital seperti e-commerce bahkan setelah pandemi covid-19 berakhir.

Menurut laporan tersebut, mengurangi kemungkinan terpapar covid-19 dan dinilai lebih hemat tenaga dan waktu, menjadi faktor utama bagi masyarakat dalam berbelanja melalui e-commerce.


Webber menambahkan, seiring dengan meningkatnya penetrasi e-commerce, kenyamanan dan kepercayaan konsumen dalam berbelanja online, diprediksi akan terjadi peningkatan transaksi terhadap kategori produk yang lebih beragam lagi, selain kategori produk grocery dan FMCG, dan juga peningkatan transaksi dari luar Jabodetabek selama beberapa tahun kedepan.

“Dalam waktu dekat, akan semakin banyak brand dan manufaktur dari beragam sektor yang melebarkan sayapnya ke e-commerce, mengingat saat ini mereka semakin memahami pentingnya kanal digital seperti e-commerce untuk keberlangsungan bisnisnya,” ucap Webber.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Net Buy Tipis, Lima Saham Ini Diburu Asing

Harga BBRI meningkat 0,86%, TLKM terangkat 0,95%, BTPS naik 5,31%, UNTR menguat 0,55% dan SIDO menghijau 3,87%.

EKONOMI | 18 Februari 2021

GrabFood Bantu Warung Ini Kembangkan Bisnis Meski Lokasi Tak Strategis

Meski lokasi tak strategis, Sego Sambal Cak Brewok di Makassar berhasil membukukan omzet 300% lebih tinggi setelah menjadi restoran pilihan GrabFood.

EKONOMI | 18 Februari 2021

KPEI Raih Fatwa DSN-MUI Atas Transaksi Efek Bersifat Ekuitas

KPEI secara resmi telah memperoleh fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

EKONOMI | 18 Februari 2021

Ini Syarat Startup untuk Mendapat Investor

Amvesindo menilai pesatnya pertumbuhan startup di Indonesia menjadi kesempatan bagi Perusahaan Modal Ventura (PMV) untuk mengeksplor peluang investasi.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Saham Mahaka Radio Bertahan di Puncak Top Gainers

Harga MARI menguat 34,43%, ABBA naik 34,38%, TGRA meningkat 8,99%, TINS melonjak 8,14%, dan BTPS terangkat 5,31%.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Mappi Tekankan Pentingnya UU Jasa Penilai

Ketua Mappi Muhammad Amin menilai tak sedikit penilai masuk penjara karena beban penentuan besaran ganti rugi ditugaskan kepada profesi penilai.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Bank Indonesia: Selain DP Mobil, DP Rumah Sekarang Juga Bisa 0%

Pelonggaran LTV/FTV berlaku efektif 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Desember 2021.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Sistem Keamanan Informasi MPM Raih Sertifikasi ISO 27001

MPM meraih sertifikasi ISO 27001 yang diberikan oleh Badan Sertifikasi ISO, berkat penerapan dan pengelolaan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI).

EKONOMI | 18 Februari 2021

Rupiah Stabil di Rp 14.010

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Kamis (18/2/2021), terpantau stabil di kisaran Rp 14.010.

EKONOMI | 18 Februari 2021

Menristek: Untuk Jadi Negara Maju, Indonesia Butuh Investasi dan Inovasi

Agar menjadi negara maju atau berpendapatan tinggi pada 2045, Indonesia tidak hanya butuh investasi, tapi juga inovasi yang menjadi kunci kemajuan suatu negara.

EKONOMI | 18 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS