Pembiayaan Utang Awal Tahun Melonjak 143%
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Pembiayaan Utang Awal Tahun Melonjak 143%

Selasa, 23 Februari 2021 | 20:09 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat realisasi pembiayaan utang selama Januari 2021 mencapai Rp 165,8 triliun atau naik lebih dua kali lipat atau 143% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 68,2 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan kenaikan pembiayaan utang karena perbedaan defisit APBN di tahun 2020 dan 2021. Untuk tahun lalu, defisit APBN di awal tahun masih diperkirakan menyentuh 1,76% dan APBN belum dilakukan revisi, sehingga penerbitan surat berharga negara (SBN) utang neto masih rendah.

Sementara di tahun ini sejak awal tahun defisit APBN sudah dipatok 5,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp 1.006,4 triliun. Secara terperinci penarikan utang baru melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 169,7 triliun atau naik 135% dibandingkan Januari 2020. Penerbitan SBN ini sudah 14,1% dari target dalam APBN 2021 sebesar Rp 1.207,3 triliun.

“Sampai 31 Januari pembiayaan utang Rp 165,8 triliun, penerbitan SBN neto Rp 169,7 triliun naik tajam dibandingkan tahun lalu Rp 72 triliun, karena defisit Januari ini naik tajam dibandingkan Januari 2020, itu belum direvisi, makanya kalau dilihat issuance masih rendah," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers virtual APBN KiTa, Selasa (23/2/2021).

Untuk pinjaman, minus Rp 3,9 triliun di awal bulan tahun 2021. Sedangkan pembiayaan investasi, pemberian pinjaman, pembiayaan lainnya masih nihil. Oleh karena itu, Menkeu memastikan bahwa pembiayaan anggaran akan terus disesuaikan dan dikaitkan untuk memanfaatkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA). “Dengan penggunaan SiLPA tahun ini kita akan sesuaikan volume issue SBN kita dan akan ada penurunan tekanan pasar SBN, ini diharapkan bisa kendalikan biaya utang,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan menggunakan pinjaman lunak dari skema burden sharing sesuai surat keputusan bersama antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia untuk pembiayaan APBN 2021 khususnya pembelian vaksin.

Meski pembiayaan investasi belum terealisasi hingga akhir Januari, namun ia memastikan akan dilakukan hati-hati. Untuk pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) sejumlah BUMN juga akan dilakukan terukur serta dikaitkan output dan outcome-nya.

Sementara Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemkeu, Luky Alfirman, mengatakan bahwa pemerintah akan menggunakan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) demi mengurangi tekanan pembiayaan utang di 2021.

Adapun SiLPA yang akan digunakan tahun ini mencapai Rp 80-100 triliun. Pemanfaatan SiLPA ini juga nantinya akan mengurangi target penerbitan SBN yang mencapai Rp 1.207,3 triliun sepanjang 2021. "Bahwa untuk mengurangi tekanan dan kondisi kas pasar SBN kita gunakan SiLPA sebesar Rp 80-100 triliun, ini untuk kurangi pembiayaan utang di 2021, khususnya mengurangi target penerbitan SBN," tuturnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Januari, Dana Pemda Mengendap di Perbankan Capai Rp 133,5 Triliun

Dana milik Pemda yang mengendap di perbankan hingga Januari 2021 mencapai Rp 133,5 triliun.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Kadin Gandeng Jerman Dorong Program Vokasi untuk Bangkitkan Ekonomi

Sektor ketenagakerjaan mengahadapi isu yang luar biasa berat karena pengaruh digitalisasi dan pandemi.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Airlangga: “Beritasatu Public Leader Awards” Dorong Pemimpin Terus Produktif

Kepada 14 public leader yang menerima penghargaan, Airlangga sampaikan selamat dan sukses.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Bendungan Napun Gete Pacu Produktivitas Pertanian dan Peternakan NTT

Kunci kemakmuran NTT terletak pada bagaimana pengairan mampu dialirkan ke persawahan dan peternakan.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Airlangga Ungkap Layanan Digital Kartu Prakerja Wujud Reformasi Inovasi

Airlangga Hartarto mengatakan sistem berbasis digital dalam program kartu prakerja merupakan inovasi yang jadi unggulan guna mendukung reformasi layanan publik.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Tanrise Garap Proyek Pergudangan Digital Rp 125 Miliar di Sidoarjo

Tanrise mengembangkan proyek TritanHub di atas lahan seluas 1,8 hektare dengan nilai investasi Rp 125 miliar.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Baru 1 Bulan di 2021, Defisit APBN Tembus Rp 45,7 Triliun

Defisit APBN pada bulan Januari disebabkan penerimaan negara yang melemah.

EKONOMI | 23 Februari 2021

IHSG Ditutup Naik, Ini Daftar Saham dengan Volume dan Nilai Terbesar

Level indeks tertinggi indeks mencapai 6.279,14, sedangkan terendah 6.241,95.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Ini Alasan Pengusaha Tertarik Ikut Vaksinasi Mandiri

Tingginya biaya tes Covid-19 secara reguler untuk para karyawan menjadi alasan pengusaha bersedia berpartisipasi dalam program vaksinasi mandiri.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Ashmore Optimistis Dana Kelolaan Reksa Dana Naik Tahun Ini

Perseroan berencana untuk mengeluarkan produk baru bertema environmental, social and governance (ESG) pada kuartal I 2021.

EKONOMI | 23 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS