Kempupera Tegaskan Program Sejuta Rumah Tetap Dilanjutkan
Logo BeritaSatu

Kempupera Tegaskan Program Sejuta Rumah Tetap Dilanjutkan

Rabu, 24 Februari 2021 | 16:31 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Permasalahan bidang perumahan di Indonesia harus diselesaikan dengan serius dan memerlukan koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan. Untuk itu, pemerintah terus berupaya menggandeng peran aktif dari kementerian/lembaga, asosiasi pengembang, sektor swasta dan masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi agar masalah perumahan bisa diselesaikan sehingga masyarakat bisa memiliki rumah layak huni.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono menyatakan, program perumahan adalah satu program strategis yang dilaksanakan pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi seluruh masyarakat.

"Masa pandemi ini membuat program perumahan menjadi hal penting untuk tempat tinggal masyarakat. Karenanya, program perumahan tetap penting untuk diperhatikan dan menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah,” ujar Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Rabu (24/2/2021).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Khalawi Abdul Hamid mengatakan, negara wajib menyediakan hunian yang layak huni. Namun, negara juga memerlukan dukungan dan sinergi antar pemangku kepentingan untuk menangani masalah perumahan.

"Oleh karena itu, program sejuta rumah akan tetap dilanjutkan guna mengejar backlog perumahan yang setiap tahun terus bertambah,” tegasnya.

Menurut Khalawi, untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat, pemerintah terus mendorong pelaksanaan program sejuta rumah. Selain itu, juga memperluas akses masyarakat terhadap tempat tinggal layak yang dilengkapi dengan sarana, prasarana dan utilitas yang memadai.

"Program sejuta rumah merupakan gerakan untuk mengajak seluruh stakeholder perumahan untuk membangun rumah sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat. Saat ini jumlah rumah dan kebutuhan masyarakat tidak seimbang," tandasnya.

Khalawi menerangkan, ada beberapa permasalahan mendasar yang sering dihadapi dalam program perumahan. Pertama, keterbatasan lahan khususnya di perkotaan. Kebanyakan lahan di perkotaan yang ada saat ini dikuasai oleh para pengembang besar dan peruntukkannya bukan untuk hunian.

"Hampir lebih dari 90% lahan atau tanah di perkotaan itu dikuasai pengembang besar. Sedangkan pengembang yang kecil memiliki lahan di daerah pinggiran. Kami berharap dukungan dari para pengembang untuk melaksanakan pembangunan hunian berimbang sehingga ketersediaan hunian layak di perkotaan juga dapat terpenuhi,” terangnya.

Permasalahan kedua, lanjut Khalawi, ketidaktersediaan basis data perumahan. Pemerintah daerah diharapkan memiliki basis data perumahan yang baik sehingga pemerintah dapat mengetahui secara pasti berapa jumlah kebutuhan rumah masyarakat di tiap daerah.

"Permasalahan lainnya adalah alokasi anggaran perumahan yang tidak sesuai serta belum optimalnya pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, Kempupera terus menggenjot penyaluran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swdaya (BSPS) atau bedah rumah, membangun rumah susun, rumah khusus dan pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) perumahan serta memberikan sosialisasi dan pendampingan ke Pemda untuk mengatasi hal tersebut,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IHSG Ditutup Turun, AGRO dan BANK Kuasai Daftar Saham Teraktif

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) dengan frekuensi 71.189 kali.

EKONOMI | 24 Februari 2021

MNC Bank Ajak Nasabah Gunakan Aplikasi Motion

Selain fitur baru, sisi keamanan dan kelancaran menggunakan aplikasi Motion terus ditingkatkan.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Keren, OVO Kuasai Pasar Pembayaran Digital di Indonesia

Menurut UBS Global Research, 31% masyarakat Indonesia memilih OVO sebagai platform pembayaran digital sehari-hari.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Penurunan Bunga Acuan BI Dianggap Belum Berdampak ke Sektor Riil

Jika dunia usaha belum pulih, maka laju pertumbuhan ekonomi juga akan tertahan.

EKONOMI | 24 Februari 2021

BSBI Bantu DPR Awasi BI Percepat Pemulihan Ekonomi

Peran utama BSBI adalah membantu DPR dalam mengawasi serta memberikan masukan kebijakan bagi BI.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Rilis Proyek Baru, PP Properti Gercep Sambut Pelonggaran Uang Muka

PP Properti mengembangkan produk rumah tapak terbaru di perumahan Permata Puri Cibubur dengan rentang harga mulai dari Rp 500 jutaan.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.085 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.072- Rp 14.090 per dolar AS.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Kadin Dorong Program Vokasi untuk Kebangkitan Ekonomi

Kadin Indonesia mendukung kebijakan pemerintah dalam mengedepankan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi guna mempersiapkan generasi muda Indonesia.

EKONOMI | 24 Februari 2021

275 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun 21 Poin ke 6.251

Sementara indeks LQ-45 turun 8,4 poin (0,88%) ke level 950,7.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Kemperin Perkuat Struktur Infrastruktur Mutu Industri Nasional

Kemperin terus meningkatkan komitmennya dalam upaya mendukung peningkatan daya saing industri guna memacu produktivitas.

EKONOMI | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS