Logo BeritaSatu

Usai Akuisisi IFL, Kinerja ICBP Masih Punya Potensi Meningkat

Minggu, 21 Februari 2021 | 15:44 WIB
Oleh : Lona Olavia / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Saham di sektor barang konsumen yang berada di bawah naungan Grup Salim, seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dinilai masih menarik untuk diakumulasi. Apalagi sektor konsumer masih dapat dikoleksi secara selektif untuk jangka panjang.

Hal ini dikarenakan pergerakan sektor tersebut mulai mengalami penurunan. Di sisi lain, emiten konsumer masih bisa survive di tahun lalu meski ada kendala dari pelemahan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Kalau untuk ICBP INDF sebenarnya masih ada prospeknya. Terutama dengan kebutuhan akan mie instan dan tepung terigu untuk kebutuhan bahan-bahan makanan,” kata Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada kepada Investor Daily, Minggu (21/2/2021).

Terkait akuisisi seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang dimiliki oleh Fritolay Netherlands Holding B.V. oleh Indofood CBP pada 17 Februari 2021 senilai Rp 494 miliar atau setara dengan 49% dari total saham yang diterbitkan oleh IFL ini, dinilainya bisa meningkatkan kinerja perusahaan kedepannya, baik untuk Indofood CBP maupun IFL.

Reza pun menilai, untuk sementara akuisisi ini hanya berkaitan dengan porsi kepemilikan saham perusahaan induk. Adapun pengaruhnya terhadap perseroan, dia mengatakan, hal itu tergantung strategi bisnis Indofood CBP usai akuisisi ini. Seperti diketahui, dengan akuisisi ini maka sejumlah produk makanan ringan yang sebelumnya diproduksi IFL bersama Pepsi seperti Cheetos, Lays, dan Doritos akan otomatis dihentikan mulai Agustus 2021.

Untuk itu, Indofood CBP harus memikirkan produk lainnya atau produk yang sama dengan merek berbeda. Adapun divisi makanan ringan secara total memberikan sumbangan atau berkontribusi sekitar 6% terhadap total penjualan Indofood CBP.

“Makanan-makanan ringan tersebut (Cheetos, Lays, dan Doritos) memang dianggap menguasai pangsa pasar makanan ringan sehingga banyak pelaku pasar jika makanan ringan tersebut distop, maka perolehan pendapatan dari makanan ringannya akan berkurang sehingga dianggap mengurangi potensi perolehan pendapatan.

Tapi, karena mereka masih menguasai pangsa pasar maka permintaan akan mereka juga masih ada. Seperti halnya perusahaan besar, dengan porsi penguasaan pangsa pasar yang lebih tinggi, maka kemungkinan pertumbuhannya tetap ada meski cenderung melambat,” katanya.

Dia pun merekomendasikan ICBP untuk level target 9.000. Menutup perdagangan Jumat (19/2), saham ICBP ditutup turun 150 poin atau 1,71% ke level 8.600 per saham.

Mengutip laman resmi perseroan, Indofood CBP telah menghadirkan divisi makanan ringan sejak era 1990. Makanan ringan itu mulai beragam keripik dan makanan ringan lainnya termasuk biscuit. Produk tersebut mulai dari Chitato, Qtela, Lays, Doritos, Chiki, Cheetos, Jetz, Trenz, Wonderland dan Dueto. “Kami akan terus memproduksi, menjual dan mengembangkan merek-merek kami, seperti Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz yang telah lama menjadi salah satu makanan ringan favorit masyarakat Indonesia,” kata General Manager Corporate Communication Indofood Sukses Makmur Stefanus Indrayana.

Sementara itu, dalam risetnya, JPMorgan menilai Indofood CBP merupakan emiten dengan ekuitas dan merek kuat, yang menghasilkan daya beli yang juga kuat, dan pada akhirnya menghasilkan pendapatan yang tinggi untuk tahun 2021 ini.

Produk ICBP yakni, mi instan Indomie terus memperoleh pangsa pasar selama 2 tahun terakhir meskipun telah menguasai sekitar 70% pangsa pasar. JPMorgan melihat merek ini semakin memperkuat posisinya saat persaingan terjadi.

Akuisisi Pinehill oleh ICBP juga telah selesai, dan akuisisi ini akan menghasilkan 16% rata-rata pertumbuhan (CAGR) pendapatan dari full year 2020 dan estimasi 2022.

"Kami tidak terlalu mengkhawatirkan inflasi yang lebih rendah untuk ICBP, karena mi instannya dihargai pada titik di mana kenaikan ASP (average selling price/rata-rata harga jual) terkecil setidaknya 3%-4% per tahun," tulisnya dalam risetnya.

Secara historis, ICBP selalu dapat melewati kenaikan ASP tanpa halangan yang signifikan terhadap pertumbuhan volume dan JPMorgan meyakini ini akan berlaku di 2021.

Terkait laporan keuangan, Indofoof CBP mengantongi laba sebesar Rp 3,96 triliun pada kuartal III-2020. Adapun, laba bersih perseroan naik 2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,88 triliun.

Penjualan neto ICBP di kuartal III-2020 sebesar Rp 33,88 triliun atau naik 3,37% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 32,79 triliun, dengan laba per saham dasar Rp 340.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kolaborasi MIND ID dengan Korporasi Inggris, Upaya Erick Diapresiasi

Upaya Erick Thohir melakukan kolaborasi antara MIND ID dengan korporasi asal Inggris Arrival Ltd diapresiasi penuh.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Manfaatkan Internet, UMKM Desa Sukarara Tembus Pasar Ekspor

Bakti, Kemenkominfo aktif melakukan pelatihan digital pada pelaku usaha, termasuk UMKM untuk meningkatkan penjualan.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Ada 1.500 Server, IDcloudHost Siapkan Infrastruktur Web3

IDCloudHost mengambil peran aktif dalam pengembangan digital ekonomi Indonesia menuju tahun 2030.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

IHSG Bertambah 50,1 Poin ke level 7.122 pada Jeda Siang

Volume perdagangan IHSG hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 157,1 miliar saham senilai Rp 7,1 triliun.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Jokowi: Krisis Global Diperparah Perang Rusia vs Ukraina

Jokowi menyatakan, perang Rusia vs Ukraina telah memperparah krisis global, yang ditandai dengan kenaikan harga pangan, energi, dan finansial.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Gandeng Akulaku, XL Axiata Genjot Penjualan dari Aplikasi

Akulaku PayLater tersedia sebagai opsi metode pembayaran yang dapat diakses bagi pengguna telekomunikasi seluler XL Axiata melalui aplikasi myXL.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Awali Perdagangan, IHSG Meroket Capai Kembali ke 7.100-an

Pukul 09.18 WIB, IHSG naik 84,2 poin (1,24%) menjadi 7.110 dan Investor33 naik menjadi ke 500,1.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

Level resistance IHSG pada perdagangan hari ini di level 7.101, 7.149, 7.178, 7.256 dengan support di level 7.049, 7.000, 6.968, 6.925.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Harga Emas Naik karena Penurunan Imbal Hasil dan Dolar

Harga emas di pasar spot menguat 1,57% menjadi US$ 1.725,87 per ons, tertinggi sejak 13 September.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Musk Hidupkan Kembali Akuisisi Twitter, Sahamnya Naik 22%

Elon Musk kembali kembali mengusulkan untuk membeli perusahaan media sosial Twitter seharga US$ 54,20 per saham,

EKONOMI | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tragedi Kanjuruhan Jadi Titik Balik Rukunkan Suporter di Indonesia

Tragedi Kanjuruhan Jadi Titik Balik Rukunkan Suporter di Indonesia

BOLA | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings