Usai Akuisisi IFL, Kinerja ICBP Masih Punya Potensi Meningkat
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Usai Akuisisi IFL, Kinerja ICBP Masih Punya Potensi Meningkat

Minggu, 21 Februari 2021 | 15:44 WIB
Oleh : Lona Olavia / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Saham di sektor barang konsumen yang berada di bawah naungan Grup Salim, seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dinilai masih menarik untuk diakumulasi. Apalagi sektor konsumer masih dapat dikoleksi secara selektif untuk jangka panjang.

Hal ini dikarenakan pergerakan sektor tersebut mulai mengalami penurunan. Di sisi lain, emiten konsumer masih bisa survive di tahun lalu meski ada kendala dari pelemahan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Kalau untuk ICBP INDF sebenarnya masih ada prospeknya. Terutama dengan kebutuhan akan mie instan dan tepung terigu untuk kebutuhan bahan-bahan makanan,” kata Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada kepada Investor Daily, Minggu (21/2/2021).

Terkait akuisisi seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang dimiliki oleh Fritolay Netherlands Holding B.V. oleh Indofood CBP pada 17 Februari 2021 senilai Rp 494 miliar atau setara dengan 49% dari total saham yang diterbitkan oleh IFL ini, dinilainya bisa meningkatkan kinerja perusahaan kedepannya, baik untuk Indofood CBP maupun IFL.

Reza pun menilai, untuk sementara akuisisi ini hanya berkaitan dengan porsi kepemilikan saham perusahaan induk. Adapun pengaruhnya terhadap perseroan, dia mengatakan, hal itu tergantung strategi bisnis Indofood CBP usai akuisisi ini. Seperti diketahui, dengan akuisisi ini maka sejumlah produk makanan ringan yang sebelumnya diproduksi IFL bersama Pepsi seperti Cheetos, Lays, dan Doritos akan otomatis dihentikan mulai Agustus 2021.

Untuk itu, Indofood CBP harus memikirkan produk lainnya atau produk yang sama dengan merek berbeda. Adapun divisi makanan ringan secara total memberikan sumbangan atau berkontribusi sekitar 6% terhadap total penjualan Indofood CBP.

“Makanan-makanan ringan tersebut (Cheetos, Lays, dan Doritos) memang dianggap menguasai pangsa pasar makanan ringan sehingga banyak pelaku pasar jika makanan ringan tersebut distop, maka perolehan pendapatan dari makanan ringannya akan berkurang sehingga dianggap mengurangi potensi perolehan pendapatan.

Tapi, karena mereka masih menguasai pangsa pasar maka permintaan akan mereka juga masih ada. Seperti halnya perusahaan besar, dengan porsi penguasaan pangsa pasar yang lebih tinggi, maka kemungkinan pertumbuhannya tetap ada meski cenderung melambat,” katanya.

Dia pun merekomendasikan ICBP untuk level target 9.000. Menutup perdagangan Jumat (19/2), saham ICBP ditutup turun 150 poin atau 1,71% ke level 8.600 per saham.

Mengutip laman resmi perseroan, Indofood CBP telah menghadirkan divisi makanan ringan sejak era 1990. Makanan ringan itu mulai beragam keripik dan makanan ringan lainnya termasuk biscuit. Produk tersebut mulai dari Chitato, Qtela, Lays, Doritos, Chiki, Cheetos, Jetz, Trenz, Wonderland dan Dueto. “Kami akan terus memproduksi, menjual dan mengembangkan merek-merek kami, seperti Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz yang telah lama menjadi salah satu makanan ringan favorit masyarakat Indonesia,” kata General Manager Corporate Communication Indofood Sukses Makmur Stefanus Indrayana.

Sementara itu, dalam risetnya, JPMorgan menilai Indofood CBP merupakan emiten dengan ekuitas dan merek kuat, yang menghasilkan daya beli yang juga kuat, dan pada akhirnya menghasilkan pendapatan yang tinggi untuk tahun 2021 ini.

Produk ICBP yakni, mi instan Indomie terus memperoleh pangsa pasar selama 2 tahun terakhir meskipun telah menguasai sekitar 70% pangsa pasar. JPMorgan melihat merek ini semakin memperkuat posisinya saat persaingan terjadi.

Akuisisi Pinehill oleh ICBP juga telah selesai, dan akuisisi ini akan menghasilkan 16% rata-rata pertumbuhan (CAGR) pendapatan dari full year 2020 dan estimasi 2022.

"Kami tidak terlalu mengkhawatirkan inflasi yang lebih rendah untuk ICBP, karena mi instannya dihargai pada titik di mana kenaikan ASP (average selling price/rata-rata harga jual) terkecil setidaknya 3%-4% per tahun," tulisnya dalam risetnya.

Secara historis, ICBP selalu dapat melewati kenaikan ASP tanpa halangan yang signifikan terhadap pertumbuhan volume dan JPMorgan meyakini ini akan berlaku di 2021.

Terkait laporan keuangan, Indofoof CBP mengantongi laba sebesar Rp 3,96 triliun pada kuartal III-2020. Adapun, laba bersih perseroan naik 2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,88 triliun.

Penjualan neto ICBP di kuartal III-2020 sebesar Rp 33,88 triliun atau naik 3,37% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 32,79 triliun, dengan laba per saham dasar Rp 340.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

49 Peraturan Pelaksana UU Cipta Kerja Diterbitkan

Secara keseluruhan aturan turunan yang menjadi implementasi UU Cipta Kerja akan ditetapkan sebanyak 49 PP dan 5 Perpres.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Ekonom: 6 Faktor Ini Akan Membantu Pemulihan Ekonomi Indonesia

PPKM tidak menjadi halangan bagi pelaku ekonomi untuk tidak melakukan aktivitas ekonomi.

EKONOMI | 21 Februari 2021

UU Cipta Kerja Diharapkan Tingkatkan Upah Layak Awak Kapal Perikanan

Jumlah nelayan berkurang dari 2,7 juta orang pada tahun 2019 menjadi 2,2 juta orang pada tahun 2020.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Siapkan Capex Rp 300 M, Lautan Luas Pasang Target Moderat

Capex digunakan perseroan untuk memperkuat bisnis industri bahan kimia dasar yang digunakan pada water treatment dan industri makanan.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Lewat Mobil Derek Trex, Tugu Insurance Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Tugu Insurance memiliki armada t-Rex melalui mobil derek atau gendong yang siap mengevakuasi kendaraan pelanggan yang terendam banjir.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Dukung Pemulihan Ekonomi, AdaKami Bidik Salurkan Pinjaman Rp 12 Triliun

AdaKami berharap dapat berkontribusi aktif untuk menjangkau populasi unbanked di Indonesia yang mencapai hampir 100 juta.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Temui Menkop Teten Masduki, Shopee Ungkap Capaian 97% Penjualan UMKM

Platform e-dagang Shopee mengungkap transaksi penjualan Usaha Kecil Menengah Menengah (UMKM) di situsnya telah mencapai 97%

EKONOMI | 21 Februari 2021

Tren Investasi Ilegal Marak karena Teknologi Berkembang

Nilai kerugian pada 2020 ini meningkat dibandingkan 2019 yang mencapai Rp 4 triliun.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Perjalanan KA Daop 1 Jakarta Terganggu Akibat Banjir

Jalur kereta api lintas Kedunggedeh - Lemahabang tepatnya pada km 55+100 sampai km 54+500 hingga pagi ini pukul 09.00 WIB masih terendam.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Gajah Tunggal Siapkan Capex US$ 40 Juta

Belanja modal untuk peremajaan mesin-mesin serta alat berat dan pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia.

EKONOMI | 21 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS