Ajak Masyarakat Optimistis, Jokowi: Tahun 2021 Tahun Pemulihan Ekonomi
Logo BeritaSatu

Ajak Masyarakat Optimistis, Jokowi: Tahun 2021 Tahun Pemulihan Ekonomi

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:25 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini tahun ini tahun 2021 adalah masa pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19. Sehingga dia mengajak rakyat Indonesia agar optimistis dan terus bekerja keras agar bisa bangkit secepatnya.

"Kita sudah menjalani satu tahun masa tersulit akibat pandemi Covid-19. Kita sudah melampaui masa tersulit pertumbuhan ekonomi kita. Dan sekarang ini tahun 2021 adalah masa recovery, masa kebangkitan yang harus kita sambut dengan optimisme antusias dan kerja keras penuh keberanian," kata Jokowi, Kamis (25/2/2021).

Jokowi lalu mengutip opini sejumlah lembaga keuangan dunia seperti World Bank dan IMF, yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa mencapai 4-5 persen. Baginya, pertumbuhan riil bisa lebih baik asal energi anak bangsa dipersatukan dan semua fokus menangani krisis kesehatan serta mendongkrak ekonomi berkualitas.

"Kunci pemulihan ekonomi adalah kemampuan mengatasi pandemi. Penanganan 3M, 3T dan PPKM skala mikro, harus terus kita lanjutkan. Dan pada saat yang sama, sekarang ini kita besar-besaran melakukan vaksinasi. Kita harus bekerja keras memperoleh vaksin yang sedang diperebutkan negara di seluruh dunia," beber Jokowi.

Selain diprioritaskan untuk tenaga kerja yang melayani masyarakat secara langsung, pemerintah sedang mengawal vaksinasi di klaster padat penduduk untuk menghasilkan kekebalan komunal.

Kecepatan dalam penanganan krisis kesehatan ini juga selaras dengan kecepatan penanganan pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu, tahun ini pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 372 triliun untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Berbagai stimulus telah diberikan dari sisi permintaan, dari sisi penawaran baik melalui bantuan sosial program PKH, subsidi gaji, Kartu Prakerja, program padat karya, bantuan produktif bagi UMKM serta relaksasi maupun restrukturisasi pinjaman dan keringanan pajak dan kemudahan lainnya," urai Jokowi.

Dalam rangka mendorong pergerakan perekonomian di sektor swasta, Jokowi menjelaskan kredit perbankan harus tetap dikucurkan. Dirinya mengaku senang memperoleh laporan rasio kewajiban penyediaan modal minimum masih di angka 23,78%. Dan bank telah menyediakan cadangan yang memadai jika ada peningkatan kredit yang berisiko.

Jokowi mengaku dirinya memperoleh laporan cadangan devisa di Bank Indonesia saat ini sebesar USD 135 miliar. Uang sebanyak itu cukup untuk membiayai kebutuhan cicilan utang luar negeri serta impor untuk satu tahun.

"Rupiah pun cukup stabil, pasar modal masih atraktif dengan total kapitalisasi pasar Rp 6.970 triliun dan jumlah investor lokal tumbuh pesat hingga 4 juta investor ritel," katanya.

Pertumbuhan ekspor juga lebih tinggi dibandingkan impor sehingga terdapat surplus neraca perdagangan USD 21,74 miliar pada 2020. Realisasi investasi PMA dan PMDN juga melampaui target hingga 101,1% senilai Rp 826,3 triliun.

Penanaman modal itu diinvestasikan di luar Jawa 50,5%, dan di Jawa 49,5%. Kata Jokowi, ini berarti investasi sedikit bergeser ke luar Jawa, Ancang-ancang pemulihan ekonomi juga disiapkan melalui reformasi struktural. UU Cipta Kerja dan aturan turunannya sudah selesai, demi memberikan kemudahan bagi pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

"Sumbangsih dari para ekonom, pelaku usaha, dan investor dalam memformulasikan kebijakan ekonomi yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia akan sangat berarti, sehingga begitu pandemi selesai kita bisa tumbuh dengan baik," kata Jokowi.

"Mari kita buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita di 2021 lebih tinggi dari yang diperkirakan serta lapangan kerja terbuka dan kesejahteraan meningkat," pungkas Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Allianz Bersiap Spin Off Unit Usaha Syariah

Rencana spin off Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia juga sudah diserahkan kepada OJK.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Ketepatan Serah Terima Dorong Kepercayaan Konsumen

Pengembang banyak memberikan gimmick, mulai dari kemudahan uang muka hingga doorprize yang menguntungkan konsumen.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Apartemen Kyo Society Ditarget Rampung Desember 2023

Apartemen Kyo Society terdiri dari 737 unit. Ditawarkan mulai harga Rp 500 jutaan untuk tipe studio.

EKONOMI | 25 Februari 2021

“Jamu Manis” Bank Indonesia untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Jamu manis BI di antaranya menurunkan BI rate, stabilisasi rupiah, quantitative easing, hingga membebaskan DP kendaraan dan properti.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Wika Gedung Garap 5 Proyek di Wilayah Timur

Salah satu proyek swasta adalah proyek apartemen Kyo Society yang nilai proyeknya mencapai Rp 139 miliar.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Tetap Positif Berkat Diversifikasi, Trisula Incar Pendapatan Naik 8%

Untuk mendukung rencana tersebut perseroan akan melakukan peremajaan mesin-mesin produksi.

EKONOMI | 25 Februari 2021

IHSG Sesi I Menguat, Ini Daftar Saham Top Gainers

Harga BGTG menguat 26,92%, BACA naik 25%, INPC meningkat 17,60%, MARI melonjak 16,49%, BANK terangkat 15,41%.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Sudah 3,5%, BI Sebut Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan Makin Terbatas

BI Perry Warjiyo mengungkapkan, sepanjang 2020, suku bunga acuan BI sudah turun 125 basis poin menjadi 3,75% pada akhir Desember 2020.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Erick Thohir Targetkan 8-12 BUMN IPO di Tahun 2023

Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan ada 8-12 perusahaan BUMN melakukan go public.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Marak Bitcoin, BI Akan Terbitkan Central Bank Digital Currency

BI saat ini tengah dalam proses merumuskan mata uang digital yang disebut Central Bank Digital Currency.

EKONOMI | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS