Dukung Pemulihan Ekonomi, AdaKami Bidik Salurkan Pinjaman Rp 12 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Dukung Pemulihan Ekonomi, AdaKami Bidik Salurkan Pinjaman Rp 12 Triliun

Minggu, 21 Februari 2021 | 13:09 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - AdaKami, aplikasi online penyelenggara ​peer-to-peer lending (P2P) melalui fasilitas pinjaman tanpa agunan (KTA), menargetkan pada 2021 akan mengucurkan pembiayaan sebesar Rp 12 triliun kepada 10 juta peminjam terdaftar. Dari total sasaran itu, sekitar 4 juta pelaku ekonomi riil.

“2020 adalah tahun perjuangan untuk semua, tetapi AdaKami berhasil menjadi solusi bagi masyarakat yang memerlukan di tengah pandemi," kata Direktur Utama AdaKami​, ​Bernardino M. Vega, Jr dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (21/2/2021).

Sejak awal berdiri pada 2019, AdaKami telah menyalurkan pinjaman sampai Rp 3,1 triliun, yang disalurkan kepada 5 juta peminjam terdaftar, di mana 40% digunakan untuk kepentingan usaha atau ​capital loan​.

Memasuki tahun ketiga beroperasi di Indonesia, AdaKami menyadari bahwa dinamika industri P2P ​lending lebih dari pemenuhan kebutuhan pinjaman atau dana, tetapi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.​ Sejalan dengan itu, perseroan mendukung perekonomian Indonesia dan inklusi keuangan dengan memperkenalkan ​positioning baru sebagai fintech yang menyediakan solusi kebutuhan penggunanya.

"Memasuki tahun 2021 kami ingin lebih banyak berkontribusi untuk memperkecil ​credit gap antara masyarakat yang masih ​unbankable untuk bisa menjadi bankable. Melalui pemanfaatan fintech P2P​ lending​, masyarakat yang masih​ unbankable dapat membangun portfolio yang cukup untuk ke depannya bisa menjadi ​bankable​,” kata Bernardino.

AdaKami berharap dapat berkontribusi aktif untuk menjangkau populasi unbanked di Indonesia yang mencapai hampir 100 juta orang, dan memperkuat kiprah AdaKami dan layanan finansial digital dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Dia mengatakan, AdaKami yang telah melalui proses ​rebranding​, saat ini lebih siap mendukung masyarakat Indonesia untuk bertumbuh. Dengan mayoritas pengguna milenial dan generasi Z, perusahaan yakin dapat menjawab kebutuhan gaya hidup mereka. "AdaKami juga mendukung upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui edukasi, terutama melalui kanal media sosial," kata dia.

Berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain & Company, ada sekitar 92 juta masyarakat dewasa yang termasuk kategori ​unbanked ​di Indonesia. Berdasarkan data OJK, sampai November 2020, jumlah peminjam mencapai 40 juta orang atau 136% lebih banyak dibanding tahun 2019. Secara nasional jumlah pinjaman tercatat Rp 124,4 triliun, atau meningkat 96% dibandingkan tahun sebelumnya.

Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengembangan Fintech OJK, Munawar mengatakan, industri P2P ​lending hadir untuk masyarakat kecil yang masih ​unbankable​. Sepanjang 2020, pertumbuhan industri ini 26,47% secara ​year-on-year​. Dalam hal penyaluran dana kontribusinya cukup besar, mencapai Rp 262,16 miliar pada program PEN, kepada sekitar 48.629 rekening peminjam. "OJK menyambut baik peran ​fintech dalam perekonomian Indonesia terutama di masa pandemi," jelas dia​.

Namun tantangannya fintech cukup banyak, antara lain perlu didorong pada kualitas pendanaan ke sektor yang memberi nilai tambah, misalnya pinjaman produktif, serta menjangkau lebih banyak pengguna di luar pulau Jawa. "OJK juga terus mendorong penyelenggara P2P ​lending agar dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional melalui pemberian pinjaman kepada UMKM untuk modal usaha sehingga daya beli masyarakat naik," kata dia.

Direkyut Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) ​Kuseryansyah mengatakan, meski relatif baru, potensi ​fintech P2P ​lending cukup menjanjikan, terutama sebagai alternatif pendanaan bagi UMKM. AFPI berharap agar penyelenggara P2P lending dapat menawarkan produk yang aman, dan dapat mendorong penyerapan dana pinjaman sebagai modal usaha bagi pelaku ekonomi riil.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Temui Menkop Teten Masduki, Shopee Ungkap Capaian 97% Penjualan UMKM

Platform e-dagang Shopee mengungkap transaksi penjualan Usaha Kecil Menengah Menengah (UMKM) di situsnya telah mencapai 97%

EKONOMI | 21 Februari 2021

Tren Investasi Ilegal Marak karena Teknologi Berkembang

Nilai kerugian pada 2020 ini meningkat dibandingkan 2019 yang mencapai Rp 4 triliun.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Perjalanan KA Daop 1 Jakarta Terganggu Akibat Banjir

Jalur kereta api lintas Kedunggedeh - Lemahabang tepatnya pada km 55+100 sampai km 54+500 hingga pagi ini pukul 09.00 WIB masih terendam.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Gajah Tunggal Siapkan Capex US$ 40 Juta

Belanja modal untuk peremajaan mesin-mesin serta alat berat dan pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Bantu Korban Banjir di Jabodetabek, RNI Serahkan Perahu Karet dan Logistik

RNI merespon cepat bencana banjir yang menerjang wilayah Jabodetabek dengan menyalurkan bantuan berupa perahu karet dan kebutuhan logistik.

EKONOMI | 21 Februari 2021

PPI Siap Ikuti Tahapan Pembentukan Holding Pangan

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) siap mengikuti proses tahapan rencana Kementerian BUMN dalam pembentukan perusahaan Holding Pangan.

EKONOMI | 20 Februari 2021

BCA Gandeng iGrow Salurkan KUR ke Sektor Pertanian

Melalui kerja sama ini, BCA dapat membiayai petani-petani sampai ke pelosok nusantara tanpa ada kendala jarak.

EKONOMI | 20 Februari 2021

Presiden Tunjuk Dewas dan Direksi Baru BPJamsostek

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Dewan Pengawas dan Direksi Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek).

EKONOMI | 20 Februari 2021

Perguruan Tinggi Harus Jadi Inkubator Bisnis

Menkop dan UKM Teten Masduki kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk menjadikan universitas dan perguruan tinggi di Indonesia sebagai inkubator bisnis.

EKONOMI | 20 Februari 2021

April, Bank Permata Gelar RUPSLB Cari Pengganti Ridha

Untuk memastikan proses transisi kepemimpinan di Bank Permata berjalan lancar, Ridha tetap menjalankan tugasnya sebagai direktur utama sampai 17 Maret 2021.

EKONOMI | 20 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS