Peningkatan Literasi Digital Perlu Didukung Keterampilan Berpikir Kritis
Logo BeritaSatu

Peningkatan Literasi Digital Perlu Didukung Keterampilan Berpikir Kritis

Rabu, 24 Februari 2021 | 13:08 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / WBP

Jakarta, Beritasatu.com-Peningkatan literasi digital pada siswa perlu didukung keterampilan berpikir kritis yang mencakup kemampuan berpikir, menganalisis, mengevaluasi, dan mengambil keputusan dari informasi yang sudah didapatkan. Dalam kaitannya dengan literasi digital, kemampuan ini penting untuk mengolah informasi yang telah didapat secara daring.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza mengatakan, rendahnya literasi menjadi faktor penting yang menyebabkan rentannya masyarakat terhadap hoax dan misinformasi maupun sisi-sisi gelap internet seperti fenomena cyberbullying, predator seksual, maupun penipuan online. Pemerintah perlu meneruskan upaya yang terstruktur untuk meningkatkan konektivitas antardaerah di Indonesia untuk memperkecil kesenjangan antara satu daerah dengan daerah lainnya. “Hal ini akan membantu banyak hal, tidak hanya pendidikan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” terang dia dalam siaran persnya, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Untuk meningkatkan literasi digital, perlu adanya usaha pemerintah meningkatkan akses internet terutama untuk daerah rural dan masyarakat menengah ke bawah. Di sisi lain, konten pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat direvisi agar lebih relevan dengan tuntutan masa kini yang memerlukan kemampuan mengevaluasi informasi yang didapat dari sumber-sumber digital. Selain itu, kebiasaan berpikir kritis harus dikembangkan sejak di bangku sekolah agar kelak dapat menjadi masyarakat digital yang bertanggung jawab.

Nadia menyebutkan, berdasarkan survei dari Kementerian Kominfo dan Katadata, indeks literasi digital nasional ada di angka 3,47 di skala 4. Survei ini memperlihatkan bahwa level literasi digital Indonesia masih berada di tingkat yang belum memuaskan. Tidak hanya kemampuan menggunakan perangkat digital, literasi digital adalah kemampuan memproses dan mengevaluasi informasi yang didapat dari sumber-sumber digital secara kritis dan bertanggung jawab. “Literasi digital merupakan salah satu aspek dari payung besar kemampuan literasi. Jika dilihat dari sisi pendidikan, literasi anak Indonesia juga belum mencapai tingkat yang memuaskan,” ujar dia.

Berdasarkan skor literasi Programme for International Students Assessment (PISA), Indonesia berada di peringkat 71 dari 79 negara. Lebih lanjut, hanya 30% peserta didik yang mengikuti tes yang berada di maupun di atas level 2 dalam kemampuan membaca dibandingkan dengan 77% peserta didik dari negara-negara OECD. Selain itu, berdasarkan Survey of Adult Skills yang diselenggarakan tahun 2016, 70% orang dewasa Indonesia berada di maupun di bawah level 1 di literasi. “Dua survei ini memperlihatkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih mengalami kesulitan dalam memahami informasi secara kritis yang terdapat di dalam teks yang panjang dan kompleks,” pungkas Nadia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Laba Bersih Indo Tambangraya Megah Turun 69,5%

Pendapatan perseroan juga turun 30,99% menjadi US$ 1,18 miliar dari periode sama pada tahun 2019 sebesar US$ 1,71 miliar.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Masyarakat Kutai Kartanegara Nikmati Jargas Rumah Tangga

Jargas merupakan program yang digagas oleh Kementerian ESDM dan Ditjen Migas guna mengurangi subsidi BBM dan LPG dengan memanfaatkan gas alam domestik.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Anggota Komisi VII: Pembebasan Royalti Batu Bara Harus Selektif

"Harus jelas dan definitif kriteria pengusaha yang melaksanakan hilirisasi tersebut, yang dibuktikan dengan produk hilirisasi yang ekonomis," kata Mulyanto.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Tren Hunian Baru Mencuat di Masa Pandemi

PT Jakarta Indah Makmur yang merupakan konsorsium Nishitetsu Group, Jepang dengan Pulauintan, mengembangkan apartemen The Veranda di kawasan Lebak Bulus.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Facebook Janji Bayar Perusahaan Media Australia

Hanya beberapa jam setelah putusan kompromi diumumkan, Facebook mengumumkan kesepakatan pertama yang diusulkan dengan perusahaan media Australia, Seven West.

DUNIA | 24 Februari 2021

Ini Saham-saham Top Gainers Sesi I

Harga saham YELO melonjak 34,44%, BBHI naik 24,71%, BBYB terangkat 23,66%, BABP meningkat 21,82% dan BANK terangkat 21,77%.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Rupiah Menguat Tipis ke Rp 14.080

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Rabu (24/2/2021), terpantau menguat tipis ke kisaran Rp 14.080.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Di Bawah Tekanan Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 0,25%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,25% ke 6.257,3 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (24/2/2021).

EKONOMI | 24 Februari 2021

Perluas Perjanjian Perdagangan, Kemdag Fokus ke Afrika dan Amerika Selatan

Selain Afrika dan Amerika Selatan, ada wilayah Eropa Timur, Eropa Tenggara, Asia Selatan, dan Timur Tengah yang akan dikembangkan.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Charoen Pokphand Tembus Pasar Ekspor Qatar

Kesepakatan ekspor Charoen Pokphand ke Qatar secara keseluruhan yakni sebanyak 21.600 kg untuk tahun 2021.

EKONOMI | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS