BEI Terus Genjot IPO Unicorn
Logo BeritaSatu

BEI Terus Genjot IPO Unicorn

Selasa, 2 Maret 2021 | 18:24 WIB
Oleh : Lona Olavia / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong para perusahaan rintisan teknologi (startup) yang memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar atau unicorn untuk mencatatkan saham perdana (listing) di BEI.

“Kami telah berbicara dengan unicorn untuk mencatatkan saham di BEI juga, kami juga telah beberapa kali bertemu dengan mereka dan membicarakan tentang apa yang bisa kami dukung agar mereka dapat mencatatkan saham di BEI,” kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam acara MNC Investor Forum secara virtual, Selasa (2/3/2021).

BEI, tambahnya juga telah melakukan pembicaraan dengan para unicorn tentang struktur Multiple Voting Share (MVS) di Indonesia. MVS adalah suatu jenis saham yang memiliki lebih dari satu hak suara untuk tiap lembar sahamnya.

Penerapan MVS di beberapa bursa global, akhir–akhir ini didominasi untuk digunakan oleh perusahaan di sektor teknologi yang berbasis inovasi dan dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.

Contoh perusahaan yang sudah tercatat di luar negeri yang telah menerapkan MVS adalah Google, SEA Group (Parent entity dari Shopee), dan Alibaba.

BEI juga telah melakukan pembicaraan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, pihaknya masih enggan untuk menjelaskannya lebih rinci terkait hasil pembicaraan dengan OJK. Kendati demikian, inarno berharap akan ada satu unicorn yang akan listing di BEI tahun ini.

Apalagi, kehadiran perusahaan teknologi atau digital sedang dinantikan pelaku pasar domestik. Sebagian kalangan pelaku pasar modal pun menilai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan lebih mudah ke level 7.000 dan lebih banyak aliran modal asing yang masuk jika Bursa Saham Indonesia sudah mulai diramaikan perusahaan-perusahaan teknologi besar sekelas unicorn.

Sementara terkait rumor mega merger antara PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dengan PT Tokopedia, Inarno menilai hal tersebut merupakan hal yang positif. Dalam laporan Bloomberg disebutkan merger Gojek dan Tokopedia akan menciptakan perusahaan raksasa internet Indonesia dengan valuasi US$ 35-40 miliar.

Dia pun mengungkapkan bahwa Indonesia patut bersyukur karena memiliki banyak unicorn diantara negara-negara Asia lainnya. Untuk itu, BEI merasa wajib untuk terus memotivasi para unicorn untuk bisa mencatatkan sahamnya di lantai bursa Indonesia.

Saat ini ada lima unicorn di Indonesia, yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan OVO. Julukan unicorn mengacu kepada para startup yang telah memiliki nilai valuasi di atas US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 14 triliun.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya sangat serius mendorong unicorn untuk masuk ke pasar modal.

BEI telah bertemu dan berdiskusi secara intensif dengan para founder dan top manajemen dari para unicorn. Dari diskusi tersebut, muncul tiga hal yang perlu diakomodasi. “Perhatian mereka adalah masuk ke papan utama. Ini matters, karena investor akan memberikan value yang lebih, saat mereka masuk papan utama,” kata dia.

Sementara itu, permintaan kedua yang menjadi perhatian unicorn adalah adanya klasifikasi sub-sektor yang sesuai dengan bisnis unicorn tersebut. Tujuannya supaya para unicorn tersebut bisa berkompetisi dan dibandingkan secara apple to apple. Upaya BEI untuk mengakomodasi klasifikasi sub-sektor tersebut adalah melakukan perubahan sektor industri dengan meluncurkan IDX Industrial Classification (IDX IC) pada 25 Januari lalu.

Sedangkan, permintaan ketiga para unicorn ini adalah hak khusus bagi para founder. Menurut Nyoman, founder yang telah memiliki kemampuan untuk membangun organisasi meminta hak khusus berupa dual class share. Kelas yang berbeda tersebut dalam bentuk MVS. Artinya, satu saham milik founder mempunyai hak lebih besar dari saham biasa dalam hal pengambilan keputusan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Survei: 74% Bantuan Tunai UMKM Digunakan untuk Modal Kerja

UMKM agrikultur menilai sosialisasi bantuan Pandemi Covid-19 yang dapat mereka akses masih kurang.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Ada Kebijakan PPnBM, Penjualan Mobil Mulai Naik

(Gaikindo) menyambut baik kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Relaksasi PPnBM, Astra Jaga Pangsa Pasar di Kisaran 50%

PT Astra Internationalakan menjaga pangsa pasar (market share) otomotif di kisaran 50% pada tahun ini.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Pyridam Farma Targetkan Kenaikan Penjualan 50% di 2021

Pyridam Farma saat ini telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan terkait bisnis kesehatan.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Kepala BKPM: Izin Industri Miras Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka

Izin membangunan industri minuman beralkohol sebenarnya telah ada sejak lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Gaikindo Optimistis Kebijakan PPnBM Gairahkan Industri Otomotif

Gaikindo menyambut baik kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Indonesia Sedang Menikmati Bonus Demografi

Pemerintah perlu membuat kebijakan ekonomi yang tepat agar penduduk usia produktif yang besar sungguh menjadi bonus demografi.

EKONOMI | 2 Maret 2021

IHSG Naik 29,69 Poin, 5 Saham Ini Paling Aktif Diperdagangkan

Saham FREN, PNBS, BGTG, SRIL, MLPL, tercatat paling aktif pada perdagangan Selasa (2/3/2021).

EKONOMI | 2 Maret 2021

Asing Catat Net Buy Rp 29,83 Miliar, Inilah 5 Saham Buruannya

Investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) pada saham BBRI, BBCA, BMRI, TLKM, dan SMGR, pada perdagangan Selasa (2/3/2021).

EKONOMI | 2 Maret 2021

IHSG Ditutup Naik 20,69 Poin, 5 Saham Ini Raih Top Gainers

Saham IKAN, MLPL, BGTG, BNBA dan BANK tampil sebagai pencetak keuntungan tertinggi (top gainers) pada perdagangan Selasa (2/3/2021).

EKONOMI | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS