Ini Komentar Luhut Soal Istilah “Luhut Lagi Luhut Lagi”
Logo BeritaSatu

Ini Komentar Luhut Soal Istilah “Luhut Lagi Luhut Lagi”

Kamis, 25 Februari 2021 | 12:03 WIB
Oleh : Herman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com – Istilah 4L atau “Luhut Lagi Luhut Lagi” banyak digunakan pengguna media sosial untuk menggambarkan sepak terjang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan. Istilah 4L ini muncul karena Luhut dinilai punya banyak kewenangan atau menangani banyak hal di Indonesia.

Istilah 4L ini juga sudah sampai ke telinga Luhut. Namun, Luhut menepis anggapan tersebut. Menurutnya, dalam mengerjakan sesuatu memang harus holistik dan terintegrasi.

“Kalau bisa saya luruskan, sebenarnya nggak Luhut Lagi Luhut Lagi. Sebenarnya kalau saya mengerjakan sesuatu, saya tidak mau tidak holistik, saya tidak mau kalau tidak terintegrasi. Kalau tidak holistik dan tidak terintegrasi, pasti tidak akan lengkap. Itu yang saya buat,” kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Economic Outlook 2021, Kamis (25/2/2021).

Karenanya, dalam mengambil sebuah kebijakan, terkadang Luhut juga melibatkan kementerian-kementrian di luar koordinasi Kemenko Maritim dan Investasi. Apalagi kementerian yang dikoordinasikan langsung di bawahnya juga cukup banyak, antara lain Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan juga Badan Koordinasi penanaman Modal (BKPM).

“Jadi sebenarnya tidak benar juga, hanya mungkin karena saya bekerja banyak. Tapi yang penting tugas pokok saya yang diperintahkan Presiden saya kerjakan,” tegas Luhut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lengkapi DPSP Labuan Bajo, Kempupera Tata Tiga Kawasan Wisata di Kupang NTT

Kempupera terus membangun sejumlah infrastruktur untuk mendukung pengembangan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

EKONOMI | 25 Februari 2021

Soal Tesla, Luhut Tegaskan Tak Pernah Bicara Investasi Pabrik Mobil

Menko Luhut mengatakan mengatakan pemerintah Indonesia saat ini masih terus melakukan pembicaraan dengan Tesla.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Kurs Rupiah Terdepresiasi ke Rp 14.105

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Kamis (25/2/2021), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.105.

EKONOMI | 25 Februari 2021

BSI Masuk 10 Besar Emiten Berkapitalisasi Pasar Terbesar

Per 24 Februari 2021, nilai kapitalisasi pasar PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebesar Rp 115 triliun, atau di urutan 10.

EKONOMI | 25 Februari 2021

IHSG Berpotensi Menguat, Valbury Rekomendasikan 6 Saham Ini

Valbury Sekuritas merekomendasikan saham TLKM, ANTM, AALI, BMRI, BBNI, BJTM.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Fokus Pasar: PPnBM Dorong Performa Industri Kendaraan Bermotor

Pembebasan PPnBM dan DP kendaraan berpengaruh pada produktivitas dan juga aktivitas industri.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Bukan Kejahatan, Unrealized Loss Lazim di Pasar Modal

Terdapat berbagai risiko yang terus membayangi investasi di pasar modal, di antaranya yakni capital loss, likuiditas emiten, hingga delisting.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Seiring Bursa Asia, IHSG Dibuka Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,86% ke 6.304,8 pada awal perdagangan hari ini, Kamis (25/2/2021).

EKONOMI | 25 Februari 2021

British School Jakarta Raih Gold Greenship Certification

British School Jakarta (BSJ) jadi sekolah pertama di Indonesia yang mendapatkan Gold Greenship Certification dari GCBI.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Industri Pertahanan Indonesia Promosikan Produk di Abu Dhabi

Kegiatan pameran seperti ini bertujuan mempromosikan produk-produk industri pertahanan di pasar luar negeri, khususnya di wilayah UEA.

EKONOMI | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS