Pesantren Hijau Diajak Memanfaatkan Energi Surya
Logo BeritaSatu

Pesantren Hijau Diajak Memanfaatkan Energi Surya

Senin, 1 Maret 2021 | 11:16 WIB
Oleh : Indah Handayani / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – SUN Energy sebuah perusahaan pengembang lokal Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bersama dengan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) membuka kerja sama dan diskusi tentang potensi pemanfaatan energi surya untuk mensukseskan program Pesantren Hijau yang dicanangkan oleh Lembaga Perubahan Iklim PBNU, bekerja sama pula dengan Radesa Institute.

Hal ini merupakan awal diskusi dari kedua belah pihak untuk menjajaki seberapa besar manfaat yang bisa didapatkan baik dari sisi penghematan listrik maupun dari sisi ilmu pengetahuan tentang perkembangan teknologi PLTS di Indonesia.

Ketua Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Andhika Prastawa mengatakan prospek Pengembangan energi surya sangat besar sekali. Dari potensi energi surya 207.8 GW, sekarang baru dimanfaatkan kurang dari 200 Mwp.

Ini menunjukan kesenjangan yang sangat besar, yang di satu sisi adalah tantangan tetapi di sisi lain merupakan peluang untuk berbagai pihak untuk untuk berpartisipasi untuk memanfaatkan energi surya.

Dibanding dengan negara-negara di ASEAN, Indonesia masih tertinggal dalam pemanfaatan matahari menjadi energi surya. "Oleh karena itu, perlu adanya upaya dan dorongan pemerintah dan pihak-pihak dalam memanfaatkan energi surya, salah satunya adalah NU melalui pesantren-pesantren dan sekolah yang dimiliki oleh NU," ungkapnya dalam keterangan pers diterima Senin (1/3/2021).

Andhika menambahkan, penerapan energi surya di pesantren dengan menggunakan PLTS dapat mempercepat pencapaian target pemerintah untuk menciptakan 23% energi baru terbarukan di tahun 2025.

Pemasangan PLTS atap juga sangat mudah,murah, tidak memerlukan area yang luas dan bisa dipasang di di grup-grup kecil atau bangunan-bangunan yang tersebar.

Pemanfaatan energi surya di pesantren umumnya digunakan untuk penerangan bagi kegiatan belajar mengajar, catut daya, maupun untuk pompa air. "Terlebih untuk di masa pandemi ini, PLTS atap cocok digunakan dalam penghematan pembayaran listrik PLN," tegas Andhika.

Hal senada juga diungkapkan oleh Syaikhul Islam, anggota komisi VII DPR. Ia menyatakan PLTS adalah solusi paling efektif untuk memenuhi target 23% bauran energi, dan harus dikembangkan secara massive karena kemudahan, anugerah matahari yang sangat besar dan tidak memerukan investasi yang mahal, bisa dipasang dimanapun tanpa melihat geografis, termasuk pemasangan PLTS di pesantren.

Pemanfaatan PLTS di pesantren sangat mendesak. Pesantren bisa menjadi agen perubahan yang bisa mendorong masyarakat agar mereka pemanfaatan energi surya.

"Alangkah lebih baik lagi apabila di masa depan, pesantren-pesantren itu bisa badan usaha yang bisa menghasilkan listrik untuk dijual ke PLN, bukan hanya memanfaatkan energi surya untuk mencukupi kebutuhan listrik pesantren saja," tegas Syaikhul.

Hijroatul Maghfiroh dari Lembaga Perubahan Iklim PBNU mengatakan bahwa NU sangat concern terhadap masalah lingkungan karena lingkungan sangat berpengaruh kepada perubahan iklim.

Hari jadi yang ke-95 bisa menjadi momentum bagi persantren-pesantren binaan PBNU untuk menggalakkan Kembali program Pesantren Hijau. Kami telah cukup aktif untuk menerapkan program pengelolaan sampah, pemanfaatan sumber air. Namun belum sempat mengembangkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Maka dari itu pertemuan kali ini sungguh bermanfaat bagi Lembaga Perubahan Iklim PBNU dan berharap nantinya dapat benar-benar diterapkan dan menjadi media belajar yang baik bagi para santri," tegas Hijraotul Maghfiroh.

Pada kesempatan yang sama, I Made Aditya Suryawidya Head of Business Solution SUN Energy, mengatakan bahwa sekarang ini semakin banyak kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mempermudah pemanfaatan energi surya meski masih ada tantangan dalam implementasi PLTS.

Beberapa tantangan yang dihadapi pihak yang dalam pemasangan PLTS adalah seperti investasi, teknis pemasangan dalam pemasanga, dan lain sebagianya. Di sinilah SUN Energy hadir dalam menciptakan energi surya. "SUN Energy menyediakan investasi sebesar 0% bagi pesantren yang akan memasang PLTS atap," papar Made.

I Made Aditya Suryawidya mengatakan SUN Energy menerapkan skema pembayaran dan penyewaan PLTS. Pelanggan hanya membayar produksi listrik oleh PLTS berdasarkan pemakaian berapa Kwh yang diproduksi PLTS atap. Dengan menggunakan PLTS atap, pesantren bisa menghemat sebesar 10% - 15% tagihan listrik bulanan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lewat Program BSPS Kempupera, Satu Desa di Gorontalo Jadi Wisata Baru

Kempupera telah menggulirkan bantuan program BSPS atau dikenal dengan Bedah Rumah dengan alokasi anggaran Rp 4,78 triliun pada tahun 2020.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Berhasil Ekspor Pisang, Menkop dan UKM Puji Kemitraan Koperasi Tani Hijau Makmur

Kemitraan melalui koperasi telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas petani anggotanya.

EKONOMI | 1 Maret 2021

IHSG Berpeluang Menguat, Valbury Rekomendasikan 5 Saham Ini

Valbury Sekuritas rekomendasikan saham TLKM, PTBA, KLBF, SMGR, BBTN

EKONOMI | 1 Maret 2021

Awali Maret, IHSG Dibuka Menguat 0,6%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,62% ke 6.280,2 pada awal perdagangan hari ini, Senin (1/3/2021).

EKONOMI | 1 Maret 2021

Fokus Pasar: Upaya Pemerintah Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi

Fokus pasar pada hari ini akan tertuju kepada pernyataan pemerintah yang akan mematok target pemanfaatan gas mencapai 22% hingga 2025 mendatang.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Sepanjang 2020, Manulife Bayarkan Klaim Rp 5,5 T

Pada akhir 2020 produk MVPA ini mampu mencatatkan jumlah polis sebanyak 45.000 unit dengan nilai pertanggungan dasar sebesar Rp 21 triliun.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Bursa Asia Dibuka Menguat, Manufaktur Tiongkok Melambat

Nikkei 225 Tokyo naik 2,1%, Topix naik 1,56%, ASX 200 Australia naik 1,53%.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Futures Wall Street Menguat Ditopang Sentimen Vaksin dan Stimulus

Dow Jones futures naik 0,47%, S&P futures naik 0,57%, dan Nasdaq futures naik 0,67%.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Infrastruktur Kawasan Industri Jababeka Support Industry 4.0

Kawasan industri Jababeka terbuka bagi perusahaan startup.

EKONOMI | 28 Februari 2021

Menhub Cek Layanan KRL Yogyakarta - Solo yang Akan Diresmikan Presiden Jokowi Besok

KRL Yogyakarta Solo ini adalah yang kedua setelah KRL Jabodetabek, dan dalam satu hari melayani 20 perjalanan.

EKONOMI | 28 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS