Grant Thornton Sarankan Investor Pemula Banyak Belajar soal Investasi
Logo BeritaSatu

Grant Thornton Sarankan Investor Pemula Banyak Belajar soal Investasi

Jumat, 26 Februari 2021 | 13:28 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Pasar modal Indonesia menunjukkan geliat positif dengan terus bertambahnya investor di tengah pandemi Covid-19. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor sebanyak 3,9 juta Single Investor Identification (SID) atau melonjak 56% jika dibandingkan dengan posisi di akhir tahun 2019.

Investasi di pasar modal banyak digemari publik saat ini khususnya kaum milenial. Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menunjukkan bahwa demografi investor untuk usia di bawah 30 tahun berjumlah 54,8% dan usia 31-40 tahun berjumlah 22,6% dari total investor pasar modal di Indonesia, dapat dikatakan lebih dari 75% investor pasar modal Indonesia berada pada usia muda atau produktif.

Grant Thornton Indonesia melihat banyaknya investor baru ini patut menjadi perhatian, terlebih lagi dengan munculnya fenomena pom-pom dimana saham dipompa (pump) agar harganya melejit oleh individu atau kelompok sehingga tampak menggiurkan.

Fenomena ini juga bersamaan dengan maraknya influencer yang ikut membicarakan soal investasi saham dengan merekomendasikan saham tertentu sehingga semakin meningkatkan antusiasme publik untuk berinvestasi saham.

Marvin Camangeg, Advisory Director Grant Thornton Indonesia mengatakan, saham tidak jarang dianggap sebagai instrumen investasi yang mampu menghasilkan keuntungan yang relatif tinggi.

"Namun, sama seperti investasi pada umumnya, potensi keuntungan yang tinggi dari investasi saham juga tentu diikuti dengan risiko yang tinggi, fakta ini yang seringkali kurang diperhatikan oleh investor pemula," ujar Marvin dalam siaran pers, Jumat (26/2/2021)

Performa beberapa perusahaan yang sempat mengalami kenaikan harga saham hingga ratusan persen juga mendorong banyaknya investor newbie menjadi merasa FOMO (fear of missing out) dimana mereka akhirnya bertindak impulsif hanya karena takut ketinggalan momentum untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat.

Banyak akhirnya investor pemula yang salah kaprah dengan menginvestasikan uang untuk kebutuhan sehari-hari bahkan berutang dengan bunga besar, mereka yang tadinya berharap mendapat keuntungan cepat justru banyak yang berakhir dengan rugi besar.

Akan lebih baik apabila investor pemula belajar dan meningkatkan pemahaman terlebih dahulu sebelum berinvestasi saham. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti webinar dan workshop tentang pasar modal.

“Pelajaran yang dapat dipetik di sini adalah bahwa pasar saham dapat diibaratkan seperti rimba. Kita akan menemukan berbagai jenis hewan. Ada hewan yang kuat secara alami karena ukuran tubuhnya yang besar, namun ada juga ada hewan yang kuat semata-mata karena mereka selalu bergerombol dalam jumlah besar. Selain itu sekarang teknologi juga telah mengubah aturan permainan. Jadi sebelum berinvestasi saham, perlu memahami profil resiko perseorangan, tetap rasional dan tidak bergantung pada intuisi saja waktu pemilihan saham. Selalu mencari bantuan dari para penasihat investasi yang dapat membantu dan memberikan bimbingan dalam keputusan berinvestasi.” tutup Marvin.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemdes PDTT Gandeng Ekosis Dorong Kesejahteraan Pelaku Agribisnis

Kolaborasi Kemdes PDTT dengan Ekosis akan dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari akses pasar, standarisasi produk, hingga logistik.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Kompetisi MOFP untuk Wadah Berkarya Desainer Muda

Kemenperin RI melihat peluang pasar bagi pelaku industri fesyen Muslim nasional untuk mampu mengisi pasar domestik maupun global.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Erick Thohir Tegaskan Integrasi 3 BUMN untuk Pengembangan Ultra Mikro

Integrasi ekosistem BUMN untuk ultra mikro masuk dalam bagian program Indonesia Bekerja, sebagai pembuktian keberpihakan negara terhadap UMKM.

EKONOMI | 26 Februari 2021

IHSG Sesi I Melemah, 5 Saham Masuk Daftar Top Gainers

Saham PMMP, BGTG, AGRS, INPC dan BACA paling 'cuan' di perdagangan sesi I, Jumat (26/2/2021).

EKONOMI | 26 Februari 2021

Gagas Luncurkan Inovasi Penyaluran Gaslink Melalui CNG Cylinder

C-Cyl merupakan hasil inovasi sekaligus sebagai respon dan bentuk adaptasi Gagas Energi Indonesia di masa pandemi.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Stimulus Pendukung UMKM Jadi Fokus Pasar

Stimulus pemerintah bertujuan mempermudah kegiatan UMKM.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Subang Smartpolitan Diminati 60 Investor Asing

Total lahan Subang Smartpolitan yang diminati oleh para investor sudah mencapai lebih dari 200 hektare.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Raih Pinjaman Rp 275 M, Adi Sarana Armada Tambah Kendaraan Sewa

Perseroan berharap kontribusi yang lebih besar, sejalan dengan perubahan gaya berbelanja masyarakat yang beralih pada e-commerce.

EKONOMI | 26 Februari 2021

IHSG Berpotensi Menguat, Cermati 6 Saham Ini

Bina Artha Sekuritas merekomendasikan saham ASII, BRPT, INDY, INTP, WEGE, WIKA.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Pantau Deforestasi, SMART Gandeng Satelligence

Kerja sama tersebut dibangun dalam rangka pemantauan risiko deforestasi secara hampir real-time di seluruh area konsesi Sinar Mas.

EKONOMI | 26 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS