CIMB Niaga Siap Bayar Utang Sukuk Pakai Kas Internal
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

CIMB Niaga Siap Bayar Utang Sukuk Pakai Kas Internal

Kamis, 25 Februari 2021 | 16:14 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menyatakan kesiapannya melakukan pembayaran Sukuk Berkelanjutan I PT Bank CIMB Niaga Tbk Tahap III Tahun 2020 Seri A sebesar Rp 322 miliar yang akan jatuh tempo pada 7 April 2021 mendatang. Pembayaran tersebut seluruhnya akan menggunakan kas internal perseroan.

“Dengan likuiditas yang tinggi dan posisi kas kuat, pembayaran obligasi jatuh tempo tersebut direncanakan menggunakan kas internal,” ucap Direktur Finance & SPAPM Bank CIMB Niaga Lee Kai Kwong kepada Investor Daily, Kamis (25/2/2021).

CIMB Niaga, kata dia, memiliki tiga seri obligasi yang akan jatuh tempo tahun 2021 dengan total nilai pokok Rp 878 miliar. “Saat ini, kami tidak memiliki rencana aksi korporasi walaupun ada beberapa obligasi yang akan jatuh tempo di tahun 2021. Kami yakin dapat menyediakan dana untuk mendukung pertumbuhan pinjaman dengan mempertimbangkan likuiditas yang baik pada saat ini serta pertumbuhan dana pihak ketiga, terutama CASA (current account and saving account), yang kami percaya akan terus berlanjut,” ungkap Lee.

Ditegaskannya, dengan tingkat likuiditas solid yang tercermin dari rasio loan to deposit (LDR) 82,91% per 31 Desember 2020 dan mempertimbangkan pertumbuhan kredit industri perbankan yang belum tinggi, CIMB Niaga belum akan melakukan penerbitan obligasi maupun sukuk kembali.

Pada tahun 2021, Lee menyampaikan bahwa CIMB Niaga akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) meningkat dibandingkan tahun 2020. Namun dia enggan menyebutkan nilai capex beserta asal dananya. Adapun, alokasi terbesar capex akan digelontorkan pada belanja terkait teknologi informasi (IT). “Utamanya ditujukan untuk memperkuat kemampuan digital CIMB Niaga baik dari sisi peningkatan layanan nasabah (digital banking) maupun untuk mengakselerasi digitalisasi, automatisasi proses internal, misalnya dalam mendukung kegiatan penjualan, perbaikan operasional, pengelolaan manajemen risiko, pengambilan keputusan bisnis, dan lainnya,” jelasnya.

CIMB Niaga memperkirakan pertumbuhan kredit di kisaran 3%-5% pada tahun 2021. Peningkatan itu sejalan dengan harapan perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor kredit consumer dan UKM yang merupakan fokus bisnis CIMB Niaga, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Mobil (KPM), akan menjadi motor pendorong kredit CIMB Niaga. Pada tahun 2020, segmen KPR dan KPM CIMB Niaga masing-masing berhasil tumbuh 5,9% dan 4,5% year on year.

Sepanjang 2020, CIMB Niaga dan entitas anaknya mencatatkan laba bersih Rp 2,01 triliun, turun 44,78% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 3,64 triliun. Adapun, laba bersih Bank CIMB Niaga secara individu sebesar Rp 1,83 triliun, atau turun 47,41% dari Rp 3,48 triliun. Dengan demikian kontribusi laba bersih dari anak usaha mencapai Rp 180,29 miliar, atau naik 10,92% dari sebelumnya sebesar Rp 162,54 miliar.

Sementara total aset CIMB Niaga secara konsolidasi mencapai Rp 280,94 triliun, meningkat 2,36% dibandingkan dengan akhir 2019 sebesar Rp 274,47 triliun. Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit secara konsolidasian mencapai Rp 141,9 triliun, turun 11,94% dari sebelumnya sebesar Rp 161,14 triliun. Di mana, kredit yang diberikan bank secara individu sebesar Rp 140 triliun, atau turun 11,59% dari sebelumnya Rp 158,35 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sentosa Park Bidik Potensi Pasar Konsumen Milenial

Desain hunian di Sentosa Park yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare, dikembangkan dengan konsep milenial.

EKONOMI | 25 Februari 2021

PP Turunan UU Cipta Kerja Beri Kepastian Karyawan Kontrak

PKWT dibuat berdasar kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Meriahkan Cap Go Meh, Sriwijaya Air Tawarkan Tiket Rp 215.000

Program istimewa Cap Go Meh ini dilaksanakan oleh Sriwijaya Air dan NAM Air sebagai persembahan khusus dari Sriwijaya Air Group untuk para pelanggan.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Selain Suku Bunga, Dua Faktor Ini Penting untuk Pertumbuhan Kredit

Dua faktor itu konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Rupiah Ditutup Naik Tipis ke Rp 14.082 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.082- Rp 14.108 per dolar AS.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Generali Sudah Bayarkan Klaim Covid-19 Rp 59 Miliar

Dari jumlah tersebut, 82% klaim terkait Covid-19 yang telah dibayarkan Generali tercatat di 4 bulan terakhir (Oktober 2020-Januari 2021).

EKONOMI | 25 Februari 2021

Naik 38 Poin, IHSG Gagal Tembus Level 6.300-an

Indeks LQ-45 naik 1,8 poin (0,19%) ke level 952,7.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Pertamina Gandeng BRI Sosialisasikan Program Pertashop ke 5.000 Agen Brilink

Pertamina meneruskan penjajakan pola kemitraan Pertashop melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama Bank BRI.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Dukung Stok Beras, Sang Hyang Gandeng Food Station Serap Gabah Petani

FS akan menyerap gabah dari lahan pertanian seluas 1.000 ha yang dikelola SHS, dengan target panen sebesar 6 ton per ha.

EKONOMI | 25 Februari 2021

Harga Pembebasan Lahan Proyek Nasional Sesuai Nilai Pasar

Penilai pertanahan mengacu pada dua komponen, yaitu fisik dan nonfisik, dalam melakukan penilaian.

EKONOMI | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS