Pemerintah Genjot Belanja Negara agar Kuartal I Ekonomi Tumbuh
Logo BeritaSatu

Pemerintah Genjot Belanja Negara agar Kuartal I Ekonomi Tumbuh

Rabu, 3 Maret 2021 | 06:08 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus menggenjot belanja negara khususnya perlindungan sosial untuk menopang sektor konsumsi sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan di kisaran 4,5 sampai 5,3% di tahun 2021.

“Pemerintah juga fokus mencapai target pertumbuhan minimum di kuartal I, kami mempercepat pengeluaran pemerintah, termasuk program perlindungan sosial dan anggaran pemulihan ekonomi,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam diskusi virtual pada Selasa (2/3/2021).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga 31 Januari 2021 realisasi belanja negara sebesar Rp 145,77 triliun. Angka ini terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 94,67 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp 51,1 triliun.

Adapun alokasi anggaran untuk proram Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 sebesar Rp 699,4 triliun. Sektor kesehatan mendapat alokasi Rp 176,3 triliun, perlindungan sosial Rp 157,4 triliun, program prioritas sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah Rp 125,1 triliun. Pemerintah menganggarkan dukungan untuk UMKM dan korporasi sebesar Rp 186,8 triliun. sedangkan untuk insentif usaha sebesar Rp 53,9 triliun.

Airlangga mengatakan untuk meningkatkan konsumsi domestik pemerintah juga memberikan stimulus kepada UMKM. Pemerintah bekerja sama dengan perbankan untuk mendorong kredit modal kerja bagi dunia usaha. Menurutnya transmisi dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan suku bunga pinjaman belum sesuai harap pemerintah. “Hal ini merupakan pekerjaan rumah yang masih harus dikerjakan melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) serta sektor perbankan,” ucap Airlangga.

Ia mengatakan jumlah dana pihak ketiga (DPK) juga tercatat naik menjadi 11,11%, terutama di segmen kelas menengah ke atas. Hal ini menunjukkankelas menengah menahan ketidakpastian belanja tetap. Guna menggenjot belanja kelas menengah dan atas, Pemerintah memberikan insentif PPN Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor dan insentif PPN untuk perumahan. Sebab dua sektor ini dapat menciptakan backward dan forward linkage industri. Dengan adanya insentif tersebut diharapkan juga akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. “Pemerintah melalui berbagai kebijakan terus mengupayakan agar laju penyebaran virus bisa ditekan sehingga kesehatan dan perekonomian kita dapat pulih kembali,” ucap Airlangga.

Menurut Airlangga perekonomian Indonesia yang didominasi oleh konsumsi domestik menunjukkan tren meningkat. Aktivitas manufaktur masih berada pada level ekspansif 50,9 pada Februari 2021, sementara indeks kepercayaan konsumen juga terus membaik. Selain itu, permintaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus meningkat. “Hal ini mencerminkan pulihnya tingkat kepercayaan publik. Di saat yang sama, realisasi investasi juga meningkat, mencerminkan persepsi positif investor,” imbuh Airlangga.

Indikator lainnya juga menunjukkan perbaikan, seperti penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, kenaikan harga komoditas, dan surplus neraca perdagangan yang mencapai US$ 21,74 miliar pada tahun 2020 atau tertinggi sejak tahun 2011.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Setelah Melonjak Catat Rekor, Wall Street Terkoreksi

Dow Jones Industrial Average turun 143,99 poin atau 0,5% menjadi 31.391,52.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Bursa Eropa Menguat karena Imbal Hasil Obligasi AS Stabil

Pan-European Stoxx 600 mengakhiri sesi naik sekitar 0,2%.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Pemerintah Dapatkan Pembiayaan Rp 17 Triliun dari Lelang SUN

Investor domestik mendominasi demand lelang.

EKONOMI | 3 Maret 2021

“Made in Indonesia” Rintis Pintu Ekspor untuk UKM

Sejak didirikan tahun lalu, Made In Indonesia sudah menghasilkan sejumlah kesepakatan bisnis senilai US$ 10 juta.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Kempupera Targetkan Pembangunan Kampus UIII Tahap II Rampung Akhir Juni 2021

Kempupera targetkan pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) tahap II di Komplek RRI Cimanggis, Depok, Jawa Barat, rampung akhir Juni 2021.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Perusahaan Gas Dunia Bangun Pabrik di Jawa Barat

Perusahaan Gas dunia, Linde akan menginvestasikan US$ 2 juta untuk memperluas pabriknya di wilayah Bogor, Jawa Barat.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Hindari Tumpang Tindih, Pekan Ini, BUMN Akan Keluarkan Permen PMN

Kementerian BUMN akan keluarkan Permen mengenai PMN.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Kepala BKPM: Hanya Tiga Bidang Usaha dengan Persyaratan Tertentu yang Dicabut

Perpres 10/2021 ini tetap berlaku, kecuali lampiran III nomor 31,32, dan 33 yang berbicara tentang alkohol, itu yang dicabut.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Investasikan US$ 2 Juta, Linde Perluas Kapasitas Produksi Pabrik di Jabar

Linde, perusahaan terkemuka gas di dunia akan menginvestasikan dana US$ 2 juta untuk memerluas pabrik di wilayah Bogor, Jawa Barat.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Airlangga: Nongsa D-Town Batam Jadi Jembatan Digital dengan Singapura

Nongsa D-Town diproyeksikan menampung 8.000 tenaga kerja digital dengan luas total 62 hektare.

EKONOMI | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS