Logo BeritaSatu

Indonesia Sedang Menikmati Bonus Demografi

Selasa, 2 Maret 2021 | 17:17 WIB
Oleh : AB

Oleh: Primus Dorimulu*

Bonus demografi datang lebih awal. Peningkatan jumlah penduduk usia produktif terjadi lebih cepat dari perkiraan pemerintah. Pada September 2020, jumlah penduduk usia 15-64 tahun sudah mencapai 70,7% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 191 juta.

Hasil Sensus Penduduk 2020 (SP 2020) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan sejumlah fakta yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah, anggota legislatif, dan masyarakat. Namun, pandemi Covid-19 menenggelamkan pengumuman BPS tentang hasil SP 2020. Meski mengungkapkan banyak informasi baru, bahkan sejumlah fakta yang menebar ancaman, media massa lebih tertarik memberitakan penularan pandemi yang hingga kini belum mencapai puncak. Sudah genap setahun negeri ini didera pandemi dan hidup dalam mobilitas penduduk yang terbatas. Indonesia kini masih berada di jurang resesi ekonomi.

Indonesia Sedang Menikmati Bonus Demografi

Hingga September 2020, jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,2 juta, melonjak 32,56 juta dibanding hasil Sensus Penduduk 2010. Menelan biaya dan energi yang besar, sensus penduduk tidak bisa diadakan setiap tahun, melainkan hanya bisa sekali dalam 10 tahun. Beda dengan perhitungan jumlah penganggguran dan angka kemiskinan yang berdasarkan survei, sensus adalah cacah jiwa. Perhitungan tidak menggunakan sampling, melainkan dilakukan door to door.

Karena sensus penduduk 2020 (SP2020) dilaksanakan pada situasi pandemi, BPS melakukan kombinasi: pencacahan lapangan dan registrasi secara online berdasarkan data administrasi kependudukan yang dikelola Ditjen Kependudukan dan Pencacatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri. Koordinasi ini merupakan bagian dari langkah menuju Indonesia Satu Data.

Indonesia Sedang Menikmati Bonus Demografi

Dalam sensus, setiap penduduk dihitung. Petugas BPS di seluruh wilayah Indonesia mendatangi setiap rumah dan tempat tinggal penduduk. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, tidak semua rumah penduduk didatangi petugas. Setiap orang yang sudah memiliki alamat jelas dan terjangkau jaringan internet dikirimi pertanyaan lewat email berdasarkan ada Dukcapil.

Data jumlah penduduk tiga bulan terakhir, Oktober-Desember 2020, diperoleh BPS dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Hasil sinkronisasi kedua institusi menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia per Desember 2020 sebanyak 271,35 juta.

SP 2020 mengungkapkan sejumlah fakta yang menebar ancaman. Pertama, selama dekade 2010-2020, laju pertumbuhan penduduk cukup tinggi, yakni 1,25%. Pelambatan terlalu tipis dibandingkan dekade sebelumnya, 1,49%. Selama dekade 2000-2010, jumlah penduduk bertambah 31,37 juta atau 3,14 juta per tahun, sedangkan selama 2010-2020, jumlah penduduk meningkat 33,72 juta atau 3,37 juta setiap tahun. Dalam jumlah, penduduk Indonesia terus meningkat signifikan.

Indonesia Sedang Menikmati Bonus Demografi

Ke depan, pemerintah perlu mengampanyekan kembali program keluarga berencana. Selama periode 1970-1998, pemerintah berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk. Pada dekade 1970-an, penduduk Indonesia meningkat 2,31% setahun, sedang pada 1980-an sebesar 1,98%, dan pada tahun 1990-an, pertumbuhan penduduk mampu ditekan menjadi 1,44% setahun. Namun, seiring dengan meredupnya kampanye program keluarga berencna, laju pertumbuhan penduduk kembali meningkat menjadi 1,49% per tahun selama dasawarsa 2000-an.

Jika dalam tiga dekade ke depan, laju pertumbuhan penduduk tidak bisa ditekan, pada tahun 2045, ketika Indonesia merayakan HUT ke-100 Indonesia merdeka, penduduk Indonesia menembus 350 juta jiwa. Ini sebuah jumlah yang sangat besar di tengah kelangkaan sumber daya alam dan kompetisi global yang kian sengit untuk mendapatkan pasokan pangan, energi, dan air bersih. Andaikan tidak ada program keluarga berencana selama 1970-1998, jumlah penduduk Indonesia saat ini sudah di atas 400 juta.

Dua Anak Lebih Sehat
Apabila pada masa lalu kampanye BKKBN adalah “Dua Anak Cukup”, saat ini narasi seperti itu tidak lagi relevan. Jumlah anak adalah hak asasi. Mereka yang merasa mampu mendidik dan menyejahterakan, dua anak dianggap tidak cukup. Agar tidak terkesan melanggar HAM, frasa yang pas adalah “Dua Anak Lebih Sehat”. Kampanye seperti ini lebih diterima.

Perlu kampanye besar-besaran tentang kesadaran akan hidup sehat. Setiap orang yang hendak menikah harus diberikan pemahaman dan perspektif yang tepat tentang tujuan perkawinan. Kampanye ini sangat penting untuk menurunkan angka stunting yang pada tahun 2020 masih 27%.

Kedua, SP 2020 mengungkap lonjakan jumlah penduduk usia produktif, 15-64 tahun, dari 66,09% atau 157 juta tahun 2010 ke 70,7% atau 191,9 juta tahun 2020. Dari penduduk usia produktif sebesar itu terdapat 70,2 juta atau 25,87% usia milenial, yakni mereka yang berusia 24-39 tahun dan 75 juta generasi Z yang berusia 8-23 tahun. Penduduk usia baby boomer, 56-74 tahun, sekitar 11,56% atau 31,37 juta dan pre-baby boomer, 75 tahun ke atas sebanyak 1,87% atau 5 juta jiwa.

Indonesia Sedang Menikmati Bonus Demografi

Dengan jumlah penduduk usia produktif 70,7% dari total penduduk, Indonesia sesungguhnya sudah berada di puncak bonus demografi. Banyak orang mengira bonus demografi baru akan terjadi pada 2030-an. Fakta menunjukkan, kita tidak lagi berada di gerbang, melainkan sudah di puncak bonus demografi. DKI Jakarta dan sejumlah kota provinsi malah sudah mengalami aging society, dominasi penduduk usia di atas 64 tahun. Hingga dua dekade ke depan, Indonesia diperkirakan masih menikmati bonus demografi, sedangkan memasuki era 2040-an, penduduk usia produktif mulai menurun.

Lonjakan penduduk usia produktif merupakan tantangan terberat yang dihadapi bangsa ini. Jika dalam dua dekade ke depan, Indonesia gagal memanfaatkan bonus demografi untuk memacu laju pertumbuhan, ekonomi Indonesia akan berjalan di tempat, bahkan terjebak middle income trap. Pendapatan per kapita sulit didongkrak dan bangsa ini gagal naik ke kategori high income country. Sebaliknya, negeri ini bisa jadi justru mengalami kemunduran.

Pengalaman negara maju menunjukkan, selama dekade bonus demografi, laju pertumbuhan ekonomi mereka di atas 7-8%, bahkan mencapai double digit. Itu terjadi karena tenaga kerja usia produktif memiliki pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan. Mereka mendapatkan pekerjaan dan menjadi penggerak ekonomi.

Agar penduduk usia produktif benar-benar menjadi bonus demografi dan modal bagi kebangkitan ekonomi, kaum milenial dan generasi Z, mereka yang berusia 8-23, harus memiliki pendidikan dan keterampilan yang memadai. Lapangan kerja harus cukup tersedia. Tanpa memiliki pendidikan dan keterampilan yang yang baik, penduduk usaha produktif akan menjadi generasi tidak produktif. Pengangguran akan mengubah bonus demografi menjadi bencana demografi.

Indonesia kini sudah memasuki era 4.0, sebuah era yang ditandai penggunaan internet di berbagai lini kehidupan dan perkembangan digitalisasi masif di berbagai bidang. Penggunaan internet, digitalisasi, dan artifisial intelligence atau kecerdasan buatan mendisrupsi berbagai bisnis lama. Ke depan, bidang usaha yang padat karya akan didisrupsi oleh kemajuan teknologi informasi. Lapangan usaha yang sesuai perkembangan era digital inilah yang menjadi tantangan pemerintah dan semua pihak. Pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan upaya menurunkan angka pengangguran.

Ketiga, Indonesia sudah mulai mengalami aging society, peningkatan jumlah penduduk di atas 65 tahun. SP 2020 mengungkapkan penduduk di atas 65 tahun selama tahun 2010 hingga 2020 meningkat 5,95%. Jika kesejahteraan mereka tidak ikut meningkat, penduduk lansia menjadi beban keluarga usia produktif. Akan banyak keluarga muda yang menjadi sandwich generation. Sebuah generasi yang hidupnya terjepit oleh beban menghidupi orang tua dan anak-anak yang sedang tumbuh.

Keempat, SP2020 menguak fakta tentang ketimpangan spasial. Penduduk Indonesia menumpuk di wilayah tertentu. Sekitar 56,1% penduduk Indonesia berdiam di Jawa, 21,68% bermukim di Sumatera, dan 22,22% sisanya di Sulawesi (7,36%), Kalimantan (61,5%), Bali dan Nusa Tenggara (5,54%), dan Maluku-Papua (3,17%). Ada tiga provinsi di Jawa dengan tingkat kepadatan penduduk sangat tinggi. Namun, di lain pihak, ada banyak provinsi dengan jumlah penduduk sangat jarang. Pendudik di Jabar 48,27 juta, sedang Kalimantan Utara yang sangat luas hanya dihuni 500.000.

Indonesia Sedang Menikmati Bonus Demografi

Ketimpangan spasial ini perlu segera diatasi agar pembangunan bisa lebih merata. Data ekonomi BPS juga mengungkapkan, sekitar 80% produk domestik bruto (PDB) dikontribusi Jawa, Sumatera, dan Bali. Potensi Kalimantan dan Papua belum dioptimalkan untuk mendongkrak pertumbuhan dan pemerataan pendapatan.

Indonesia Sedang Menikmati Bonus Demografi

Kebijakan yang Tepat
Setidaknya, itulah empat fakta SP 2020 yang menebar ancaman. Fakta ini menuntut respons kebijakan yang tepat. Pertama, laju pertumbuhan penduduk perlu dikendalikan hingga di bawah 1%. Program keluarga berencana perlu diaktifkan kembali dengan sejumlah perbaikan.

Kedua, pentingnya kebijakan ekonomi yang tepat agar penduduk usia produktif yang besar sungguh menjadi bonus demografi. Memasuki era industri 4.0, Indonesia perlu juga mengembangkan sektor usaha yang menyerap tenaga kerja manusia. Indonesia harus memiliki lapangan kerja yang luas dan SDM memiliki pendidikan, keterampilan, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki pasar kerja.

Di era digital, generasi muda harus mendapatkan pendidikan yang komprehensif, terutama soft skill. Betapa pun kemajuan teknologi, integritas manusia tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan.

Satu aspek yang tidak bisa digantikan oleh komputer dan kecerdasan buatan adalah integritas dan mentalitas yang baik. Generasi muda, generasi Z dan milenial, harus memiliki integritas, yakni kejujuran, tanggung jawab, dan akuntabilitas. Selain itu, generasi muda juga perlu memiliki mentalitàs yang baik, yakni semangat, kesabaran, ketekunan, daya tahan, dan stabilitas emosional.

Ketiga, setiap pekerja perlu memiliki program pensiun dan asuransi di samping BPJS Kesehatan dan BPJamsostek yang disiapkan negara. Persiapan ini penting bagi semua orang yang diberikan usia panjang oleh Tuhan YME. Dengan mengikuti program pensiun dan asuransi, peningkatan aging society tidak menjadi masalah. Apalagi mereka yang hendak memasuki usia pensiun sudah melakukan investasi 15-20 tahun sebelumnya guna mendapatkan passive income saat purnabakti.

Keempat, pembangunan di luar Jawa perlu lebih digencarkan meski ibu kota negara tidak jadi dipindahkan ke Kalimantan Timur. Pembangunan yang menumpuk di Jawa, cepat atau lambat bisa memicu disintegrasi.

Era bonus demografi sudah di depan mata. Pemerintah, para anggota legislatif, dan semua penyelenggara negara perlu menyadari bahwa tanpa respons yang tepat terhadap ledakan jumlah warga usia produktif, bonus demografi akan berubah menjadi bencana demografi.

*Direktur Pemberitaan BSMH



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Peran PNM Lakukan Pendampingan Nasabah Mekaar Diapresiasi

Pendampingan yang dilakukan PNM terhadap nasabah Mekaar terkait literasi keuangan mendapatkan apresiasi dari Menteri Koperasi dan UKM serta Gubernur Sulut.

EKONOMI | 24 September 2022

BRIN Ingin Dekatkan Generasi Muda ke Aktivitas Riset

Melalui InaRIE, Badan Riset dan Inovasi NasionaI (BRIN) ingin generasi muda dapat lebih dekat dengan aktivitas riset dan inovasi.

EKONOMI | 24 September 2022

Pertemuan Menteri Pertanian G-20 Segera Digelar, Ini Isu yang Dibahas

Pertemuan para Menteri Pertanian G-20 nantinya akan membahas komitmen dan upaya bersama dalam sisi pangan berkelanjutan.

EKONOMI | 24 September 2022

Setiap Orang di Indonesia Buang Sampah 300 Kg Per Tahun

Kemenkop UKM mendorong pelaku UMKM menuju Indonesia bersih sampah, melalui kemitraan bank sampah dengan Primer Koperasi Pengelola Sampah (PKPS).

EKONOMI | 24 September 2022

Gandeng Supermarket Ukraina, Binance Aktifkan Pembayaran Kripto

Pelanggan yang menggunakan Dompet Binance Pay untuk membayar pesanan mereka akan memenuhi syarat untuk mengikuti program reward.

EKONOMI | 24 September 2022

MES Yakin Ekonomi Syariah Bisa Dorong Indonesia Jadi Negara Maju

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) meyakini ekonomi dan keuangan syariah mempunyai peran sentral dalam mendorong Indonesia menjadi negara maju di 2045.

EKONOMI | 24 September 2022

Lintasarta Cloudeka Digischool Hadirkan Kurikulum Developer Gratis

Lintasarta lewat program CSR Lintasarta Cloudeka Digischool menghadirkan kurikulum developer gratis bersertifikasi global.

EKONOMI | 24 September 2022

MES Dorong Pemerintah Optimalkan Peran 8 Juta Diaspora

Ketua VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sugeng menegaskan, besarnya jumlah diaspora harus dioptimalkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

EKONOMI | 24 September 2022

Citi Dinobatkan sebagai Bank Manajemen Kas Global Terbaik

Citi Global Instant Payments menyediakan konektivitas ke lebih dari 30 skema pembayaran instan, menjangkau lebih dari 60 negara pada kuartal II-2022.

EKONOMI | 24 September 2022

Jaga Stabilitas Harga, NFA Perkuat Distribusi Pangan

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menegaskan, pemerataan distribusi pangan menjadi faktor penentu stabilitas harga dan pasokan.

EKONOMI | 24 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DPR: <em>Shadow Team</em> Nadiem Rendahkan SDM Kemendikbudristek

DPR: Shadow Team Nadiem Rendahkan SDM Kemendikbudristek

NEWS | 2 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings