Mandiri Taspen Emisi Obligasi Rp 2 Triliun
Logo BeritaSatu

Mandiri Taspen Emisi Obligasi Rp 2 Triliun

Rabu, 3 Maret 2021 | 17:52 WIB
Oleh : Gita Rossiana / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Mandiri Taspen berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II senilai Rp 2 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I dengan nilai total Rp 4 triliun.

Sebelumnya, perseroan sudah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I dengan nilai Rp 1 triliun pada 2019. Adapun untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II akan diterbitkan dalam dua seri.

Seri A akan diterbitkan dengan nilai pokok Rp 800 miliar, tingkat bunga 6,5% dan tenor tiga tahun. Sementara Seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 1,2 triliun, tingkat bunga 7,25% dan tenor lima tahun.

Masa penawaran umum akan dilakukan pada 15 dan 16 Maret 2021. Penjatahan pada 17 Maret 2021, distribusi secara elektronik pada 19 Maret 2021 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Maret 2021. Bertindak sebagai penjamin emisi dalam penerbitan obligasi ini adalah PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Adapun pada 2020, Bank Mandiri Taspen mencetak laba sebesar Rp 429 miliar. Nilai ini menurun dari 2019 yang mencapai Rp 456 miliar. Perolehan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang bertumbuh 31% secara tahunan dari Rp 1,29 triliun menjadi Rp 1,69 triliun.

Sementara penyaluran kredit meningkat 26,1% secara tahunan menjadi Rp 25,6 triliun pada 2020. Dana pihak ketiga tercatat Rp 27,5 triliun, naik 38,8% secara tahunan. Kredit yang direstrukturisasi tercatat Rp 644 miliar, naik 3 kali lipat dari 2019 yakni Rp 202 miliar.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada delapan emiten yang akan menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 10,5 triliun dalam waktu dekat. Penerbitan ini berpotensi meningkatkan kinerja reksadana pendapatan tetap.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, berdasarkan pipeline BEI per 16 Februari 2021, 8 emiten tersebut akan menerbitkan 10 emisi. "Sebanyak 10 emisi itu terdiri atas tiga emisi sukuk dan tujuh emisi obligasi dengan nilai Rp 10,5 triliun," jelas dia.

Penerbitan obligasi itu, menurut Nyoman akan meningkatkan penerbitan obligasi korporasi tahun ini yang berpotensi mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu. Potensi ini terlihat dari outstanding obligasi korporasi yang mulai menunjukkan pertumbuhan pasca-adanya penurunan yang disebabkan oleh pandemi.

Menurut Nyoman, ada beberapa katalis yang bisa mendorong pertumbuhan obligasi itu. Katalis pertama adalah dari sisi kebijakan moneter dan fiskal yang tetap akomodatif. Kebijakan berupa penurunan suku bunga acuan mendorong penurunan biaya dana penerbitan surat utang korporasi.

"Ditambah juga dengan adanya stimulus dari bank sentral untuk meningkatkan likuiditas di pasar uang sehingga membuat bank lebih banyak menempatkan dana di pasar obligasi," terang dia.

Kemudian, pemulihan ekonomi disinyalir akan terjadi pada tahun ini. Seiring dengan pemulihan itu, kebutuhan dana korporasi yang sempat tertunda pada 2020 akan meningkat pada tahun ini.

Dari sisi global, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) mendorong masuknya aliran dana asing ke Indonesia. Pasalnya, investor asing mencari negara dengan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dari AS.

Peningkatan investor tidak hanya berasal dari investor asing. Nyoman juga melihat adanya peluang penambahan jumlah investor dari dalam negeri. Hal ini dengan melihat dari data pertumbuhan jumlah investor pada tahun lalu.

Nyoman menyebutkan, pada tahun lalu, jumlah investor pasar modal, baik dari saham, obligasi maupun reksadana meningkat 56% menjadi 3,88 juta investor. Jumlah ini meningkat 4 kali lipat dalam 4 tahun terakhir.

"Kondisi tersebut memberikan optimisme akan likuiditas obligasi maupun sukuk, dimana dapat menjadi alternatif pilihan investasi yang menarik bagi investor," terang dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Tanda Pemulihan Mulai Terlihat, BI Optimistis Ekonomi RI Tumbuh Hingga 5,3%

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo optimistis ekonomi Indonesia di 2021 akan pulih dan kembali tumbuh positif hingga 5,3%.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Kembali Digelar, KKI 2021 Fokus Perkuat Peran Daerah Promosikan Produk UMKM

Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 seri 1 pada 3-31 Maret 2021 di Lombok.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Presiden Jokowi Lapor SPT Pajak Penghasilan secara Daring

Presiden Jokowi telah melaporkan SPT Tahunan melalui aplikasi daring e-filling di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (3/3/2021).

EKONOMI | 3 Maret 2021

Dukung Percepatan Digitalisasi Smart Industrial Estate Grand Batang City

Guna mendukung program pemerintah untuk pembangunan infrastruktur Grand Batang City yang berada di bawah pengelolaan PT Kawasan Industri Terpadu Batang

EKONOMI | 3 Maret 2021

Paling Aktif, 3,7 Miliar Saham BPD Banten Berpindah Tangan

MCOR melonjak 24,05%, BEKS terangkat 20,00% dan BBRI meningkat 1,04%, namun BBCA tergerus 0.21%, ANTM tergerus 1,10%.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Beli Bersih Asing di IHSG Capai Rp 521,1 M, Mayoritas Saham Perbankan dan BUMN

Investor asing memborong saham Rp 521,1 miliar pada penutupan IHSG. BBRI terangkat 1,04%, BBCA tergerus 0,21%, BMRI dan KLBF stagnan dan TLKM menurun 0,58%.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Indah Kiat Pulp & Paper Tawarkan Obligasi Rp 3,25 Triliun

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menggelar penawaran umum obligasi berkelanjutan I tahap IV tahun 2021 senilai Rp 3,25 triliun.

EKONOMI | 3 Maret 2021

IHSG Menguat, Ini 5 Top Gainers Hari Ini

Top gainers IHSG hari ini, BABP melonjak 34,78%, IKAN meningkat 34,48%, INPC naik 25,00%, BNBA terangkat 24,81% dan MCOR terkerek 24,05%.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Menkeu Minta Wajib Pajak Ikut Jaga Integritas Pegawai DJP

Untuk masyarakat yang memiliki informasi mengenai dugaan pelanggaran oleh oknum pegawai DJP maupun Kemkeu, Sri Mulyani mengimbau agar segera melaporkannya.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Transaksi Aset Kripto Akan Didaftarkan ke Bappebti, Bursa Kripto Segera Beroperasi

ICDX dan ICH akan segera mendaftarkan transaksi aset kripto ke Bappebti. Bursa kripto atau Digital Futures Exchange (DFX) akan segera beroperasi

EKONOMI | 3 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS