PMI Manufaktur Indonesia Masih Bertengger di Level Ekspansif
Logo BeritaSatu

PMI Manufaktur Indonesia Masih Bertengger di Level Ekspansif

Senin, 1 Maret 2021 | 20:47 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Industri manufaktur di Tanah Air masih menunjukkan geliat yang positif di tengah gempuran dampak pandemi Covid-19. Ini tercermin dari capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Februari dengan menempati posisi 50,9. Indeks di atas 50 menandakan bahwa industri manufaktur berada dalam level ekspansif sesuai yang dirilis oleh IHS Markit.

“Kami masih bersyukur PMI Februari tetap berada di level ekspansif. Kami sangat memberikan apresiasi kepada pelaku industri di Indonesia yang masih terus berjuang dalam menjalankan usahanya di tengah tekanan pandemi saat ini,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Menperin optimistis, dengan berbagai kebijakan dan stimulus yang telah diluncurkan pemerintah dalam upaya membangkitkan kembali gairah pelaku usaha dan pemulihan ekonomi nasional, PMI Manufaktur Indonesia bakal terus tembus di level ekspansif. “PMI Manufaktur Indonesia selama enam bulan ini sudah berturut-turut di level ekspansif. Kami akan terus pertahankan dan tingkatkan,” ungkapnya.

Apalagi, pemerintah baru saja memberikan insentif fiskal berupa penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor. “Kebijakan ini tentu akan meningkatkan confidence kepada pelaku industri dan mendorong daya beli masyarakat. Kami yakin PMI bulan berikutnya bisa meningkat, mudah-mudahan bisa di atas indeks 51,” papar Agus.

Merujuk hasil survei IHS Markit, output dan permintaan baru terus meningkat dan aspek pekerjaan mendekati stabil. Di samping itu, perusahaan masih sangat optimis bahwa output akan naik selama 12 bulan mendatang.

Catatan positif lainnya, yakni produksi meningkat selama empat bulan berturut-turut dan perusahaan terus meningkatkan output sesuai dengan pertumbuhan permintaan baru yang berkelanjutan. Bahkan, permintaan baru meningkat tajam pada bulan Februari atau setidaknya dalam tiga bulan terakhir.

Peningkatan output dan permintaan baru yang berkelanjutan saat ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan aktivitas pembelian dan membatasi pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun demikian, beberapa perusahaan mencatat gangguan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Menanggapi hasil PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Februari, Direktur Ekonomi IHS Markit Andrew Harker mengatakan, jumlah kasus Covid-19 yang meningkat saat ini menunjukkan bahwa pandemi terus mengganggu operasional. “Namun demikian, sektor manufaktur masih relatif tangguh pada bulan Februari,” tuturnya.

Sementara itu, aktivitas pekerjaan terus bergerak mendekati stabil. “Meskipun adanya gangguan yang disebabkan oleh pandemi, optimisme perusahaan terkait perkiraan tahun depan masih tidak berkurang di tengah harapan bahwa pandemi akan segera berakhir,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kapasitas Warehouse Naik Tiga Kali Lipat, Dusdusan Siap Layani Indonesia Timur

Ekspansi ini merupakan langkah perseroan untuk dapat maju dan tumbuh bersama para reseller.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Kepmenperin 169/2021 Sebutkan 21 Tipe Kendaraan Dapat PPnBM DTP

Pemerintah berupaya membangkitkan kinerja industri otomotif di Tanah Air agar kembali bergeliat.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal Hotel, Restoran, dan Kafe

Beberapa hotel di beberapa kota digunakan untuk penginapan tenaga kesehatan yang menangani pandemi Covid-19.

EKONOMI | 1 Maret 2021

17 Emiten Belum Penuhi Aturan Free Float

Sebanyak sembilan perusahaan sedang mematangkan rencana untuk memenuhi ketentuan sesuai kondisi perusahaannya.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Japfa Comfeed Torehkan Laba Rp 916,7 Miliar

Melemahnya penjualan menjadi pemicu tergerusnya laba.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Insentif PPnBM dan Properti Tambah Pertumbuhan Ekonomi 1 Persen

Insentif PPnBM dan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian rumah atau properti akan memberikan andil pada pertumbuhan ekonomi.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Sinar Mas Land Luncurkan Muse @Alesha Pool Villa

Rumah tapak yang memiliki konsep resort dengan kolam renang ini di bandrol dengan harga Rp1,3 miliar.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Tokopedia Cetak Transaksi Produk Kecantikan Naik Dua Kali Lipat

Tokopedia mencatatkan peningkatan transaksi pada kategori Kecantikan mencapai hampir 2x lipat menjelang akhir 2020 lalu.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Alasan Pemerintah Terapkan Insentif PPnBM

Pemerintah resmi memberikan relaksasi insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) resmi berlaku hari ini, Senin (1/3/2021).

EKONOMI | 1 Maret 2021

Setahun Covid-19, Proses Pemulihan Masih Relatif Lambat

Proses recovery atau pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 masih berjalan lambat.

EKONOMI | 1 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS