Menkeu: Penerimaan Pajak Penghasilan Merosot karena Pengangguran Naik
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Menkeu: Penerimaan Pajak Penghasilan Merosot karena Pengangguran Naik

Rabu, 24 Februari 2021 | 07:00 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengklaim penerimaan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 atau pajak karyawan mengalami kontraksi hingga 6,05% year on year (yoy) atau lebih rendah dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu tumbuh 0,93%. Hal ini disebabkan oleh pengangguran yang meningkat.

Jika merujuk data APBN KiTA periode Januari tahun lalu, realisasi PPh Pasal 21 sebesar Rp 15,28 triliun, maka pada Januari 2021 posisi penerimaan pajak karyawan hanya sekitar Rp 14,34 triliun.

“Ini karena memang kalau kita lihat serapan tenaga kerja, atau pemulihan ekonomi yang belum semuanya normal menyebabkan jumlah tenaga kerja yang bekerja mengalami penurunan, atau pengangguran naik. Untuk itu PPh Pasal 21-nya juga mengalami penurunan,” kata Menkeu dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2021 Periode Januari, Selasa (23/2/2021).

Ia mengatakan bahwa kontraksi pada PPh 21 dipengaruhi juga oleh faktor pemberian insentif fiskal PPh 21 dengan mekanisme pajak ditanggung pemerintah sehingga perusahaan yang mendapatkan insentif tidak perlu membayar pajak karyawan.

Bahkan untuk kontraksi penerimaan PPh Pasal 21 masih akan terjadi pemberian insentif dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 dengan mekanisme insentif pajak ditanggung pemerintah (DTP) yang diperpanjang hingga pertengahan tahun ini.

Sebagai informasi, kriteria penerima insentif PPh 21, yakni karyawan yang bekerja pada perusahaan yang bergerak di salah satu dari 1.189 bidang usaha tertentu, perusahaan yang mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), atau perusahaan di kawasan berikat dapat memperoleh insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP).

Insentif ini diberikan kepada karyawan yang memiliki NPWP dan penghasilan bruto yang bersifat tetap dan teratur yang disetahunkan tidak lebih dari Rp 200 juta. Karyawan tersebut akan mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk pajak yang tidak dipotong karena atas kewajiban pajaknya ditanggung oleh pemerintah.

Apabila perusahaan memiliki cabang maka pemberitahuan pemanfaatan insentif PPh Pasal 21 cukup disampaikan oleh pusat dan berlaku untuk semua cabang.

“PPh 21, karyawan jangan lupa para wajib pajak dunia usaha masih mendapatkan insentif fiskal yang kita perpanjang. Penerimaan pajak yang kontraksi karena pemerintah berikan ruang bagi pengusaha para pelaku usaha untuk dapatkan insentif pajak karena belum sepenuhnya pulih dari hantaman covid-19”tuturnya.

Adapun total realisasi penerimaan pajak sepanjang Januari sebesar Rp 68,5 triliun, minus 15,3% secara tahunan. Angka ini sudah memenuhi 5,6% target penerimaan pajak tahun ini sejumlah Rp 1.229,6 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Revisi PMK PPnBM Masuk Tahap Finalisasi

Rencananya revisi PMK untuk aturan PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) ditargetkan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2021.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Pernyataan Powell Hentikan Koreksi Wall Street

Powell mengatakan kepada Kongres bahwa inflasi masih lemah dan proyeksi pertumbuhan ekonomi masih penuh ketidakpastian.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Inovasi Dirut Pegadaian Diganjar Penghargaan Indonesia Best CEO 2020

Terpilihnya Kuswiyoto karena dinilai berhasil memacu inovasi digital dan mendorong kinerja bisnis Pegadaian.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Transaksi di Aplikasi MyPertamina Capai 1,5 Juta Per Bulan

Jumlah downloader aplikasi telah mencapai 7 juta konsumen.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Ekspansi Bisnis, Blesscon Bangun Pabrik Baru di Jawa Tengah

Ekspansi pabrik baru mengukuhkan Blesscon sebagai produsen bata ringan terbesar di Indonesia, dengan total kapasitas produksi 2,7 juta m3 per tahun.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Teten Masduki: Basis Data Tunggal UMKM Jadi Prioritas

Berdasarkan data perbankan, jumlah rekening yang diidentifikasi sebagai pelaku UMKM mencapai sekitar 60 juta.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Hutama Karya Ciptakan Program Mandiri Pangan di Sekitar Tol Riau

Program yang melibatkan puluhan UMKM ini sekaligus sebagai upaya pelaksanaan Sustainable Development Goal (SDG).

EKONOMI | 23 Februari 2021

Raih “Beritasatu Public Leader Awards”, Sri Mulyani: Berkat Kepemimpinan Jokowi

Penghargaan ini menurutnya juga merupakan sebuah pengakuan dari Beritasatu atas hadirnya Kemkeu dalam berikhtiar menjawab tantangan Covid-19.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Menkop UKM Harap “Beritasatu Public Leader Awards” Lahirkan Pemimpin Teladan

UMKM yang mengisi 99% postur pelaku usaha di Indonesia layak menyandang gelar tulang punggung ekonomi nasional.

EKONOMI | 23 Februari 2021

Hingga Akhir 2021 BEI Optimistis Investor Tumbuh 25%

Hingga Januari 2021 berhasil membukukan pertumbuhan investor saham sebanyak 335.000 menjadi 2,03 juta investor.

EKONOMI | 23 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS