Hidup-Mati Industri Penerbangan Tergantung Peran Besar Pemerintah
Logo BeritaSatu

Hidup-Mati Industri Penerbangan Tergantung Peran Besar Pemerintah

Senin, 1 Maret 2021 | 22:52 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Industri penerbangan Tanah Air menghadapi masa-masa sulit akibat tekanan Pandemi Covid-19. Keuntungan bisnis yang tidak lagi feasible dan belum terkendalinya penyebaran virus membuat industri ini semakin rentan. Hidup mati industri penerbangan tergantung pada peran besar pemerintah.

Hal demikian diungkapkan Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) Marsekal (Purn) Chappy Hakim dalam diskusi virtual bertajuk Menjawab Tantangan Aviasi Pasca Pandemi Covid-19 yang disiarkan RMOL World View secara virtual pada Senin (1/3/2021).

Ia bercerita bahwa ketika pandemi Covid-19 muncul di permukaan, terjadi penurunan drastis terutama dari sisi penumpang yang seolah-olah menghilang. Banyak tulisan telah melaporkan bahwa industri penerbangan menghadapi masa krisis terberat dalam sejarah dunia aviasi karena beberapa maskapai collapse sedangkan yang lain terancam bangkrut.

“Semua maskapai penerbangan umumnya sedang berhadapan dengan tantangan yang tidak pernah diantisipasi sebelumnya dan tidak pernah terjadi di dunia penerbangan,” tegas Chappy.

Seperti halnya yang menimpa pendiri Virgin Group Ltd Richard Branson yang menurut penuturan Chappy secara terang-terangan telah mengatakan Virgin Atlantic membutuhkan bantuan pemerintah untuk keberlangsungan hidup maskapai penerbangannya. Tanpa bantuan pemerintah mustahil Virgin Atlantic dapat bertahan hidup.

“Jadi kalau kita lihat tantangannya, 3,4% PDB global itu disumbang industri penerbangan. Terdengar sangat begitu hebat, tapi begitu ada pandemi sebagian maskapai collapse dan terancam bangkrut,” ujarnya.

Sementara di Indonesia, sambung Chappy, Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto tahun lalu sudah menyebutkan dua maskapai penerbangan telah menutup operasi akibat tergilas pandemi Covid-19. Di Amerika, pengamat juga mengatakan walaupun pemerintah mengucurkan stimulus $50 miliar dollar, jumlah tersebut tidak akan pernah cukup untuk menyelamatkan industri penerbangan yang menghadapi kerugian besar.

Artinya, semua hal itu merupakan gambaran betapa industri maskapai penerbangan sangat rentan dan sangat bergantung pada peran besar pemerintah. Kesimpulan sementara ini mengacu pada bukti berupa data dan fakta yang ada di lapangan.

Bahkan, peran swasta atau para investor dalam jejaring perhubungan udara di masa Pandemi covid-19 ini dapat terlihat bahwa mereka hanya menempati peran kedua atau complimentary player. Peran utamanya tetap berada pada pemerintah sebab investor pun sudah meminta bantuan pemerintah.

Para ahli seperti dari International Air Transportation Association (IATA) dan International Civil Aviation Organization (ICAO) juga sudah dikumpulkan untuk mendiskusikan dan mencari solusi atas keadaan susah ini, namun semakin menjadi lebih rumit karena solusi atas masalah ini tergantung pada virus.

Sementara virus tergantung pada sektor kesehatan sehingga IATA dan ICAO sulit melakukan penanggulangan sepanjang sektor kesehatan belum dapat diatasi. Karenanya, kata Chappy, apa pun yang dikerjakan industri penerbangan tidak akan berjalan.

“Jadi, ada dua hal. Pertama, tergantug pada pemerintah secara bisnis dan secara industri juga tergantung pada sektor kesehatan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan di masa sebelum pandemi, keuntungan bisnis penerbangan sebetulnya sudah marginal sedangkan kapital yang diperlukan sangat besar. Jadi dapat dibayangkan, dengan terjadinya pandemi ini, maka industri penerbangan semakin mengalami kesulitan.

“Saya garis bawahi, maskapai penerbangan mungkin dapat keuntungan sesuai kalkulasi bisnis. Tapi karena di seluruh dunia sudah banyak maskapai bangkrut dan sudah proven bahkan Richard Branson saja menyerah, jadi segi perhitungan bisnis itu sama sekali tidak feasible bagi maskapai penerbangann atau airline,” tandas Chappy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perkuat Infrastruktur Logistik, Krakatau Bandar Samudera Kerja Sama dengan PT Kereta Api Indonesia

PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) melakukan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI).

EKONOMI | 1 Maret 2021

Indocement Peduli, Program Gotong Royong Bantu Bencana Alam di Indonesia

SP Indocement bergotong royong membantu korban bencana alam di sejumlah daerah di Indonesia.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Kempupera Targetkan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran Selesai Maret 2021

Kempupera tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan Jalan Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran sepanjang 14,19 km dan ditargetkan rampung Maret 2021.

EKONOMI | 1 Maret 2021

IRC Raih Penghargaan Indonesia Top Digital PR Award 2021

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi terhadap IRC yang mampu mengimplementasikan pola dan strategi komunikasi melalui berbagai digital platform.

EKONOMI | 1 Maret 2021

PMI Manufaktur Indonesia Masih Bertengger di Level Ekspansif

Industri manufaktur di Tanah Air masih menunjukkan geliat yang positif di tengah gempuran dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Kapasitas Warehouse Naik Tiga Kali Lipat, Dusdusan Siap Layani Indonesia Timur

Ekspansi ini merupakan langkah perseroan untuk dapat maju dan tumbuh bersama para reseller.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Kepmenperin 169/2021 Sebutkan 21 Tipe Kendaraan Dapat PPnBM DTP

Pemerintah berupaya membangkitkan kinerja industri otomotif di Tanah Air agar kembali bergeliat.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal Hotel, Restoran, dan Kafe

Beberapa hotel di beberapa kota digunakan untuk penginapan tenaga kesehatan yang menangani pandemi Covid-19.

EKONOMI | 1 Maret 2021

17 Emiten Belum Penuhi Aturan Free Float

Sebanyak sembilan perusahaan sedang mematangkan rencana untuk memenuhi ketentuan sesuai kondisi perusahaannya.

EKONOMI | 1 Maret 2021

Japfa Comfeed Torehkan Laba Rp 916,7 Miliar

Melemahnya penjualan menjadi pemicu tergerusnya laba.

EKONOMI | 1 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS