AETI Menilai Masih Ada RKAB Tambang yang Belum Sesuai Aturan
Logo BeritaSatu

AETI Menilai Masih Ada RKAB Tambang yang Belum Sesuai Aturan

Rabu, 3 Maret 2021 | 14:26 WIB
Oleh : Rangga Prakoso / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) mengungkapkan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) beberapa perusahaan tambang belum sesuai dengan aturan yang berlaku. Termasuk terkait verifikasi dari Competent Person Indonesia (CPI) yang seharusnya menjadi salah satu syarat untuk diterbitkannya RKAB.

Sekretaris Jenderal AETI Jabin Sufianto mengatakan RKAB harus memiliki verifikasi dari CPI Pelaporan Hasil Eksplorasi (PHE) dan CPI Pelaporan Estimasi Sumber Daya dan Estimasi Cadangan (PHC). Namun dia menyebut banyak RKAB yang kurang verifikasi dari CPI PHC.

"Perlunya untuk ada verifikasi ulang terhadap RKAB-RKAB yang sudah kluar. Saya juga mendorong akan adanya lagi untuk rekomendasi dari ESDM pusat untuk RKAB yang di serahkan kepada kemdag untuk penerbitan Persetujuan Ekspor," kata Jabin kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Jabin mencontohkan Dinas ESDM Provinsi menerbitkan RKAB sebuah perusahaan di Juli 2020 dengan tingkat produksi timah 1.200 metrik ton. Kemudian Persetujuan Ekspor yang diterbitkan pun 1.200 metrik ton. Menurutnya hal ini tidak sesuai mengingat RKAB sifatnya satu tahun yang seharusnya Persetujuan Ekspor tersebut hanya diberikan sebesar 600 metrik ton sesuai dengan sisa masa waktu enam bulan sejak penerbitan.

Dia menyebut telah melakukan audiensi dengan Kementerian ESDM mengenai kondisi tata niaga timah saat ini. Dia menegaskan bila hal seperti ini terus terjadi maka dikuatirkan tambang ilegal timah kembali marak. Pasalnya dengan tidak adanya verifikasi dari CPI akan membuka peluang untuk terjadi kebocoran dari areal pertambangan termasuk asal usul biji timah yang nantinya akan diekspor

"Intinya kalau CPI asal-asal verifikasi padahal tambangnya tidak ada kadar timah yang sebagus itu, kan tidak sesuai," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Luhut Singgung Banyak Pejabat Ogah Pakai Produk Dalam Negeri

Menko Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Gernas Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) telah berhasil menambah 3,7 juta UMKM ke platform digital tahun lalu.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Gandeng Boy William, Bareksa Ajak Investor Pemula Investasi Cerdas

Bareksa, marketplace investasi terbesar di Indonesia, menggandeng aktor dan Youtuber ternama yang juga seorang investor, Boy William, sebagai Brand Ambassador.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Indorama Holding BV Kembali Tambah Kepemilikan di Indorama Synthetics

Indorama Holding BV (IHBV) kembali menambahkan kepemilikan sahamnya di PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) sebesar 32,66 juta lembar saham atau Rp 100,94 miliar.

EKONOMI | 3 Maret 2021

MIND ID Prihatin atas Kondisi Industri Timah di Indonesia

Holding BUMN tambang MIND ID prihatin dengan kondisi tata niaga serta pengawasan atas laporan competent person terkait validasi neraca cadangan.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Hutama Karya Targetkan Bendungan Way Apu Selesai November 2022

PT Hutama Karya (Persero) menargetkan pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku selesai November 2022.

EKONOMI | 3 Maret 2021

IHSG Sesi I Menguat, Ini Deretan Saham Paling Cuan

Saham IKAN melonjak 34,48%, INPC meningkat 25,00%, BNBA menguat 24,81%, BBHI terangkat 24,55% dan BABP terkerek 13,04%.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Progres Capai 20,89%, Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Selesai Juni

Menurut Kempupera, Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal-Gereja Katedral mencapai 20,89% dan ditargetkan tuntas Juni 2021.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Teten Masduki: UMKM Indonesia Jangan Hanya Buat Keripik, Akik dan Batik

Menurut Menkop UKM Teten Masduki, sudah waktunya sektor pariwisata didukung oleh produk-produk UMKM yang berbasis inovasi teknologi.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Pengusaha Muda Didorong Pulihkan Ekonomi Nasional dan Daerah

Pelaku usaha muda harus memiliki nilai-nilai yang memberi kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa dan negara.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Sejalan Mata Uang Asia, Rupiah Menguat Siang Ini

Transaksi rupiah siang ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.277-Rp 14.325 per dolar AS.

EKONOMI | 3 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS