Tetap Positif Berkat Diversifikasi, Trisula Incar Pendapatan Naik 8%
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 479 (-2)   |   COMPOSITE 5975 (-12)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1396 (-0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 473 (-1)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1245 (-7)   |   IDXBUMN20 361 (0)   |   IDXCYCLIC 739 (-1)   |   IDXENERGY 741 (2)   |   IDXESGL 130 (-0)   |   IDXFINANCE 1328 (1)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1274 (2)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 965 (0)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 739 (-6)   |   IDXPROPERT 876 (-4)   |   IDXQ30 136 (-0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (0)   |   IDXTECHNO 3334 (15)   |   IDXTRANS 1040 (3)   |   IDXV30 127 (0)   |   INFOBANK15 957 (-1)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 408 (-1)   |   ISSI 176 (-0)   |   JII 579 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1135 (-3)   |   LQ45 890 (-2)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1594 (-3)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 303 (-1)   |   PEFINDO25 295 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (0)   |   SRI-KEHATI 342 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tetap Positif Berkat Diversifikasi, Trisula Incar Pendapatan Naik 8%

Kamis, 25 Februari 2021 | 13:54 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Trisula International Tbk (TRIS) melalui luasnya diversifikasi bisnis, perseroan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan di akhir tahun dapat mencapai 8%. Untuk mendukung rencana tersebut perseroan akan melakukan peremajaan mesin-mesin produksi.

Direktur Utama Trisula International Santoso Widjojo menjelaskan, target ini direncanakan lantaran permintaan produk perseroan masih positif, hal ini ditandai dengan pendistribusian garmen hasil produk ke berbagai daerah di Indonesia maupun ekspor.

“Berkat keahlian yang kami miliki, saat ini perseroan menerima pesanan pakaian kustomisasi sesuai dengan permintaan pelanggan yang didapatkan melalui anak usaha,” jelasnya kepada Investor Daily, Kamis (25/2/2021).

Lebih lanjut, seiring dengan perencanaan target pada tahun 2021 tersebut, perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan fleksibilitas produksi dengan membuat produk berdasarkan kebutuhan market, baik domestik maupun ekspor. Sebab itu, lanjut Susanto perseroan telah menganggarkan anggaran belanja modal atau capital expenditure/capex sebanyak Rp 21,8 miliar yang berasal dari internal perusahaan dan bank.

Capex ini rencananya akan dipergunakan untuk peremajaan mesin lama dan pembelian mesin baru untuk menunjang kebutuhan produksi,” ujarnya.

Upaya lainya yang dilakukan perseroan untuk menopang pendapatan yakni dengan melakukan diversifikasi produk, Trisula International sebelumnya diketahui memasarkan yaitu memasarkan produk Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat, masker non-medis, medical garment, dan protective-wear. Produk APD baju hazmat dan pelindung alas kaki ini telah memperoleh izin edar dari Kemenkes selama yang berlaku selama 5 tahun.

Meski demikian, Santoso tak menampik bahwa pada tahun ini bisnis perseroan masih dihadapkan pada tantangan akibat pandemi seperti keterbatasan ruang gerak dalam logistik. Namun hal ini dapat perseroan atasi dengan melakukan komunikasi yang baik dengan para konsumen kami.

“Sehingga kami mendapatkan kelonggaran waktu delivery sehingga terhindar dari potential claim. Kami juga terus berupaya melakukan efisiensi produksi dalam menjaga kinerja dan melihat peluang yang ada tanpa mengesampingkan kualitas produk,” ujarnya.

Adapun sebelumnya, hingga September 2020, perseroan mampu membukukan peningkatan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar 52,3% menjadi Rp 6,64 miliar yang disebabkan oleh menurunnya sejumlah beban.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip oleh Investor Daily, beban yang dimaksud yaitu beban pokok penjualan tercatat Rp 705,08 miliar, turun 24.94% dari Rp 248,57 miliar. Hal yang sama juga terjadi pada beban umum dan beban penjualan, masing-masing terkoreksi 3.93% dan 28.38%.

Adapun pada periode ini perseroan membukukan penjualan sebanyak Rp 891,66 miliar, atau berkurang Rp 235,78 miliar. Sedangkan pada periode yang sama di 2019 lalu perseroan mampu melakukan penjualan hingga Rp 1.12 triliun.

Secara rinci, segmen ekspor dan lokal kepada pihak ketiga masih mendominasi dengan menyumbang masing-masing Rp 411,01 miliar dan Rp 439,62 miliar. Kemudian, penjualan pihak berelasi berkontribusi Rp 41,02 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IHSG Sesi I Menguat, Ini Daftar Saham Top Gainers

Harga BGTG menguat 26,92%, BACA naik 25%, INPC meningkat 17,60%, MARI melonjak 16,49%, BANK terangkat 15,41%.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Sudah 3,5%, BI Sebut Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan Makin Terbatas

BI Perry Warjiyo mengungkapkan, sepanjang 2020, suku bunga acuan BI sudah turun 125 basis poin menjadi 3,75% pada akhir Desember 2020.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Erick Thohir Targetkan 8-12 BUMN IPO di Tahun 2023

Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan ada 8-12 perusahaan BUMN melakukan go public.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Marak Bitcoin, BI Akan Terbitkan Central Bank Digital Currency

BI saat ini tengah dalam proses merumuskan mata uang digital yang disebut Central Bank Digital Currency.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Erick Thohir: Indonesia Miliki Potensi Besar Penuhi Kebutuhan EV Battery di Masa Mendatang

Menteri BUMN Erick Tohir mengungkapkan pengembangan industri EV Battery merupakan bagian dari program Indonesia tumbuh.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Ini Komentar Luhut Soal Istilah “Luhut Lagi Luhut Lagi”

Istilah 4L ini muncul karena Luhut dinilai punya banyak kewenangan atau menangani banyak hal di Indonesia.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Lengkapi DPSP Labuan Bajo, Kempupera Tata Tiga Kawasan Wisata di Kupang NTT

Kempupera terus membangun sejumlah infrastruktur untuk mendukung pengembangan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

EKONOMI | 25 Februari 2021

Soal Tesla, Luhut Tegaskan Tak Pernah Bicara Investasi Pabrik Mobil

Menko Luhut mengatakan mengatakan pemerintah Indonesia saat ini masih terus melakukan pembicaraan dengan Tesla.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Kurs Rupiah Terdepresiasi ke Rp 14.105

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Kamis (25/2/2021), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.105.

EKONOMI | 25 Februari 2021

BSI Masuk 10 Besar Emiten Berkapitalisasi Pasar Terbesar

Per 24 Februari 2021, nilai kapitalisasi pasar PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebesar Rp 115 triliun, atau di urutan 10.

EKONOMI | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS