Pekan Ini, Harga SUN Diperkirakan Menguat
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pekan Ini, Harga SUN Diperkirakan Menguat

Senin, 22 Februari 2021 | 10:25 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Harga Surat Utang Negara (SUN) pada pekan ini diperkirakan bergerak menguat seiring tingginya tingkat ketidakpastian pasar akibat pandemi dan obligasi negara AS (US Treasury). Adapun imbal hasil pada tenor 10 tahun diproyeksikan pada rentang 6,2% sampai 6,25%.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto menjelaskan, dampak vaksinasi Covid-19 saat ini masih belum sesuai ekspektasi pasar. "Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian," kata dia kepada Investor Daily, belum lama ini.

Meski demikian, lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang akan digelar dalam waktu dekat masih menjadi instrumen investasi yang menarik lantaran suku bunga acuan yang rendah dan likuiditas perbankan masih tinggi.

Untuk diketahui pada 23 Februari pemerintah Indonesia berencana menggalang dana untuk memenuhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui surat berharga negara syariah (SBSN). Adapun target indikatif yang diincar Rp 12 triliun yang dibagi dalam enam seri yakni SPN-S bertenor 10 Agustus 2021, PBS027 15 Mei 2023, PBS017 15 oktober 2025, PBS029 15 Maret 2034, PBS004 15 februari 2037 dan PBS028 dengan jatuh tempo 15 Oktober 2046. “Dalam lelang kali ini, dana yang masuk berpotensi mencapai Rp 20 triliun, dengan seri bertenor pendek akan didominasi perbankan serta seri bertenor panjang akan diambil dana pensiun dan asuransi,” ujarnya.

Secara terpisah Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana mengatakan, secara fundamental imbal hasil SUN saat ini masih memberikan prospek cerah berkisar 6,5% hingga 6,7%. Menurutnya, penguatan mata uang rupiah dapat menjadi harapan meningkatkan harga surat utang dan menurunkan yield, di samping rendahnya suku bunga.

Sedangkan sentimen global yang pengaruhi pergerakan harga surat utang yakni kemampuan membayar negara-negara yang mengalami perlambatan ekonomi akibat Covid-19. Hal tersebut mempengaruhi pertimbangan investor. “Dana yang masuk bisa mencapai Rp 20 sampai Rp 25 triliun, mengingat lelang SBSN para investor konvensional juga dapat memiliki instrumen ini berkat underlying yang lebih pasti sehingga meminimalkan risiko,” kata dia.

Menurut dia, seri di bawah 5 tahun akan menjadi pilihan dari investor perbankan untuk menghindari mismatch cash flow instrument seri panjang. Selain itu, perbankan memiliki struktur pembiayaan yang sama seperti pada produk deposito dan lainya. Sedangkan dana pensiun dan asuransi akan jadi pilihan dana pensiun. “Menariknya, Bank Indonesia (BI) juga berpotensi masuk pada SBSN sebagai upaya burden sharing pada seri jangka panjang. Hal ini juga menjadi kepentingan dari BI untuk menurunkan imbal hasil pada semua tenor,” paparnya.

Sementara Associate Director of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, imbal hasil SBSN untuk rentang 5 tahun berkisar 5,05% – 5,15% dengan potensi menurun. Kemudian 10 tahun pada rentang 6,60% hingga 6,70%, 15 tahun pada 6,20% – 6,35% dan 20 tahun berkisar 6,70% sampai 6,85%.

Dia memperkirakan, total penawaran yang masuk berkisar Rp 25 triliun sampai Rp 40 triliun. Seri obligasi jangka pendek akan lebih digemari untuk meredam volatilitas pasar. Namun, tidak menutup kemungkinan obligasi jangka panjang juga akan dipilih untuk memaksimalkan keuntungan. “Tetap berhati-hati dan lakukan strategi yang tepat ditengah volatilitas yang kian meninggi. Buy and hold merupakan sebuah pilihan,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Emas Antam Dibanderol Rp 930.000 Per Gram

Harga per 100 gram Rp 87,604 juta.

EKONOMI | 22 Februari 2021

Rupiah Tertekan di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.070-Rp 14.079 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Februari 2021

IHSG Langsung Melesat di Awal Perdagangan

Pukul 09.20 WIB, indeks harga saham gabungan naik 49,8 poin (0,8%) menjadi 6.282.

EKONOMI | 22 Februari 2021

IHSG Diperkirakan Sideways, Buy BBTN, SMGR, BMRI dan BBRI

Support level IHSG berada di 6.193/6.154/6.135 dan resistance level berada di 6.251/6.271/6.310.

EKONOMI | 22 Februari 2021

Askrindo Syariah Boyong Indonesian Creativity and Best Leader Award

Askrindo Syariah meraih penghargaan untuk kategori The Most Outstanding Sharia Based Financing Guarantee Company of The Year.

EKONOMI | 22 Februari 2021

Pasar Cermati Relaksasi DP Nol Rupiah Kendaraan Bermotor dan Properti

Dengan adanya kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat ke depannya.

EKONOMI | 22 Februari 2021

IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Sahamnya

IHSG pada perdagagan hari ini akan berada di kisaran 6.163 sampai 6.295.

EKONOMI | 22 Februari 2021

Bursa Asia Naik, Tiongkok Pertahankan Suku Bunga Pinjaman Acuan

Di Jepang, Nikkei 225 naik 1,03% pada awal perdagangan.

EKONOMI | 22 Februari 2021

Empat PP di UU Cipta Kerja Terkait Kesejahteraan Pekerja

Penggunaan tenaga kerja asing hanya untuk alih keahlian/keterampilan dan teknologi baru.

EKONOMI | 22 Februari 2021

Kini Kemudahan Berinvestasi Didasarkan Usaha Prioritas, Bukan DNI

Berbagai bidang usaha yang menjadi prioritas ini akan diberikan insentif dan kemudahan yang meliputi insentif fiskal dan non-fiskal.

EKONOMI | 22 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS