Jadi Ikon Ekspor Baru, Kementan Fokus Pacu Ekspor Sarang Burung Walet
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jadi Ikon Ekspor Baru, Kementan Fokus Pacu Ekspor Sarang Burung Walet

Minggu, 21 Februari 2021 | 20:32 WIB
Oleh : Vento Saudale / IDS

Bogor, Beritasatu.com - Tren ekspor komoditas Sarang Burung Walet (SBW) terus menunjukan peningkatan selama kurun waktu lima tahun terakhir. Alhasil, komoditas asal subsektor peternakan ini pun menjadi ikon baru ekspor asal pertanian.

Dari data yang dirilis BPS, ekspor komoditas SBW bersama dengan komoditas aromatik, rempah, dan hasil hutan turut menyumbang terhadap peningkatan ekspor sektor pertanian di bulan Januari 2021. Tercatat ekspor pertanian pada bulan Januari 2021 tumbuh 13,91% (YoY).

"Saat ini baru ada 23 pelaku usaha yang dapat mengekspor ke Tiongkok dan sebanyak 13 lagi tengah kami dampingi agar volume dan nilai ekspornya meningkat lagi," kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, Minggu (21/2/2021).

Jamil menyebutkan, tahun lalu 23% atau 262 ton SBW RI diekspor ke Tiongkok. Sementara 77% dari 1.100 ton kinerja ekspor SBW di tahun lalu laris di 22 pasar ekspor lain seperti Kanada, Australia, Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

Sebagai pengekspor SBW terbesar di dunia, para pelaku usaha Indonesia banyak menyasar pasar Tiongkok karena harga jual yang lebih tinggi dibandingkan negara tujuan lain, yakni antara Rp 25 juta hingga Rp 40 juta per kilo.

"Setiap negara memiliki aturan dan protokol ekspor yang berbeda. Khusus Tiongkok, mereka mempersyaratkan ketentuan registrasi bagi rumah walet dan tempat pemroses sarang walet di samping pemenuhan persyaratan teknis lainnya. Hal ini yang kami berikan pendampingan kepada calon eksportir yang ingin memasuki pasar Tiongkok," papar Jamil.

Pada kesempatan lain, Boedi Mranata, Ketua Persatuan Perusahaan Sarang Burung Walet Indonesia (PPSBI) juga menyebutkan bahwa proses menembus pasar Tiongkok membutuhkan waktu yang lama dan panjang.

"Diperlukan kesungguhan dan kepatutan yang tinggi untuk dapat memenuhi standarnya, karena selain kandungan nitrit dan sanitasi, Otoritas Karantina Tiongkok juga mempersyaratkan ketertelusuran. Mereka sudah menggunakan teknologi berupa barcode, jadi tidak bisa main-main," papar Boedi.

Sementara, secara teknis, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Barantan Agus Sunanto menjelaskan, berbeda dengan pasar ekspor lain, Tiongkok mempersyaratkan registrasi bagi pelaku usaha.

"Sebelum pandemi, otoritas karantina Tiongkok datang untuk memverifikasi, sekarang prosesnya diserahkan kepada Barantan hingga dapat disetujui oleh mereka," kata Agus.

Ke-13 perusahaan yang telah mendaftar saat ini tengah dalam proses pemenuhan persyaratan sesuai panduan teknis. Salah satunya wajib menyertakan video rumah walet dan tempat pemrosesan dengan bahasa Mandarin.

"Semua dilakukan dengan cara virtual, beberapa sudah dapat diterima pihak otoritas karantina dengan perbaikan dan selebihnya masih dalam proses," tambah Agus.

Tidak ada pembatasan atau kuota ekspor untuk pasar Tiongkok, yang ada adalah kesesuaian jumlah produksi dengan kapasitas produksi.

Dukungan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha dan instansi lainnya sangat penting agar SBW RI dapat berada di ekosistem yang baik.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Konsumen Sambut Positif Relaksasi PPnBM Mobil Baru

Dari 3.000 pembicaraan yang dijadikan analisa tersebut 72% yang menyambut positif kebijakan tersebut memiliki pandangan yang beragam.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Telkom Siagakan Petugas Guna Pastikan Layanan Tetap Berjalan Normal serta Siapkan Posko Bantuan untuk Masyarakat

Terkait dengan curah hujan yang sangat tinggi yang menyebabkan terjadi banjir di beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya

EKONOMI | 21 Februari 2021

Penuhi Ekspektasi Tinggi Konsumen, YLKI Minta ASDP Selalu Inovatif

YLKI meminta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk selalu berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan penyeberangan dan pelabuhan yang terintegrasi.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Usai Akuisisi IFL, Kinerja ICBP Masih Punya Potensi Meningkat

Saham di sektor barang konsumen yang berada di bawah naungan Grup Salim.

EKONOMI | 21 Februari 2021

49 Peraturan Pelaksana UU Cipta Kerja Diterbitkan

Secara keseluruhan aturan turunan yang menjadi implementasi UU Cipta Kerja akan ditetapkan sebanyak 49 PP dan 5 Perpres.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Ekonom: 6 Faktor Ini Akan Membantu Pemulihan Ekonomi Indonesia

PPKM tidak menjadi halangan bagi pelaku ekonomi untuk tidak melakukan aktivitas ekonomi.

EKONOMI | 21 Februari 2021

UU Cipta Kerja Diharapkan Tingkatkan Upah Layak Awak Kapal Perikanan

Jumlah nelayan berkurang dari 2,7 juta orang pada tahun 2019 menjadi 2,2 juta orang pada tahun 2020.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Siapkan Capex Rp 300 M, Lautan Luas Pasang Target Moderat

Capex digunakan perseroan untuk memperkuat bisnis industri bahan kimia dasar yang digunakan pada water treatment dan industri makanan.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Lewat Mobil Derek Trex, Tugu Insurance Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Tugu Insurance memiliki armada t-Rex melalui mobil derek atau gendong yang siap mengevakuasi kendaraan pelanggan yang terendam banjir.

EKONOMI | 21 Februari 2021

Dukung Pemulihan Ekonomi, AdaKami Bidik Salurkan Pinjaman Rp 12 Triliun

AdaKami berharap dapat berkontribusi aktif untuk menjangkau populasi unbanked di Indonesia yang mencapai hampir 100 juta.

EKONOMI | 21 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS