Inaca: Pemulihan Industri Penerbangan Butuh Insentif Pemerintah
Logo BeritaSatu

Inaca: Pemulihan Industri Penerbangan Butuh Insentif Pemerintah

Sabtu, 27 Februari 2021 | 16:39 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemulihan industri penerbangan Indonesia dari keterpurukan imbas pandemi Covid-19 membutuhkan bantuan dan dukungan pemerintah melalui berbagai insentif. Apalagi, industri penerbangan adalah salah satu kontributor utama perekonomian Indonesia yang memberikan sumbangan lebih dari 2,6% produk domestik bruto (PDB) serta menyediakan sekitar 4,2 juta pekerjaan.

Ketua Umum Indonesia National Air Carries Association (Inaca) Denon Prawiraatmadja, mengatakan, saat ini maskapai penerbangan membutuhkan insentif perpajakan. Padahal, seluruh maskapai nasional sudah mengajukan permohonan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan (Kemkeu) sejak Maret 2020. Namun, hingga kini persetujuan pemerintah atas permintaan insentif ini belum turun.

"Keputusan insentif perpajakan ini ada di tangan Kemenko Perekonomian. Saya berharap insentif ini bisa segera direalisasikan, karena ini membantu sekali untuk maskapai,” tutur Denon di Jakarta, Sabtu (27/2/2021).

Denon menambahkan, ada sekitar 36 perusahaan yang tergabung dalam asosiasi yang mengajukan permintaan insentif perpajakan. Namun, dimaklumi bahwa menghitung besaran Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) puluhan maskapai bukan perkara mudah.

"Sampai sekarang kami cukup intens berkomunikasi dengan pihak Kemenko Perekonomian untuk menghitung besaran insentif. Tetapi karena ini menyangkut dana pemerintah, tentu tidak boleh salah menghitungnya, harus benar-benar sesuai," tambahnya.

Selain itu, Denon melanjutkan, maskapai penerbangan juga membutuhkan fleksibilitas pembayaran ke sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terkait dengan penerbangan, seperti Pertamina, operator bandara Angkasa Pura I dan II, dan AirNav.

Fleksibilitas pembayaran ke Pertamina, menurut Denon, terkait dengan biaya avtur. Biaya bahan bakar ini memakan 40% hingga 45% biaya operasional maskapai. Sementara, Pertamina adalah penyedia avtur satu-satunya di tanah air.

Denon mengaku bahwa dirinya paham tidak mudah juga bagi BUMN di sektor penerbagan untuk memberi keringanan pada maskapai karena mereka pun cukup terdampak akibat pandemi ini.

"Itu sebabnya, yang kami mohonkan adalah fleksibilitas mekanisme pembayaran biaya-biaya, seperti biaya avtur, navigasi, dan biaya-biaya kebandaraan lainnya dari Airnav dan Angkasa Pura,” ujarnya. Sejauh ini, menurut dia, BUMN juga belum menyetujui permintaan fleksibilitas pembayaran tersebut.

Secara terpisah, CEO Indonesia AirAsia Veranita Yosephine mengungkapkan senantiasa bernegosiasi dengan pengelola bandara terkait biaya parkir pesawat yang tidak aktif untuk mendapatkan penundaan atau pemotongan biaya. Selain itu, menurut dia, maskapai juga mengharapkan adanya subsidi biaya tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah.

Lebih lanjut, industri penerbangan juga akan terbantu dengan adanya percepatan vaksinasi dan upaya-upaya mempermudah tes Covid-19 untuk meringankan biaya perjalanan dengan transportasi udara. Saat ini, salah satu insentif yang telah terealisasi adalah keringanan biaya Passenger Service Charge (PSC) untuk mendorong masyarakat bepergian dengan maskapai penerbangan.

Menurut Veranita, pemerintah kedepannya diharapkan mulai menyiapkan pembukaan pintu perbatasan international, terutama dalam pemenuhan syarat-syarat kesehatan yang ditetapkan, seperti keterangan bebas Covid-19 maupun vaksinasi. Hal ini bisa dimulai secara bilateral dengan negara-negara sumber pasar wisatawan mancanegara.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2020 hanya 4,02 juta kunjungan. Bila dibandingkan dengan kunjungan wisman pada 2019 yang sebesar 16,11 juta kunjungan, jumlah ini merosot 75,03% year on year.

Keseluruhan jumlah penumpang angkutan udara domestik sepanjang 2020 tercatat 32,4 juta orang. Angka ini turun 57,76% year on year dari 2019 yang mencapai 76,79 juta orang. Sementara, jumlah penumpang internasional tercatat 3,7 juta orang atau anjlok 80,61% dibandingkan periode yang sama 2019.

Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo berharap masyarakat memilih moda transportasi udara untuk melakukan perjalanan. Apalagi, studi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan International Air Transport Association (IATA) menyatakan, pesawat merupakan moda transportasi paling "sehat" dibanding moda transportasi lainnya.

Adanya fasilitas filter High Efficiency Particulate Air (HEPA) yang menyaring lebih dari 99% partikel pada aliran udara di pesawat dan dirancang khusus untuk penerbangan, peningkatan frekuensi penyemprotan disinfektan, dan pembersihan kabin pesawat, merupakan bukti sehat dan amannya perjalanan dengan pesawat.

Pemerintah juga mengeluarkan aturan protokol kesehatan lebih ketat untuk penumpang pesawat dibanding dengan moda transportasi lain.

Selain itu, menurut Juliandra, kepercayaan masyarakat untuk kembali berpergian dengan transportasi udara juga tidak lepas dari upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Program vaksinasi secara resmi ditargetkan selesai pada April 2022. Jika vaksinasi dapat terpenuhi sesuai target, dia pun berharap, secara bertahap permintaan penerbangan akan mulai pulih pada 2022.

"Jangka waktu paling optimis yang pernah disebutkan adalah akhir 2023 atau awal 2024, itu baru akan kembali ke angka trafik seperti 2019," ujarnya.

Apabila industri penerbangan sudah normal seperti sedia kala, Juliandra berharap, pemerintah memberikan diskon biaya kebandaraan, biaya bahan bakar, termasuk subsidi atau insentif perpajakan. “Hal itu akan sangat membantu maskapai,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Proyek Cleon Park Ditargetkan Serah Terima 2023

Saat ini, pembangunan Cleon Park Apartment sudah mencapai tahap pengerjaan struktur basement.

EKONOMI | 27 Februari 2021

Bangun Infrastruktur di 242 Lokasi 3T, PLN Listriki 16.000 KK di Kalbar

Pada tahun 2021 rencananya PLN akan melistriki 103 desa yang belum mendapatkan aliran listrik.

EKONOMI | 27 Februari 2021

Penjualan Jaket Sehat Trisula Textile Tumbuh 23%

Jaket Sehat ini merupakan inovasi BELL untuk memenuhi kebutuhan pakaian pelindung tambahan dalam beraktivitas di masa new normal.

EKONOMI | 27 Februari 2021

Aprindo Gandeng Pegadaian Bentuk Sinergisitas Usaha

Kerja sama ini meliputi pembentukan agen pegadaian, penyediaan layanan tabungan emas serta pembiayaan untuk anggota Aprindo dan UMKM di gerai ritel modern.

EKONOMI | 27 Februari 2021

Kalangan "Sultan" Selalu Tergoda Miliki Properti di Bali

Keindahan Bali dan kenaikan nilai investasi, menarik minat segmen masyarakat kelas "sultan" untuk memiliki properti di Pulau Dewata.

EKONOMI | 27 Februari 2021

Harga Minyak Turun, tetapi Secara Mingguan dan Bulanan Menguat

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 3,2% menjadi US$ 61,50 per barel.

EKONOMI | 27 Februari 2021

Kilau Emas Memudar ke Posisi Terendah 8 Bulan

Harga emas di pasar spot turun 2,5% menjadi US$ 1,726,31 per ons.

EKONOMI | 27 Februari 2021

Angkasa Pura Suport Jalin Kerja Sama dengan Bank Kalsel

Kerja sama Angkasa Pura Suport dan Bank Kalsel dilakukan dalam pengelolaan pemenuhan tenaga alih daya serta layanan facility management.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Strategi Super App Bantu Grab Bertahan di Tengah Pandemi

Grab bukan lagi perusahaan ride-hailing atau transportasi online, tetapi telah menjadi perusahaan aplikasi super.

EKONOMI | 27 Februari 2021

Dow Kehilangan 460 Poin karena Melonjaknya Suku Bunga

Dow Jones Industrial Average mengakhiri sesi melemah 469,64 poin, atau 1,5%, ke 30.932,37 setelah sempat diperdagangkan di area hijau.

EKONOMI | 27 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS