Logo BeritaSatu

Studi: Masyarakat Indonesia Paling Banyak Kurangi Uang Tunai di ASEAN

Rabu, 24 Februari 2021 | 18:07 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat Indonesia paling banyak mengurangi penggunaan uang tunai selama new normal. Sebanyak 6 dari 10 konsumen Khawatir akan penyebaran virus Covid-19 sehingga lebih memilih nontunai (cashless). Jumlah ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara (ASEAN).

Hal itu terungkap dalam studi Visa Consumer Payment Attitudes terbaru, survei tahunan yang menyoroti pertumbuhan konsumen yang melek digital dan pergeseran cara pembayaran di Asia Tenggara. "Pembayaran dan perilaku berbelanja konsumen Indonesia yang berubah signifikan akibat pandemi," kata Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman dalam keterangan tertulisnya Rabu (24/2/2021).

Proporsi yang sama atau 63% konsumen Indonesia juga mengakui semakin jarang berbelanja dengan uang tunai. Lebih lanjut, tujuh dari 10 (66%) menyatakan merasa tak perlu lagi membawa uang tunai yang mengindikasikan pergeseran perilaku konsumen.

Riko mengatakan di tengah pandemi, keamanan pribadi dan higiene pembayaran menjadi prioritas utama yang mendorong banyak konsumen Indonesia beralih ke pembayaran nontunai dan mempertimbangkan pembayaran nirsentuh (contactless). “Konsumen Indonesia telah merasakan langsung manfaat gaya hidup nontunai, terutama dari segi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi," kata dia.

Pembayaran contactless juga diminati banyak orang dan menjadi penyebab penurunan pembayaran tunai, terlepas dari fakta banyaknya konsumen mengurangi intensitas belanja tatap muka.

"Studi Visa menyoroti bagaimana keamanan pribadi dan digital-first commerce akan tetap menjadi tren bahkan setelah pandemi Covid-19 berakhir, di mana masyarakat akan menggunakan lebih sedikit uang tunai dan lebih sering berbelanja online di marketplace,” tambah Riko.

Hampir enam dari 10 (59%) konsumen Indonesia lebih memilih berbelanja di situs perdagangan (marketplace) online, dengan mayoritas transaksi mobile e-commerce terjadi melalui aplikasi, sekitar 12 kali dalam sebulan. Perilaku berbelanja mereka juga telah bergeser, di mana empat dari 10 konsumen memilih untuk mendukung usaha rumahan atau lokal. Saat berbelanja, layanan pesan antar ke rumah menjadi pilihan utama, di mana sembilan dari 10 (88%) konsumen Indonesia menggunakan layanan tersebut, dengan tujuh dari 10 mengakui lebih sering menggunakan layanan tersebut, rata-rata tujuh kali setiap bulannya.

“Visa berkomitmen mendukung sektor pembayaran yang semakin lancar, aman, dan terjaga di Indonesia, sebagai sebuah fondasi inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar," kata Riko.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

OJK: Industri Keuangan Non Bank Masih Tumbuh, Profil Risiko Terjaga

OJK mencatat sektor industri keuangan non bank (IKNB) secara umum sampai dengan Oktober 2022 masih mencatatkan pertumbuhan.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Permintaan Ekspor Turun, 11 Sektor Manufaktur RI Alami Kontraksi

PMI Indonesia 50,3 dan ada 11 sektor kontraksi dan juga penurunan purchasing order terutama untuk sektorTPT, sepatu, dan apparel.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Menko Airlangga Targetkan 65% Pemda Go Digital di 2023

Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) menargetkan 65% pemerintah daerah masuk kategori digital pada 2023.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Melesat, Transaksi Digital di RI Diperkirakan Rp 3.424 T

Pemerintah meyakini potensi digitalisasi di Indonesia akan terus meningkat, seiring komitmen untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi di daerah.

EKONOMI | 6 Desember 2022

CIMB Niaga Finance Raih Pinjaman Syariah Rp 700 Miliar

PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) meraih pinjaman sindikasi syariah senilai Rp 700 miliar.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Telkomsel: Penurunan Harga Saham GOTO Masih Wajar

Telkomsel  menanggapi penurunan kinerja saham GOTO adalah suatu hal yang wajar akibat fluktuasi pasar.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Terkapar di Zona 6.800-an, IHSG Melemah 1,39% di Sesi I

Dibuka melemah 51,54 poin (0,74%) di posisi 6.935, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) sentuh zona 6.800 pada perdagangan sesi I, Selasa (6/12/2022).

EKONOMI | 6 Desember 2022

Bittime Exchange Jelajahi Potensi Pasar Kripto di Indonesia

Kehadiran Bittime di negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara ini menegaskan akan minat dan komitmen terhadap Indonesia.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Pendapatan Hero Supermarket Naik 31% Tembus Rp 3,2 Triliun

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) HERO Group hingga kuartal III 2022 mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 3,23 triliun meningkat 31%.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Besar Pasak daripada Tiang, Ekuitas Wanaartha Life Negatif Rp 10 T

Menurut laporan keuangan 2020, Wanaartha Life ternyata memiliki ekuitas minus Rp 10 triliun sehingga tidak mampu memenuhi rasio solvabilitas.

EKONOMI | 6 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OJK: Industri Keuangan Non Bank Masih Tumbuh, Profil Risiko Terjaga

OJK: Industri Keuangan Non Bank Masih Tumbuh, Profil Risiko Terjaga

EKONOMI | 25 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE