Alasan Pemerintah Terapkan Insentif PPnBM
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Alasan Pemerintah Terapkan Insentif PPnBM

Senin, 1 Maret 2021 | 19:41 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah resmi memberikan relaksasi insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) resmi berlaku hari ini, Senin (1/3/2021). Kebijakan itu tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan terus mendorong konsumsi melalui berbagai stimulus dan meningkatkan utilisasi dari industri otomotif yang di tahun lalu mengalami tekanan signifikan hingga kontraksi 50 persen.

Bahkan Industri mesin beserta perlengkapannya dari kapasitas normal 80,5 persen jadi 40 persen dan kendaraan bermotor dari 80,8 persen jadi 40 persen. Kemudian kendaraan motor turun sebesar 43,57 persen, mobil turun 48,35 persen, dan suku cadang minus 23 persen.

“Oleh karena itu, diperlukan pemberian stimulus bagi kendaraan bermotor karena industri manufaktur berkontribusi 19,88 persen terhadap PDB. Secara khusus, pangsa industri alat angkutan memiliki kontribusi 1,35 persen terhadap PDB, namun pertumbuhannya mengalami kontraksi paling dalam, yaitu -19,86 persen”tuturnya dalam konferensi pers pemberian insentif kendaraan bermotor dan perumahan, Senin (1/3/2021).

Ia optimistis insentif ini dapat berimplikasi positif pada sektor otomotif, misalnya dapat mempertahankan basis industri otomotif. Kemudian, berpotensi menyerap 1,5 juta tenaga kerja langsung dan 4,5 juta tenaga kerja tidak langsung, serta berdampak pada 7.451 pabrik yang menyumbang Rp 700 triliun pada PDB dan memiliki multiplier effect yang cukup luas.

“Nah sektor di bawah 1.500 (cc) tingkat kandungan dalam negerinya tertinggi, sehingga diberikan fasilitas pengurangan PPnBm selama 3 bulan yaitu 100 persen, 50 persen dan 25 persen. Selain itu sudah dapat kredit dari BI (Bank Indonesia) maupun OJK dan sudah diatur DP 0 persen," ujarnya.

Sebagai infromasi, Insentif berikan untuk kategori kendaraan sedan tipe kapasitas silinder maksimal 1.500 cc. Lalu 4x2 tipe dengan kapasitas silinder maksimal 1.500 cc. Selain kendaraan ini mengandung tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 70 persen.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa besaran insentif PPnBM akan dilakukan melalui 3 tahap. Pertama penurunan 100 persen dari tarif yang terhitung dari Maret. Kedua, untuk penurunan tarif 50 persen dilakukan pada 3 bulan selanjutnya, dan triwulan selanjutnya tarif yang dikurangi sebesar 25 persen.

“Sebagai tambahan sektor otomotif ini pembiayaan oleh lembaga pembiayaan 70 persen dan sisanya oleh perbankan. Ini terdiri dari totalnya hampir Rp 350 triliun,” jelasnya.

Disisi lain, Airlangga menilai kelompok kelas menengah atas cenderung menabung dan menahan belanja yang tercermin dari data jumlah nilai tabungan berdasarkan tiering.

Secara rinci, jumlah tabungan kurang dari Rp 100 juta pertumbuhannya di tahun lalu mencapai 8,1 persen, tabungan sekitar Rp 100 juta hingga Rp 500 juta memiliki pertumbuhan tabungan 8,4 persen. Kemudian untuk tabungan Rp 500 juta hingga Rp 1 Miliar pertumbuhan tabungannya mencapai 8,6 persen.

Sementara itu tabungan Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar, memiliki pertumbuhan tabungan mencapai 9,3 persen, tabungan sekitar Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar memiliki pertumbuhan tabungan 5,3 persen. Peningkatan tertinggi pada tabungan diatas Rp 5 miliar kenaikannya hingga 14,2 persen.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemenhub Tambah 23 Pelabuhan Terapkan Inaportnet

Kemenhub menginstruksikan, agar seluruh proses permohonan pelayanan kapal dan barang harus menggunakan aplikasi Inaportnet ini secara konsisten.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Gobel Kirim Bantuan untuk Korban Semeru

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel memberikan bantuan kepada para pengungsi korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Jadi Penyalur FLPP, Tapera Gandeng Pemda

Pada 2022 mendatang, BP Tapera akan bertindak sebagai penyalur FLPP, mengambil alih peran yang sebelumnya dilakukan PPDPP.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Shandy Purnamasari Raih The Best Industry Marketing 2021

Shandy Purnamasari, founder Ms Glow mendapatkan penghargaan The Best Industry Marketing Champion 2021 Retail Sector.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Menperin Ingin Permanenkan Insentif PPnBM, Ini Syaratnya

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memperjuangkan insentif PPnBM 0% supaya permanen untuk mobil dengan TKDN 80%.

EKONOMI | 9 Desember 2021

IPO, Adaro Minerals Indonesia Incar Rp 756,07 Miliar

PT Adaro Minerals Indonesia berencana menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 756,07 miliar melalui initial public offering (IPO).

EKONOMI | 9 Desember 2021

OJK: Penghimpunan Dana Pasar Modal 2021 Jauh Lampaui 2020

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp 335,8 triliun per 7 Desember 2021.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Pelita Samudera Shipping Beli Floating Crane Baru

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) terus perluas armada dengan membeli fasilitas muatan apung atau floating crane (FC).

EKONOMI | 9 Desember 2021

Kurs Rupiah Terpantau Stagnan di Kisaran Rp 14.350

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Kamis (8/12/2021), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.350.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Bursa Eropa Menguat, Pasar Tunggu Data Ketenagakerjaan AS

Bursa Eropa bergerak menguat di awal perdagangan hari ini, Kamis (9/12/2021). Pelaku pasar memantau perkembangan omicron dan data ketenagakerjaan AS.

EKONOMI | 9 Desember 2021


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
Kabupaten Jember Kenalkan Program J Kuereen

Kabupaten Jember Kenalkan Program J Kuereen

NASIONAL | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings