KPK Usut Penunjukan PT RPI sebagai Vendor Proyek Bansos
Logo BeritaSatu

KPK Usut Penunjukan PT RPI sebagai Vendor Proyek Bansos

Selasa, 2 Maret 2021 | 11:44 WIB
Oleh : Fana F Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut penunjukkan PT Rajawali Parama Indonesia (PT RPI) sebagai vendor proyek pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Pengusutan mengenai hal itu dilakukan penyidik saat memeriksa Komisaris PT RPI Daning Saraswati sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang telah menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara, Senin (1/3/2021).

Pemeriksaan Daning untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos, Matheus Joko Santoso. "Penyidik terkait penunjukan PT RPI yang ikut serta mendapatkan proyek Bansos tahun 2020 untuk wilayah Jabodetabek di Kemsos," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (2/3/2021).

Berdasar informasi, Matheus merupakan pemilik PT RPI yang menjadi salah satu vendor proyek bansos atas sepengetahuan Juliari Batubara dan disetujui oleh PPK Kemsos lainnya, Adi Wahyono. PT RPI diduga sengaja dibentuk untuk menampung proyek bansos Covid-19.

Setidaknya, perusahaan tersebut baru disahkan pada Agustus 2020 atau saat program bansos digulirkan pemerintah.
Selain soal penunjukkan PT RPI sebagai vendor, tim penyidik juga mencecar Daning seputar dokumen yang sebelumnya telah disita KPK dalam penyidikan kasus ini. "Tim Penyidik KPK masih terus mendalami terkait dengan penyitaan dokumen yang berhubungan dengan perkara dan juga terkait penunjukan PT RPI kata Ali.

Diberitakan, KPK menetapkan Juliari P. Batubara selaku Mensos bersama Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos serta dua pihak swasta bernama Ardian I.M dan Harry Sidabuke sebagai tersangka kasus dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Juliari dan dua anak buahnya diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemsos dalam pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus ini bermula dari pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp5,9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode.

Juliari selaku Menteri Sosial menujuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan.

Diduga disepakati adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui Matheus Joko Santoso. Fee untuk setiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi Wahyono sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket bansos.

Selanjutnya Matheus dan Adi pada Mei sampai dengan November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa supplier sebagai rekanan yang diantaranya Ardian IM, Harry Sidabuke dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus. Penunjukan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui Juliari dan disetujui oleh Adi Wahyono.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari Batubara melalui Adi dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N, selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.


Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Begini Respon Adhi Commuter Properti Sambut Kebijakan DP 0%

Adhi Commuter Properti mengembangkan kawasan hunian dan komersial baru LRT City Cibubur yang berlokasi 0 km dari Stasiun LRT Harjamukti.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Erick Thohir Ungkap Korupsi di Kementerian BUMN Capai 159 Kasus

Erick Tohir banyak kasus di Kementerian yang dipimpinnya.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Perpres Investasi Miras Dinilai Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Perpres Miras akan membuka peluang adanya sumber-sumber ekonomi baru, dan juga lahan pekerjaan baru.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Perpres 10/2021 Tetap Batasi Konsumsi Minuman Beralkohol

Pemahaman yang memadai oleh aparat dan masyarakat sangat diperlukan supaya tidak terjadi aksi-aksi yang nantinya berdampak negatif pada kondusivitas situasi dan kondisi dalam negeri.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Fokus Pasar: Tiongkok Siapkan Stimulus Teknologi

Presiden Tiongkok Xi Jinping disebutkan ingin membuat Negeri Tirai Bambu menjadi lebih besar dalam bidang teknologi.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Harga Minyak Tertekan karena Kekhawatiran Peningkatan Produksi OPEC

Minyak mentah Brent turun 78 sen, atau 1,2% menjadi US$ 62,91 per barel.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Harga Emas Terkoreksi Akibat Penguatan Dolar dan Bursa Saham

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terpangkas US$ 5,8 atau 0,34% menjadi ditutup pada US$ 1.723,00 per ons.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Rupiah dan Mata Uang Asia Tak Berdaya di Awal Sesi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.270-Rp 14.275 per dolar AS.

EKONOMI | 2 Maret 2021

IHSG Dibuka di Zona Positif

Pukul 09.20 WIB, indeks harga saham gabungan melonjak 22,8 poin (0,35%) menjadi 6.361.

EKONOMI | 2 Maret 2021

IHSG Berpotensi Hijau, Simak Rekomendasi Sahamnya

Adapun support level berada di 6.287/6.236/6.210 dan resistance level berada di 6.364/6.390/6.442

EKONOMI | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS