Nilai Tukar Petani Turun 0,15%
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nilai Tukar Petani Turun 0,15%

Senin, 1 Maret 2021 | 11:56 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Februari 2021 sebesar 103,10, turun 0,15% dibanding NTP bulan sebelumnya yang sebesar 103,26.

Menurut Kepala BPS, Suhariyanto, penurunan NTP ini dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,06%, lebih rendah dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,21%.

NTP sendiri merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

“NTP di Februari 2021 ini sebesar 103,10, turun sedikit dibandingkan posisi Januari 2021 lalu, di mana penurunannya sebesar 0,15%,” kata Suhariyanto dalam pemaparan NTP Februari 2021, Senin (1/3/2021).

Jika dilihat per subsektor, Suhariyanto mengatakan penurunan NTP Februari 2021 dipengaruhi oleh turunnya NTP di dua subsektor pertanian, yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,84% dan Subsektor Peternakan sebesar 0,33%. Sementara itu, NTP pada tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan, yaitu Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 1,83%; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,35%; dan Subsektor Perikanan sebesar 0,30%.

Dari 34 provinsi, sebanyak 22 provinsi mengalami penurunan NTP, sedangkan 12 provinsi lainnya mengalami kenaikan NTP. Penurunan NTP tertinggi pada Februari 2021 terjadi di Provinsi Papua Barat, yaitu sebesar 1,20%, sedangkan kenaikan NTP terbesar terjadi di Provinsi Sumatera Selatan yaitu sebesar 2,02%.

Menurut Suhariyanto, penurunan terbesar NTP di Provinsi Papua Barat disebabkan oleh penurunan pada Subsektor Tanaman Hortikultura khususnya komoditas cabai rawit yang turun sebesar 9,04%. Kenaikan tertinggi NTP di Provinsi Sumatera Selatan disebabkan oleh kenaikan pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat khususnya pada komoditas karet yang naik sebesar 3,24%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Investasi Saham Makin Populer di Kalangan Gen Z 

Sebanyak 41,3% Generasi Millenial mengaku mulai membeli saham pada 1-2 tahun terakhir.

EKONOMI | 7 Desember 2021

Momentum Beli, Penurunan Harga Kripto Dianggap Wajar

Pelemahan harga aset kripto momentum bisa membeli di harga murah.

EKONOMI | 7 Desember 2021

2022, Laba MTEL Diprediksi Naik Jadi Rp 2,4 Triliun

Laba bersih PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel pada 2022 diproyeksi naik 51,90% menjadi Rp 2,40 triliun.

EKONOMI | 7 Desember 2021

BEI Terapkan Fitur Baru, Termasuk Kode Broker Hilang 

BEI terapkan fitur serta mekanisme baru pada sistem perdagangan, penutupan kode broker.

EKONOMI | 7 Desember 2021

Dow Melonjak 650 Poin, Investor Acuhkan Kekhawatiran Omicron

Dow Jones Industrial Avarege naik 646,95 poin atau 1,8%, menjadi 35.227,03.

EKONOMI | 7 Desember 2021

Bursa Eropa Naik di Tengah Volatilitas Bitcoin

Bursa Eropa ditutup menguat di tengah perkembangan varian Covid-19 omicron dan volatilitas bitcoin.

EKONOMI | 7 Desember 2021

Pemerintah Tingkatkan Ekspor ke Negara Non-Tradisional

Perluasan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional, seperti Afrika,Timur Tengah dan Asia Selatan sangat terbuka.

EKONOMI | 7 Desember 2021

Hipmi Jaya Kukuhkan 315 Pengusaha Muda Baru

Hipmi Jaya sebagai organisasi pengusaha muda terbesar di DKI Jakarta, resmi mengukuhkan 315 anggota baru.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Produk Lokal Dominasi Pilihan Konsumen Indonesia

Berdasarkan survei Ipsos Global Trends 2021, mayoritas (87%) konsumen Indonesia lebih cenderung memilih membeli produk lokal dibandingkan brand global.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Prudential dan Standard Chartered Lansir 2 Dana Investasi

Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Standard Chartered meluncurkan dua dana investasi campuran dalam mata uang rupiah dan dolar AS.

EKONOMI | 6 Desember 2021


TAG POPULER

# Gelombang Ketiga Covid-19


# Investor Milenial


# Darmawan Prasodjo


# Houston Rockets


# Massindo Group



TERKINI
Kalah, Arteta Akui Arsenal Bermain Tidak Konsisten

Kalah, Arteta Akui Arsenal Bermain Tidak Konsisten

BOLA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings