Kepala BKPM: Hanya Tiga Bidang Usaha dengan Persyaratan Tertentu yang Dicabut
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Perpres yang Terkait Miras

Kepala BKPM: Hanya Tiga Bidang Usaha dengan Persyaratan Tertentu yang Dicabut

Selasa, 2 Maret 2021 | 21:16 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Aturan tentang izin investasi baru dalam industri minuman keras (miras) mengandung alkohol yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal telah resmi dicabut.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, aturan investasi dalam industri miras tersebut ada dalam lampiran III Perpres 10/2021 yang memuat 46 daftar bidang usaha terbuka dengan persyaratan tertentu, yaitu nomor 31 industri minuman keras mengandung alkohol, nomor 32 industri minuman mengandung alkohol: anggur, dan nomor 33 industri minuman mengandung malt. Hanya tiga bidang usaha inilah yang dicabut aturannya, sedangkan bidang usaha lainnya tetap terbuka dengan persyaratan tertentu.

“Perpres 10/2021 ini tetap berlaku, kecuali lampiran III nomor 31,32, dan 33 yang berbicara tentang alkohol, itu yang dicabut. Selebihnya tetap berlaku,” kata Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (2/3/2021).

Untuk daftar bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan tertentu nomor 44, yaitu perdagangan eceran minuman keras dan beralkohol, ketentuan ini memang tidak dihapus.

Menurut Bahlil, aturan perdagangan eceran minuman keras dan beralkohol sebetulnya diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan, di mana penjualannya hanya bisa dilakukan di tempat-tempat khusus.

“Jadi ini dua hal yang berbeda. Kalau yang nomor 31,32,33 ini bicara industrinya. Sedangkan yang 44 bicara tentang tempat untuk melakukan proses penjualan, jadi tidak ada korelasinya,” tegasnya.

Bahlil menyebut, keputusan mencabut lampiran III nomor 31,32 dan 33 dalam Perpres 10/2021 ini diambil Presiden Joko Widodo atas dasar pertimbangan dan kajian yang mendalam dengan mendengarkan aspirasi dari para tokoh agama dan masukan dari provinsi dan daerah, dan juga memperhatikan dinamika aspirasi dalam konteks kebaikan.

“Ini adalah sebuah bukti dan tanda bahwa Presiden sangat demokratis, sangat aspiratif mendengar masukan yang konstruktif untuk kebaikan bangsa. Ini adalah contoh pemimpin yang kita bisa ambil jadi rujukan dalam mengambil keputusan, selama masukan-masukan itu konstruktif. Pikiran-pikiran para ulama dan tokoh agama lain adalah sebuah pemikiran yang konstruktif dan substantif dalam rangka mana kepentingan negara yang harus diselamatkan secara mayoritas,” kata Bahlil.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Investasikan US$ 2 Juta, Linde Perluas Kapasitas Produksi Pabrik di Jabar

Linde, perusahaan terkemuka gas di dunia akan menginvestasikan dana US$ 2 juta untuk memerluas pabrik di wilayah Bogor, Jawa Barat.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Airlangga: Nongsa D-Town Batam Jadi Jembatan Digital dengan Singapura

Nongsa D-Town diproyeksikan menampung 8.000 tenaga kerja digital dengan luas total 62 hektare.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Kenari Djaja Komitmen Dukung Karya Arsitektur di Indonesia

Menurut Hendra, perjalanan bisnis Kenari Djaja berawal dari sebuah kios kecil berukuran 2,5 meter x 2,5 meter sejak 27 Febuari 1965.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Astra Kembali Jaring Anak Muda Inspiratif di Pandemi Covid-19

Astra ajak seluruh anak bangsa untuk semangat melaju bersama dan menjadi potret inspirasi dalam memajukan bangsa.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Ada Direksi Baru, DJSN Optimistis Penyelenggaraan JKN-KIS Akan Lebih Baik

Mohamad Subuh optimistis penetapan Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan membuat penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional lebih baik.

EKONOMI | 2 Maret 2021

BEI Terus Genjot IPO Unicorn

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong para perusahaan rintisan teknologi (startup) yang memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Survei: 74% Bantuan Tunai UMKM Digunakan untuk Modal Kerja

UMKM agrikultur menilai sosialisasi bantuan Pandemi Covid-19 yang dapat mereka akses masih kurang.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Ada Kebijakan PPnBM, Penjualan Mobil Mulai Naik

(Gaikindo) menyambut baik kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Relaksasi PPnBM, Astra Jaga Pangsa Pasar di Kisaran 50%

PT Astra Internationalakan menjaga pangsa pasar (market share) otomotif di kisaran 50% pada tahun ini.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Pyridam Farma Targetkan Kenaikan Penjualan 50% di 2021

Pyridam Farma saat ini telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan terkait bisnis kesehatan.

EKONOMI | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS