Logo BeritaSatu

Per Januari, Wika Gedung Genggam Kontrak Baru Rp 498,74 Miliar

Sabtu, 20 Februari 2021 | 13:30 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau Wika Gedung menggenggam kontrak baru per Januari 2021 sebesar Rp 498,74 miliar.

Porsi kontrak terbesar berasal dari proyek rumah dinas TNI AD sebesar Rp 279,73 miliar, disusul apartmen Kyo Surabaya Rp 126,36 miliar, serta Hotel Cirebon Rp 60 miliar dan Grand Heaven Rp 31,10 miliar. Kemudian, proyek OM De Braga (investasi konsesi) yakni sebesar Rp 476 juta, SHE Facility Project Unjani sebesar Rp 472 juta, OM Fave Hotel (investasi konsesi) Rp 390 juta, dan display proyek Batang sebesar Rp 203 juta.

“Dari kontrak baru Rp 498,74 miliar, 56,1% di antaranya berasal dari pemerintah, 43,8% dari swasta, dan 0,1% dari BUMN,” kata Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Bangunan Gedung Bobby Iman Setya kepada Beritasatu.com, Sabtu (20/2/2021).

Wika Gedung, baru-baru ini kembali meraih kontrak baru pembangunan Kyo Society Apartment. Penandatanganan nota kesepahaman kontrak dilaksanakan langsung oleh Direktur PT Tanrise Jaya Indonesia Go le Tiong serta Komisaris PT Tanrise Jaya Indonesia Belinda Natalia dengan Direktur Operasi II WEGE Mochamad Yusuf di gedung Voza Premium Office Surabaya, Jumat (19/2).

⁣⁣Direktur Utama Wijaya Karya Bangunan Gedung Nariman Prasetyo mengatakan, apartemen ini akan berdiri di kawasan Surabaya Timur, tepatnya di jalan Raya Panjang Jiwo Permai, Kelurahan Panjang Jiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, kota Surabaya. Dalam proyek ini, Wika Gedung akan mengerjakan paket pekerjaan struktur dan arsitektur dengan nilai proyek Rp 139 miliar.
⁣⁣⁣
Apartemen Kyo Society memiliki luas GFA 38.697 meter persegi, yang akan terdiri dari satu lantai basement, enam lapis lantai podium dan 31 lapis lantai hunian dengan unit yang tersedia sebanyak 737 unit. Pembangunan apartemen ini akan dikerjakan dalam waktu 900 hari. Hunian vertikal ini mengusung konsep hidup modern Jepang yang memadukan fungsi dan estetika.⁣⁣⁣

Tahun ini, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) tersebut membidik kontrak dihadapi atau order book pada 2021 sebesar Rp 15,52 triliun. Target tersebut naik 6,27% dari Revisi Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020 sebesar Rp 14,61 triliun.

Target kontrak dihadapi terdiri dari target kontrak baru (new contract) Rp 4,22 triliun dan carry over tahun 2020 sebesar Rp 11,30 triliun. Sedangkan target kontrak baru 2021 sebesar Rp 4,22 triliun atau naik 22,63% dari target revisi kontrak baru 2020 sebesar Rp 3,44 triliun. Rencananya, komposisi perolehan kontrak baru 2021 berasal dari pemerintah 44%, BUMN maupun BUMD 19%, dan swasta 37%.

"Dari komposisi tersebut, Wika Gedung fokus pada proyek-proyek yang memiliki pendanaan yang kuat, jelas dan independen," jelas Nariman.

Sedangkan target penjualan (termasuk penjualan joint operation /JO) 2021 sebesar Rp 3,84 triliun naik 44,26% dari target Revisi RKAP 2020 sebesar Rp 2,66 triliun dengan target laba bersih mencapai Rp 231,67 miliar atau 67,26% naik dari target revisi laba bersih 2020 Rp 138,51 miliar.

Untuk pengembangan bisnis di tahun 2021, perusahaan juga menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar Rp 301,07 miliar yang diperuntukkan untuk investasi fixed asset dan pengembangan usaha pada bisnis konsesi. “WEGE Optimis target perusahaan 2021 dapat tercapai karena perusahaan memiliki pasar yang jelas dan independen dengan dukungan fundamental perusahaan yang sehat,” tegas Nariman.

Selain itu, kelangsungan bisnis perusahaan di tahun 2021 juga dapat berjalan baik karena Wika Gedung memiliki proyek-proyek carry over sebesar Rp 11,30 triliun yang dapat dikerjakan di tahun ini.

Di tengah perlambatan perekonomian dunia dan risiko ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, Wika Gedung optimistis kondisi ekonomi Indonesia akan kembali pulih. Apalagi, menurut Nota Keuangan beserta RAPBN 2021, kondisi perekonomian nasional di tahun 2021 diperkirakan tumbuh 4,5%-5,5%.

Faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah penanganan Covid-19 yang intensif, dukungan stimulus moneter dan fiskal, program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dalam rangka pemulihan ekonomi, serta pertumbuhan ekonomi global Indonesia yang berdampak pada membaiknya iklim investasi .

Menurut Nariman, untuk menghadapi kondisi ekonomi dan bisnis di tahun 2021, Wika Gedung menerapkan berbagai strategi baik pada tingkatan operasional, pemasaran, maupun pengembangan dan strategi keuangan. Beberapa strategi tersebut antara lain world class standard di bidang implementasi QSHE, fokus pada kualitas, keselamatan, dan transformasi digital di semua fungsi. Kemudian masuk pasar premium, selektif memilih pelanggan/partner dan mengembangkan usaha backward.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 
BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bisi International Bagi Dividen 53,57% dari Laba 2021

PT Bisi International akan membagikan dividen tunai Rp 68 per saham. Dividen ini setara 53,57% laba bersih perseroan sepanjang 2021.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Peralihan Sistem Persinyalan di Stasiun Manggarai Akan Tambah Kecepatan KRL

Switch over ke-5 (SO5) atau peralihan sistem persinyalan di Stasiun Manggarai akan menambah kecepatan rata-rata kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Dzaka Sahid Berbagi Pengalaman Merintis Start Up Olahraga

Dzaka Dermawan Sahid berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana merintis sebuah start up olahraga.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Wahai Pendiri Startup, Ini 4 Cara Capai Product-Market Fit

Salah satu tahap yang paling krusial dalam proses membesarkan perusahaan rintisan atau startup adalah pencapaian product-market fit (PMF).

EKONOMI | 23 Mei 2022

Pencabutan Larangan Ekspor CPO Untungkan Petani Sawit

Pemerintah mencabut larangan ekspor crude palm oil (CPO) setelah memperhatikan beberapa faktor.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Silmy Karim Pimpin Asosiasi Industri Besi dan Baja se-Asia Tenggara

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim dipercaya menjadi Chairman South East Asia Iron and Steel Institute (SEAISI).

EKONOMI | 23 Mei 2022

Manulife Bayarkan Klaim Nasabah Rp 8,9 Triliun di 2021

Perusahaan asuransi, Manulife membayarkan klaim dan manfaat kepada nasabah sebesar Rp 8,9 triliun pada 2021.

EKONOMI | 23 Mei 2022

OK Bank Siap Tingkatkan Modal Inti Jadi Rp 3 Triliun

PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) siap meningkatkan modal inti perusahaan dari Rp 2,50 triliun menjadi Rp 3 triliun, sesuai batas minimum dari regulator.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Bahlil: WEF 2022, Forum Kolaborasi untuk Industri Hijau

World Economic Forum atau WEF 2022, selayaknya menjadi forum kolaborasi dunia untuk mewujudkan ekonomi dan industri hijau.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Kepercayaan Meningkat, Transaksi Zakat Dana Melesat 227%

Penyelenggara dompet digital (e-wallet), Dana mencatat pertumbuhan transaksi zakat sebesar 227%.

EKONOMI | 23 Mei 2022


TAG POPULER

# Timnas Basket


# SEA Games


# Ganjar Pranowo


# Kapal Drone


# Jokowi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

NEWS | 38 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings