Sebanyak 36.283 Debitur Dapat Keringanan Bayar Utang ke Negara
Logo BeritaSatu

Sebanyak 36.283 Debitur Dapat Keringanan Bayar Utang ke Negara

Jumat, 26 Februari 2021 | 18:27 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk memulihkan ekonomi nasional, meredakan beban para debitur kecil yang terdampak pandemi Covid-19, sekaligus mempercepat penyelesaian Piutang Negara, pemerintah telah menggulirkan Program Keringanan Utang.

Program ini ditujukan kepada para pelaku UMKM, debitur Kredit Pemilikan Rumah Sederhana/Rumah Sangat Sederhana (KPR RS/RSS), dan perorangan atau badan hukum/badan usaha yang memiliki utang pada instansi pemerintah, yang pengurusannya telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) dan telah diterbitkan Surat Penerimaan Pengurusan Piutang Negara (SP3N) sampai dengan 31 Desember 2020.

Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain Ditjen Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Lukman Effendi merinci, Program Keringanan Utang ini ditujukan kepada perorangan atau badan hukum/badan usaha yang menjalankan UMKM dengan pagu kredit paling banyak Rp 5 miliar; perorangan yang menerima KPR RS/RSS) dengan pagu kredit paling banyak Rp 100 juta; dan perorangan atau badan hukum/badan usaha sampai dengan sisa kewajiban sebesar Rp 1 miliar.

Berdasarkan kriteria ini, jumlah debitur atau yang mempunyai hutang kepada negara sebanyak 36.283 debitur dengan nilai piutang Rp 1,17 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.749 debitur masih aktif melakukan pembayaran dengan nilai piutang Rp 42,4 miliar, sedangkan yang menjanjikan utangnya dengan benda tidak bergerak mencapai 5.110 debitur.

“Ini adalah gambaran potensi (Program Keringanan Utang), bukan target. Potensinya mencapai 36.283 debitur dengan nilai piutang Rp 1,17 triliun,” kata Lukman Effendi dalam acara Bincang Bareng DJKN, Jumat (26/2/2021).

Lukman menjelaskan, keringanan utang tersebut antara lain berupa pengurangan pembayaran pelunasan utang yang meliputi keringanan utang pokok, seluruh sisa utang bunga, denda, dan ongkos/biaya lain, serta tambahan keringanan utang pokok.

Besaran tarif keringanan yang diterapkan mulai dari 35% hingga 60% untuk sisa utang pokok, dengan tambahan keringanan sebesar 50% apabila lunas sampai dengan Juni 2021, 30% pada Juli sampai dengan September 2021, dan 20% pada Oktober sampai 20 Desember 2021.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sediakan Jasa Kebersihan, Bukalapak Gandeng KliknClean

Bukalapak, salah satu platform e-commerce di Tanah Air menjalin kerja sama dengan KliknClean dalam menyediakan jasa kebersihan bagi para pengguna di Tanah Air.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Mendag: Indonesia Siap Hadapi Gugatan Uni Eropa di WTO

Mendag Indonesia siap memperjuangkan dan menempuh berbagai upaya untuk membela posisi Indonesia terhadap gugatan Uni Eropa terkait bahan mentah.

EKONOMI | 26 Februari 2021

PLN Tambah Serapan Gas Bumi untuk Pembangkit Listrik

PLN dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersinergi menambah serapan gas bumi.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Pedagang Besar dan Eceran Paling Terdampak Pandemi

UMKM merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemic Covid-19.

EKONOMI | 26 Februari 2021

13 CEO Raih Penghargaan Best CEO 2020

Pandemi telah menimbulkan krisis multidimensi yang membawa perubahan sangat cepat di berbagai tata cara kehidupan dan bisnis.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Hati-Hati Fenomena Pom-Pom dan FOMO di Kalangan Investor Pemula

Grant Thornton Indonesia melihat banyaknya investor baru patut menjadi perhatian, terlebih lagi dengan munculnya fenomena pom-pom.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Pemimpin Bisnis di Era Pandemi Dituntut Bangun Trust Karyawan

Trust bukan semata persoalan skill dan kompetensi di bidang tertentu, tetapi juga tak lepas dari kematangan leadership CEO.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Ini 5 Saham Teraktif Hari Ini

Harga ANTM terkoreksi 4,05%, BBCA naik 0,07%, TLKM stagnan, ASII terpangkas 3,14% dan ACES tergerus 2,56%.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Adikin Basirun Kembali Pimpin Molindo Group

RUPSLB PT Madusari Murni Indah Tbk menyetujui untuk mengangkat kembali seluruh anggota dewan komisaris dan direksi perseroan untuk periode berikutnya.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Kempupera Upayakan Pendekatan Struktural Atasi Banjir Jadebotabek

Upaya struktural juga harus diimbangi pendekatan non-struktural terutama pemanfaatan ruang dan perilaku masyarakat

EKONOMI | 26 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS