Oversold, Emas Rebound karena Pelemahan Dolar AS dan Imbal Hasil
Logo BeritaSatu

Oversold, Emas Rebound karena Pelemahan Dolar AS dan Imbal Hasil

Rabu, 3 Maret 2021 | 07:03 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (3/3/2021), rebound dari penurunan 5 hari berturut-turut yang diyakini telah mengalami oversold (jenuh jual). Kenaikan emas juga akibat melemahnya dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mengangkat permintaan terhadap logam safe haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, naik US$ 10,6 atau 0,62% menjadi US$ 1.733,60 per ons. "Emas melonjak ke level tertinggi karena imbal hasil (obligasi) dan penurunan dolar AS," kata seorang pedagang di bank investasi BMO, Tai Wong di New York.

"Reli emas dari posisi terendah di Asia menunjukkan bahwa investor dan spekulan jangka pendek sedang melakukan bargain-hunting dan memicu short-covering. Penutupan di atas US$ 1.725 per ounce akan dianggap oleh banyak orang sebagai hari pembalikan penting."

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, tergelincir 0,3% setelah mencapai level tertinggi hampir 4 minggu, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Faktor lain yang mendukung emas, yakni imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS turun dari level tertinggi 1 tahun minggu lalu, sementara saham-saham AS merosot setelah kenaikan kuat pada Senin (1/3/2021). "Dilema utama saat ini untuk kenaikan emas adalah meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka pendek," kata ahli strategi pasar RJO Futures, Bob Haberkorn.

Pelaku pasar juga terus mencermati rancangan undang-undang stimulus US$ 1,9 triliun yang akan diperdebatkan di Senat AS minggu ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 20,1 sen atau 0,75% menjadi US$ 26,879 dolar AS per ons. Platinum pengiriman April naik US$ 23,1 atau 1,94% menjadi US$ 1.214,4 per ons.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dari Merugi, Salim Ivomas Raih Laba Bersih Rp 234 Miliar

Penjualan Salim sepanjang 2020 meningkat 6% menjadi Rp 14,48 triliun.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Pemerintah Genjot Belanja Negara agar Kuartal I Ekonomi Tumbuh

Pemerintah menargetkan pertumbuhan di kisaran 4,5 sampai 5,3% di tahun 2021.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Setelah Melonjak Catat Rekor, Wall Street Terkoreksi

Dow Jones Industrial Average turun 143,99 poin atau 0,5% menjadi 31.391,52.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Bursa Eropa Menguat karena Imbal Hasil Obligasi AS Stabil

Pan-European Stoxx 600 mengakhiri sesi naik sekitar 0,2%.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Pemerintah Dapatkan Pembiayaan Rp 17 Triliun dari Lelang SUN

Investor domestik mendominasi demand lelang.

EKONOMI | 3 Maret 2021

“Made in Indonesia” Rintis Pintu Ekspor untuk UKM

Sejak didirikan tahun lalu, Made In Indonesia sudah menghasilkan sejumlah kesepakatan bisnis senilai US$ 10 juta.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Kempupera Targetkan Pembangunan Kampus UIII Tahap II Rampung Akhir Juni 2021

Kempupera targetkan pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) tahap II di Komplek RRI Cimanggis, Depok, Jawa Barat, rampung akhir Juni 2021.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Perusahaan Gas Dunia Bangun Pabrik di Jawa Barat

Perusahaan Gas dunia, Linde akan menginvestasikan US$ 2 juta untuk memperluas pabriknya di wilayah Bogor, Jawa Barat.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Hindari Tumpang Tindih, Pekan Ini, BUMN Akan Keluarkan Permen PMN

Kementerian BUMN akan keluarkan Permen mengenai PMN.

EKONOMI | 2 Maret 2021

Kepala BKPM: Hanya Tiga Bidang Usaha dengan Persyaratan Tertentu yang Dicabut

Perpres 10/2021 ini tetap berlaku, kecuali lampiran III nomor 31,32, dan 33 yang berbicara tentang alkohol, itu yang dicabut.

EKONOMI | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS